Newsletter

Menu



Ketika Temanmu Aborsi, kucingdomestik.com (pict : helpsharia.com)


Saya menulis ini dengan perasaan tidak keruan. Seorang teman, sebut saja Hanako (25), tadi malam chat dengan kabar amat tidak mengenakkan. Dia bilang ingin menggugurkan janin yang sedang dikandungnya.

Saya benar-benar bingung harus bagaimana atau merespon seperti apa. Saya tahu, idealnya saya harus melakukan apapun untuk mencegahnya melakukan perbuatan itu. Baik dari sisi agama maupun kemanusiaan, aborsi benar-benar sulit untuk diterima. Tapi di sisi lain, saya benar-benar memahami kondisinya yang complicated.

Hanako ini belum menikah. Sedang menempuh pendidikan S2 di salah satu universitas negeri 
ternama. Dia punya pacar, namanya sebut saja Hide. Mereka sudah cukup lama pacaran, sekitar 4 atau 5 tahunan kalau tidak salah ingat. Hanako dan Hide pasangan serasi, sebetulnya. Sayang, cinta mereka terhalang restu. Bukan hanya beda agama, tapi juga beda status sosial.

Hanako anak orang kaya. Cantik, pintar, berkepribadian baik dan terlihat begitu sempurna dari luar. Tapi dia punya rahasia besar. Sebelum ini, dia seorang lesbian. Tapi dia perlahan "sembuh" berkat Hide. Cowok ini benar-benar berhati besar dan menerima Hanako termasuk segala masa lalunya. Hanako juga tidak yakin bisa mencintai laki-laki lain selain Hide.

Tapi orang tua Hanako kan tidak tahu apa-apa. Di mata mereka, Hanako itu putri mereka yang sempurna. Jelas tidak terima kalau dapat mantu "cuma" seorang freelancer.
Hanako gadis cerdas. Dia bukan tidak tahu fungsi alat kontrasepsi. Bahkan dia pun seharusnya tahu kalau berhubungan badan dengan pasangan yang belum sah itu jelas melanggar norma dan aturan agama. Saya merasa sudah mengenalnya cukup dekat untuk menyimpulkan bahwa kehamilan itu memang disengaja ..., agar mereka bisa menikah.

Kesimpulan ini diperkuat dengan isi chat Hanako yang bilang Hide bersedia bertanggung jawab. Masalahnya adalah di diri Hanako sendiri. Dia yang mendadak ingin menggugurkan kandungannya karena mungkin belakangan jadi berbalik ketakutan sendiri. Meski di awal dia terkesan siap, nyatanya dia belum siap untuk jadi ibu. Umm..., bukan belum siap jadi ibu sih sepertinya ... Dia hanya belum siap menghadapi penghakiman orang-orang di sekitarnya.

Saya betul-betul bingung bagaimana menghadapi Hanako. Terlepas dari standar moral dan keagamaan, saya benar-benar khawatir dengan kondisi kesehatannya jika dia sampai benar-benar melakukan aborsi. Saya juga khawatir ancaman hukum (pasal 341 KUHP) yang mengintainya.  Saya sungguh tidak ingin dia aborsi, meski saya juga sangat mengerti betapa pelik situasi yang dia hadapi. Alhasil, saya hanya menemaninya ngobrol semalaman sambil berdoa sepenuh hati agar Tuhan ubahkan pikirannya. Ketakutan terbesar saya adalah, Hanako ini diberkati dengan kondisi finansial yang memungkinkannya dapat melakukan apapun selagi bisa dibeli dengan uang. Termasuk aborsi.
Saya berharap, pikiran itu hanya didorong oleh kekalutan Hanako semata. Dia pasti akan berpikir lebih panjang nanti kalau sudah tenang. Dia cewek pintar dan Hide juga laki-laki yang tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada orang yang dia cintai.

Tapi saya salah.

Siang ini, Hanako mengabari kalau segalanya berjalan sesuai rencana.

Janin di perutnya sudah tidak ada lagi.


*

Saya syok. Saya tahu, semua ini di luar kuasa saya.
Tapi saya tetap menyesal dan tidak mampu mengenyahkan rasa bersalah ini.
Saya tahu, ini bukan urusan saya dan seharusnya tidak perlu terbebani karenanya.
Tapi bayang manusia-manusia lain yang saya kenal mendadak melintas.
Mereka yang saya tahu persis bahwa mereka begitu mendambakan kehadiran buah hati. Mereka yang pasti akan dengan senang hati merawat dan membesarkan bayi milik Hanako seperti anak mereka sendiri.
Saya juga memikirkan mereka yang saat ini mendambakan bisa menghirup kehidupan sedikit lebih lama lagi.




Dan saya merasa ...
kosong.


   There are only two ways to live your life. One is as though NOTHING is miracle. The other is as though EVERYTHING is a miracle. - Albert Einstein
1

Raiku Beauty Brightening Series | kucingdomestik.com


Yuhuu, bulan ini Mommy Ossas berkesempatan menjajal salah satu rangkaian produk skin care yaitu Raiku Beauty. Pertama dengar namanya, kesannya seperti agak berbau jepang-jepangan. Padahal maksudnya Raiku itu ya rai-ku alias wajahku (bahasa jawa. Eh, bahasa palembang juga sama ding, rai).

 Yups, Raiku Beauty adalah produk skin care wajah lokal yang bisa jadi pilihan para Ladies karena aman. Raiku Beauty sudah punya sertifikat halal dari MUI dan dapat sertifikasi dari BPOM juga. Termasuk juga sudah punya sertifikat ISO sehingga formulasi bahannya sudah teruji bebas dari kandungan senyawa berbahaya yang merusak kulit.

Sempat bingung memilih antara rangkaian produk Brightening Series atau Anti-aging Series, akhirnya saya memilih brightening series. Alasannya karena saya cukup sering dikira masih berumur awal 20-an (padahal sudah nyaris 30), jadi saya anggap kulit saya sudah cukup awet muda. Belum perlu anti-aging lah ... (evil laugh mode : on)

Tapi berhubung saya tipikal cewek yang malas merawat kulit dan sering bergosong-gosong ria di terik matahari, kulit saya cenderung kusam. Jadi pilihan Brightening Series sepertinya memang yang paling pas.

Rangkaian Raiku Beauty Brightening Series ini terdiri dari 6 macam produk yang akan saya ulas berdasarkan urutan pemakaiannya.

1. Raiku Cleansing Cream (Rp 68.000)
Mengandung ekstrak bunga chamomile dan vitamin E, tekstur Raiku Brightening Cleansing Cream ini mirip balsem yang agak sedikit cair. Fungsinya buat membersihkan wajah dari kotoran atau sisa-sisa make-up. Tapi kandungan bahan aktifnya berkhasiat untuk mengencangkan pori-pori dan mengencangkan pori-pori.
Cara pakainya gampang, langsung oles saja secara merata di wajah, lalu usap menggunakan kapas.
Raiku Cleansing Series


2. Raiku Cleansing Foam (Rp 68.000)
Nah, kalau ini tidak terlalu asing untuk saya. Baik tekstur maupun cara pakainya mirip dengan sabun pencuci muka biasa. Aplikasikan merata pada wajah, usap hingga berbusa dan bilas dengan air hingga bersih.
Raiku Cleansing Foam mengandung ekstrak beras yang di dalamnya ada antioksidan alami. Bisa meminimalisir kerusakan kulit akibat radikal bebas di lingkungan maupun sengatan matahari. Benar-benar pas untuk saya yang cukup banyak kegiatan outdoor. Kandungan ekstrak beras ini juga bisa membantu kulit wajah tampak cerah dan lembab.

3. Raiku Brightening Toner (Rp 98.000)

 
Raiku Brightening Toner

Kalau dua produk di atas masuk kategori cleansing series, yang ini sudah masuk Brightening Series. Kesan pertama sama toner ini adalah wanginya lembut sekali. Biasanya toner itu kan punya aroma cukup menyengat. Teksturnya cair seperti toner pada umumnya.
Raiku Brightening Toner mengandung Niacinimade (jenis vitamin B yang bisa membantu melembabkan wajah sekaligus menyamarkan noda dan keriput), ekstrak beras, AHA (senyawa asan yang bisa membantu masalah pigmentasi dan bikin wajah lebih cerah), dan minyak biji Safflower (mengandung asam linoleat yang bisa mengunci kelembaban sehingga bikin wajah lebih kinclong).
Cara pakainya, tunggu wajah kering dulu setelah pemakaian Raiku Cleansing Foam. Setelah itu, tuangkan Raiku Brightening Toner di sejumput kapas dan usapkan ke wajah. Rasakan sensasi segarnya begitu pakai ini.

4. Raiku Brightening Serum (Rp 148.000)

Raiku Brightening Serum
 
Ini yang bentuk kemasannya paling unik dan mungil. Teksturnya cukup cair, tapi sedikit lebih pekat ketimbang toner. Kandungan utama serum ini sama dengan tonernya yakni Niacinamide, Ekstrak Beras, AHA, dan Safflower. Cara pakainya langsung saja oleskan ke wajah sampai merata. Ada baiknya tunggu sejenak sampai toner yang dipakai sebelumnya kering dan meresap, baru deh dioles serumnya.

5. Raiku Brightening Morning/Night Cream (@ Rp 98.000)

Raiku Brightening Morning/Night cream
 
Ini dipakai paling akhir dari rangkaian produuk Raiku Beauty. Morning Cream untuk pemaiakan pagi hari karena dilengkapi dengan SPF 15, dan Night Cream untuk pemakaian malam hari.

Kesan Setelah 10 Hari Pemakaian ...

1. Nyaman sekali, karena kulit benar-benar terasa lembab dan kenyal. Padahal kulit saya biasanya cenderung kering. Sensasi segarnya juga terasa sekali dan untuk saya pribadi menimbulkan efek semacam kecanduan untuk rajin-rajin merawat kulit. Maklum, sebelumnya saya tipikal cewek cuek yang merasa pakai rangkaian produk skincare adalah ribet dan buang-buang waktu :D

2. Bye-Bye kusam. Wel, Raiku ini bukan produk pemutih, jadi kulit kuning langsat semi sawo matang saya ya warnanya tetap seperti ini meski sudah hampir 10 hari pakai. Tapi yang membedakan adalah, sama sekali tidak ada kesan kusam yang tertinggal. Triiingg ...! kinclong aja gitu. Malah jadi malas pakai make up macem-macem karena bare face saja sudah nyaman. Mungkin cukup tambah pensil alis dan lipstik saja sedikit biar nggak pucat.

3. Tekstur, aroma, dan kemasan ok punya. Ga ada satupun produk yang lengket atau aromanya menyengat dan bikin pusing. Kemasannya juga standar besarnya. Tidak kebesaran atau kekecilan, jadi tidak ribet saat harus dibawa saat bepergian.

4. Cocok di kulit saya. Dalam artian tidak menimbulkan jerawat, bercak merah atau hal-hal pertanda alergi semacam gatal dan sebagainya. Padahal kulit saya termasuk sensitif lho untuk ukuran produk-produk untuk wajah.

5. Kalau memang harus menuliskan minusnya (percayalah, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan), saya merasa produk ini kurang cocok kalau kemudian harus ditemplokin make up. Entah karena faktor jenis make up yang saya pakai atau bisa jadi karena faktor lain, rasanya jadi terlihat kurang menyatu. Meski sudah menunggu setidaknya 15 menit sampai produk benar-benar meresap sempurna, masih menimbulkan kesan tidak mengunci pada make up. Kalau pakai produk Raiku Beauty, saya lebih memilih tidak pakai make up sama sekali. Dalam hal ini, pemakaian malam hari benar-benar seperti surga (halah! lebay!).
Pede tanpa make up dan filter kamera dengan Raiku


Nah, demikian review dari Mommy Ossas terkait produk Raiku Beauty Brightening Series ini. Overall Recomended. Sepertinya produk ini memang diformulasikan khusus untuk  kita-kita yang tinggal di daerah tropis.

Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak terkait produk ini bisa cek di :





0

Nobar dan Meet n Greet 3 Dara 2


Awal november kemarin, bersama kawan-kawan Blogger Palembang (Mbak Murni, Nindi, Bikcik Kartika, dan Bimo) dapat undangan nonton film 3 Dara 2 (Terima kasih Blogger Crony undangannya). Perjuangan tahu, karena lokasi nontonnya ternyata di OPI Mall yang berjarak 23 km dari kosan saya. Pffftt, iya... ujung ke ujung ini. Tak apalah, saya bisa sekalian nyobain naik LRT.

 Film ini merupakan sekuel dari 3 Dara yang rilis tahun 2015 lalu. Berkisah tentang tiga sahabat yakni Affandy (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan Richard (Tanta Ginting) yang mendadak mengalami kesulitan keuangan karena tertipu sebuah investasi bodong. Tak hanya uang miliaran, mereka juga harus kehilangan rumah, apartemen, dan kendaraan sehingga terpaksa harus numpang di rumah ibu mertua Affandy, Eyang Putri (Cut Mini).

Hal ini membuat geram ketiga istri mereka, yakni Aniek (Fanny Febriana), Grace (Ovi Dian), dan Kasih (Rania Putrisari). Alhasil, demi menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, mereka akhirnya bertukar peran. Para istri bekerja dan para suami dibebankan tanggung jawab mengurus rumah tangga. Dimulailah hari-hari kocak para suami yang terpaksa menjalankan tugas-tugas domestik rumah tangga seperti masak, mencuci, dan beres-beres rumah. Tugas-tugas yang semula dianggap remeh ketiganya mulai terasa seperti neraka. Bagaimana mereka keluar dari situasi sulit tersebut?

Bergenre komedi, film ini cukup sukses mengocok perut. Tora Sudiro jelas menunjukkan kelasnya. Namun yang tak kalah mencuri perhatian adalah  hadirnya sosok tangan kanan Eyang Putri yakni Jentu yang diperankan dengan apik oleh Soleh Solihun. Sosok ini benar-benar menyebalkan dan kemunculannya selalu berhasil mengundang gelak tawa di satu studio. Ceritanya ringan dan menghibur, dan sebetulnya enak dinikmati sampai akhir. Sayangnya, Bimo tanpa sengaja melontarkan prediksi yang sangat tepat terkait twist yang disiapkan film ini. Sehingga keasyikan menkmati film ini di akhir jadi sedikit berkurang (awas ya kamu, Bimo!!!)
Cast 3 Dara 2 | kapanlagi.com


Meski banyak adegan konyol yang mengocok perut, saya pribadi bisa menarik banyak pelajaran penting dan bisa dicatat untuk nanti kalau sudah berumah tangga. Antara lain, tentang bagaimana laki-laki dan perempuan yang memang memiliki peran berbeda namun harus saling mengerti dan memahami. Jangan merasa ingin menang sendiri. Selain itu, bagaimana peremuan juga  harus cerdas dan sigap dalam menghadapi badai rumah tangga di depan mata, khususnya yang terkait dengan masalah krisis finansial di mana faktor ini yang paling banyak jadi penyebab tingginya angka perceraian di negeri kita. Terakhir, meski pasangan bukanlah sosok sempurna dan ada kalanya penuh aib, adalah tugas kita untuk menutupi hal tersebut di depan orang lain. Adalah tugas kita membela belahan jiwa kita jika direndahkan oleh orang lain. (Well, saya benar-benar tersentuh dengan adegan Aniek, yang meski kesal setengah mati dengan Affandy, namun tetap membela suaminya itu di depan Eyang Putri).

Film ini bukan hanya cocok ditonton oleh pasangan yang sudah menikah, namun juga anak-anak muda yang ingin mendapat gambaran bagaimana kompleksnya kehidupan berumah tangga. Biar nggak cuma mikir enaknya saat resepsi doang. :D
Jangan kapok undang kami lagi ya :D

1




Prudential : Pasti dikasih Lebih | kucingdomestik.com



"Buat apa beli polis asuransi? Masih muda ini, masih sehat ini, masih jomblo single gini ...  
Ntar ajalah kalau udah nikah. Ntar ajalah kalau udah punya anak. Ntar ajalah kalau udah 
punya penghasilan tetap."
Sebagai anak muda yang hidup di era milenial seperti sekarang, 
pikiran semacam itu sering sekali mampir di kepala. Terutama kalau lagi
 disamperin Mbak-Mbak sales asuransi. Adaaa saja alasan untuk menolak atau menunda. 
Merasa tidak butuh begitu deh.

Tapi ..., benarkah anak muda tidak butuh asuransi?

Yang tepat itu justru sebaliknya lho. Pepatah bilang sedia payung sebelum hujan. Malah saat masih muda 
inilah seharusnya berani ambil langkah untuk proteksi diri di masa depan. Mumpung masih muda, 
mumpung masih sehat, mumpung belum banyak kebutuhan atau tanggungan lain seperti halnya orang-orang
 yang sudah berkeluarga. Dengan demikian, tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang membutuhkan dana
 besar di masa mendatang. 
Semua sudah siap.   Selain itu, untuk menjadi nasabah asuransi tidak harus punya pekerjaan tetap kok. 
Selagi masih bisa menyisihkan pendapatan yang diterima setiap bulannya, anak muda pun bisa menjadi nasabah 
asuransi. 
 
VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto | kucingdomestik.com

Hal itulah yang disampaikan VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto,
 Senin (24/9) lalu di Palembang. Kebetulan saya, dan beberapa teman-teman blogger berkesempatan menghadiri
 acara launching produk unit link terbaru Prudential, yakni  
PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru. Menurut Widyananto, dua produk ini 
merupakan sebuah inovasi dari Prudential untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
 “Kami terus meningkatkan keahlian kami, dan kali ini menawarkan kepada para nasabah dua inovasi produk
 unit link terbaru Prudential, yaitu PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru.”
Nah, buat kalian, generasi milenial yang mulai ingin berasuransi, boleh banget mencoba dua produk ini. 
Baik PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru, keduanya menawarkan fitur-fitur 
inovatif dan unggulan, yaitu :
1. PRUbooster Investasi: Nasabah akan mendapatkan tambahan Alokasi Investasi yang diberikan sejak polis 
terbit sebesar 5% dari Premi Berkala untuk 10 tahun pertama, dan untuk tahun polis selanjutnya akan diberikan 
sebesar 10% dari Premi Berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perdana di pasaran, di mana nasabah
 akan mendapatkan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya.
2. PRUbooster proteksi, merupakan pilihan meningkatkan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Dasar dan 
Asuransi Tambahan PRUlink term (jika ada) sebesar 5% setiap tahunnya secara otomatis tanpa seleksi risiko 
kembali sampai dengan Tertanggung berusia 55 tahun.
3. Alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama
4. 2x nilai uang pertanggungan apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan.
5. Tidak ada biaya administrasi, apabila menggunakan transaksi elektronik: e-policy, e-transaction statement 
dan auto debet rekening bank dan autodebet rekening, sesuai syarat dan ketentuan.
6. Beragam pilihan manfaat tambahan (riders) termasuk 2 rider baru, PRUtotal dan permanent disablement dan
 PRUcritical hospital cover, yang keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi
 sesuai toleransi risiko nasabah.
sesi diskusi dengan perwakilan nasabah prudential






Wah, kalau dipikir-pikir, tidak ada ruginya memang untuk gabung dengan asuransi. Kita-kita yang masih muda
 ini jadi mulai bisa mengatur keuangan untuk persiapan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan, atau 
sekadar untuk investasi. Kalau bingung, ada tim Prudential yang selalu siap membantu kok, langsung konsultasi 
saja. “Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang
 dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai 
dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih,” jelas Widyananto. “Dalam hal ini, produk unit link
 dengan ragam manfaat tambahan serta investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi
 kebutuhan di tahapan kehidupan berbeda.”

Generasi Milenial yang Siap untuk Proteksi Masa Depan

Kalau kita selalu punya uang untuk nonton bioskop, nongkrong di café, atau beli tiket konser artis kesayangan,
 kenapa tidak mulai menyisihkan sebagian uang kita untuk asuransi? Buat kalian yang ingin mulai memproteksi 
diri, ada promo free dua bulan premi untuk nasabah baru PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah 
Generasi Baru. Tapi harus cepet nih, berlakunya cuma sampai 31 Oktober 2018.

Jembatan Ampera tiangnya tinggi
Sungai Musi airnya berbuih
Ayo kalian, tunggu apa lagi?
Join Prudential, pasti dikasih lebih!


#PRUlinkGenerasiBaru
#PRUlinkSyariahGenerasiBaru
#PastiDikasihLebih


3





(tulisan ini juga tayang di akun kompasiana saya https://www.kompasiana.com/arakoo/5b760bf4c112fe698148f392/fitur-canggih-skutik-yamaha-aerox-155-bikin-nyaman-di-kota-tangguh-di-desa  )

 
         



Beberapa bulan setelah papa meninggal, mama saya di dusun kebingungan untuk akses mobilitas sehari-hari. Di dusun mama yang berjarak 30 km dari Jembatan Ampera itu tidak ada angkutan umum. Beliau juga kesulitan memakai motor tua peninggalan mendiang papa yang berkopling.  Saya sendiri tinggal terpisah (ngekos di kota Palembang) dan jelas tidak bisa "mengojeki" mama setiap hari. Dengan berbagai pertimbangan, pun dari pada pusing  berkepanjangan, akhirnya kami membeli sebuah motor baru untuk mama pakai.

Walau termasuk orang kampung dengan tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi,  selera mama untuk sepeda motor yang jadi tunggangannya itu rupanya sama sekali tidak kampungan. Bahkan harus saya akui, patut diacungi jempol. Dari sekian banyak jenis dan tipe yang ditawarkan saat menge-check di Thamrin Brothers, pilihan beliau jatuh pada skuter matik Yamaha Aerox 155 Yellow. 

Kesan pertama saya, desain skutik berbody lumayan bongsor ini benar-benar sporty. Sepertinya agak kurang pas jika dipakai perempuan, ibu-ibu lagi. Kaum perempuan kan biasanya lebih memilih tipe skutik yang desainnya girly ketimbang sporty. Motor ini jauh lebih cocok dipakai mejeng oleh anak-anak muda karena penampilan luarnya sangat keren. Tapi mengingat mama saya itu tipe wanita yang luar biasa tomboy dan berjiwa muda, jadinya ya cocok-cocok saja sih :D (lagian kualat lho kalau melawan mama, suka-suka beliau lah pokoknya mau pilih motor yang mana).

Awalnya saya pikir Yamaha Aerox 155 ini sama saja dengan skutik biasa. Namun begitu menjajal sendiri, skutik ini terasa sekali bedanya dengan skutik lain. Suara mesinnya saat menyala sangat halus, sampai nyaris nggak kedengaran. Tapi performanya sangat mantap dan bertenaga, tarikannya enteng, dan motor ini juga sangat gesit. Untuk dipakai di jalanan dusun yang tidak rata dan didominasi kecepatan rendah, motor ini stabil. Namun saat dibawa muterin kota Palembang yang jalanannya mulus nan rata dengan kecepatan tinggi juga sama stabilnya. 

Stabil di jalanan desa maupun kota



Menariknya, Skutik Yamaha Aerox 155 ini juga dilengkapi fitur-fitur canggih. Di antaranya Stop & Smart System yang berfungsi mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Favorit mama saya adalah desain bagasinya yang luar biasa luas (total 25 liter). Bisa memuat lebih banyak barang seperti belanjaan, helm, atau perlengkapan berkendara lainnya. 


Bagasi luas, helm-pun muat

Sebagai generasi milenial, saya sendiri jauh lebih tertarik dengan fitur Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget yang ada di laci bagian depan motor. Maklum, hari gini kebutuhan pokok kan terdiri dari sandang, pangan, papan, dan cas-an :D. Asyik deh, kalau dibawa touring ke luar kota pun bisa tenang tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai HP. 

Bagasi Charger di bagian depan motor



Tak hanya itu, Yamaha Aerox ini ternyata juga dilengkapi dengan fitur Smart Key System. Smart Key System ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci yang membuat berkendara semakin praktis dan aman karena disematkan fitur immobilizer dan answer back system untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor. Wah, untuk penyandang ADHD seperti saya yang sering lupa parkir dimana, fitur ini pastinya sangat membantu.

Fitur Smart Key System



Menurut mama saya (dan saya pribadi), motor ini benar-benar paket lengkap. Gaya dapat, kualitas dapat. Harga memang nggak bohong, sangat sesuai dengan kepuasan yang diperoleh. Tidak menyesal sudah membelinya. Recomended banget pokoknya!   

0

Yamaha GT 125 (dokumentasi pribadi)


Tidak terasa, empat tahun sudah saya tinggal di Kota Pempek, Palembang. Untuk keperluan mobilitas terkait kesibukan sehari-hari saya sebagai fulltimer blogger merangkap penulis konten di sejumlah website, sepeda motor masih menjadi pilihan utama. Selain lokasi event kegiatan yang harus diliput sering tidak tentu jaraknya (dan kadang tidak terjangkau angkutan umum), Palembang yang sudah masuk kota metropolitan ini mulai terkenal macetnya. Sepeda motor jelas lebih efisien dari segi waktu karena masih bisa menyelip sana sini di sela kemacetan. 
dilengkapi fitur keamanan


Ngomongin motor, saya punya Yamaha GT 125 yang sudah dibeli sejak 2014 silam lewat Yamaha Thamrin Brothers Karena warnanya hitam dengan sedikit hiasan silver, saya namai dia Si Kuro. Sepeda motor tipe matic memang jadi pilihan saya. Biasalah, namanya juga cewek. Pasti memilih tipe yang gampang dioperasikan. Tinggal gas dan rem tanpa ribet oper-oper gigi. Model Yamaha GT 125 ini juga OK punya. Meski ukurannya mungil, namun wujudnya tidak terlalu "girly". Sesuai banget dengan kepribadian saya yang rada tomboy.

Yang paling asyik dari motor kesayangan saya ini, perawatannya nggak ribet blass. Bayangkan, empat tahun dengan pemakaian rutin setiap hari muterin Palembang, Yamaha GT 125 punya saya ini belum pernah mengalami kerusakan parah. Eh, pernah ding. Satu kali sekitar 2 tahun lalu karena kecelakaan (ditabrak mobil dari belakang). Namun setelah diservis di bengkel resmi Yamaha, performa kembali baik. Selebihnya ya hanya perawatan rutin di bengkel model ganti oli, mengencangkan rantai, atau ganti ban.
 
Si Kuro sedang mandi (dokumentasi pribadi)
 


Oh iya, saya ini kan penyandang ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) alias Gangguan Fokus dan Hiperaktivitas. Saya suka lupa hal-hal remeh seperti mengunci motor dengan benar misalnya. Namun berkat fitur keamanan yang sudah terpasang di Yamaha GT 125 benar-benar sangat membantu. Seperti Smart Stand Switch yang berguna ketika mesin mati namun kunci belum dalam posisi off, maka akan ada nada tanda berkedip pada lampu spidometer. Demikian pula dengan mesin yang otomatis akan mati jika standar samping dibuka saat mesin hidup.
Ready? Go!!!


Yang paling penting, Yamaha GT 125, seperti halnya motor keluaran Yamaha lainnya benar-benar sangat irit. Sejak hari pertama pembelian, Si Kuro ini hanya saya “minumi” pertamax. Dengan selalu menggunakan bahan bakar berkualitas, performa, kecepatan , dan kestabilannya jadi lebih terjamin.

Kesimpulannya, setelah 4 tahun memakai Yamaha GT 125 ini saya belum pernah dikecewakan. Saya tidak tahu apa tipe ini masih diproduksi apa tidak. Sepertinya tidak lagi. Namun banyak tipe Yamaha keluaran terbaru yang bisa dipilih. Untuk matic bisa dicoba tipe Nmax yang body-nya lebih bongsor. Mau yang lain? Cek saja sendiri di Thamrin Brothers.
Yamaha semakin di depan!


1

Author

authorHalo, Saya Ara Niagara dari Palembang, Penyayang kucing super random dan ADHD person.
Learn More →



Labels