Menu
Recent Post


Scarlett Brightly Essence Toner


Saya suka boba, terutama kalo ada embel-embel brown sugar-nya. Tapi ya tahunya boba itu ya diminum, bukan dipake skincare-an. Lha ini Scarlett malah keluarin produk skincare baru berupa toner yang ada bobanya. Eh, beneran ini lho. Nggak percaya? Nama produknya Scarlett Brightly Essence Toner (CMIIW, ada varian acne series-nya juga kalo nggak salah khusus untuk kalian yang jerawatan). 


Di tulisan kali ini, saya akan review pemakaian Scarlett Brightly Essence Toner. Produk ini baru dikeluarkan Scarlett untuk melengkapi rangkaian produk Facecare Brightly series yang udah ada sebelumnya. 


Berawal dari khilaf harbolnas berapa minggu lalu, paket berisi Scarlett Brightly Essence Toner-nya sampai juga ke Jogja. Buat yang belum tahu, saya begitu menikah udah nggak tinggal di Palembang lagi, tapi ikut suami ke Jogja. 


Reaksi pertama pas buka? Langsung excited dong, karena ternyata beneran ada butiran-butiran boba yang berendam di dasar kemasannya. Jadi pengen segara minum, eh pake… soalnya langsung kebayang segarnya. 


Btw karena ini toner, pemakaiannya tentu dibarengkan dengan rangkaian produk face-care Scarlett lain yang udah rutin duluan saya pakai karena cocok. Macem facewash, day n night cream, juga serum. 


Wah, keren juga nih Scarlett, makin lengkap aja produk-produk perawatan kulitnya. Next tolong cleanser-nya sekalian ya Mbak Felycia Angelista😘


Bhaiquelah, ga usah kebanyakan intro, berikut review-nya gaes… 



Packaging Cantik dan Aman


Waktu pertama kali keluarin dari kotak, langsung jatuh cinta lho sama kemasan toner Scarlett ini. Seperti rangkaian brightly series lainnya, warnanya pink cantik yang manjain mata. Kemasannya didesain macem spray alias pake pump sehingga tidak mudah tumpah. Bahkan misal sekalipun lupa nutup. Tinggal pencet secukupnya, taro di kapas, aplikasikan deh. 



Tekstur Ringan dan Sensasi Segar


Sebenernya tekstur essence toner scarlett whitening nyaris sama saja dengan toner pada umunya. Wujudnya cair, ringan dan mudah sekali menyerap di kulit. Aromanya juga lembut dan sopan banget masuk ke hidung. 


Namun sensasi berbeda langsung berasa Bedanya saat toner di aplikasikan. Saya agak kaget sih waktu pertama kali pakai, karena terasa dingin di kulit dan ada sensasi nyelekit nyelekit yang agak perih gitu sehingga agak kurang nyaman. Kulit saya memang agak sensitif kalau baru ganti produk. 


Tapi setelah terbiasa pemakaian beberapa hari, makin lama makin nyaman dan segar. Saya justru malah jadi nagih dengan sensasi yang tadinya terasa nyelekit itu. Ibarat makanan atau minuman itu semacam ada kandungan mint-nya. Bedanya ini terasa di kulit, bukan di lidah. 


Segar. 




Kandungan Boba yang Kaya Manfaat




Jadi Scarlett Essence Toner ini bukan cuman toner biasa. Toner ini mengandung essence yang mengandung manfaat lebih banyak dari toner kebanyakan. Kalau toner pada umumnya punya fungsi menyeimbangkan pH kulit setelah cuci muka, essence bermanfaat memberikan kelembaban dan juga menutrisi kulit. Wah, double double dong manfaatnya. 


Seperti yang udah disinggung di atas, yang bikin saya tertarik beli pertama kali itu ya penampakan bobanya. Jadi, di Scarlett Essence Toner ini ada buliran buliran beads mirip boba gitu gaes. Tapi warnanya pink. 


Nah, rupanya itu boba bukan sembarang boba, tapi mengandung Niacinamide yang dapat mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam dan menyamarkan pori-pori besar.


Dicombo dengan kandungan lain dalam tonernya seperti Vitamin C, Glutathione, Witch Hazel Extract, Jeju Propolis Extract, Allantoin, Niacinamide dan Grape Water, Scarlett Brightly Essence Toner ini jadi punya manfaat lebih secara keseluruhan. Antara lain :


Mencerahkan kulit

Menghidrasi dan melembapkan kulit

Menenangkan kulit dan meredakan peradangan

Menyamarkan pori-pori

Meregenerasi sel-sel kulit

Membuat kulit lebih halus dan kenyal


Dengan sederet manfaat yang beragam itu, Scarlett Brightly Essence Toner ini cocok banget buat  yang memiliki keluhan kulit kusam atau mulai takut dengan penuaan karena umur makin nambah kaya saya. 



Efek Setelah Pemakaian Rutin Satu Minggu


Efek pemakaian skincare setiap orang beda-beda ya, tapi untuk saya, efek yang dirasakan setelah rutin memakai Scarlett Brightly Essence Toner ini cukup signifikan. 


Meski bisa diaplikasikan langsung ke wajah, saya lebih suka memakai media kapas terlebih dahulu. Dan pemakaiannya dibarengkan dengan rangkaian produk Scarlett facecare Brightly Series yang lain seperti Facial wash, serum, juga day/night cream. 


Hasilnya? Lebih maksimal. Jika sebelumnya saya agak bermasalah dengan area T-Zone karena tipe kulit saya cenderung kombinasi, setelah pemakaian essence toner ini jadi lebih oke. Rasa lembapnya lebih merata. 




Meski belum terlihat banget perbedaannya dalam satu dua kali pemakaian, setelah satu minggu terlihat sekali. Noda gelap tersamarkan, bintik milea mengempis, dan 

wajah jadi lebih cerah. 


Hmmm, boleh ini sepertinya dipakai terus. 



Kesimpulan





Terobosan baru Scarlett dengan meluncurkan produk essence toner ini bagus banget. Terlebih dengan harga Rp 75.000 untuk kemasan 100 ml, ini worth it banget karena hasilnya maksimal. 


Selain itu, produk Scarlett Whitening, termasuk essence toner ini mudah didapat, terlebih di marketplace. Ada official account-nya. 


Tapi yang terpenting buat saya, semua produk Scarlett ini sudah teruji aman karena terbukti bebas kandungan mercuri dan hydrocuinon. Sudah teregistrasi juga di BPOM. 


Nah, apa kalian pakai Scarlett juga? Atau Berminat nyobain? Tulis di kolom komentar ya… 

0


Ragi Story #RagiStory


Yosh, dua bulan berlalu sejak saya dan Nugi resmi menjadi sepasang suami istri. Masa-masa indah, mesra-mesraan, honeymoon khas pengantin baru katanya. Saya cuma nyengir kuda. Iya sih, banyak yang indah, tapi bukan berarti sama sekali tanpa masalah. Bunga-bunga boleh bermekaran, tapi munculnya duri juga kadang tak terhindarkan.

Di tulisan kali ini, saya mau sharing soal masalah-masalah yang terjadi di dua bulan pertama pernikahan. Apa yang saya tuliskan bisa dialami pasangan yang lain, bisa juga tidak. Issokee, setiap rumah tangga itu punya kisah sendiri kan?

Langsung saja, berikut 5 masalah di dua bulan pertama pernikahan versi #RagiStory, it's our story, a journey to stay happy.

1. Adaptasi



Di balik kemesraan, ada proses adaptasi yang ga gampang


Saya sudah tahu masalah adaptasi ini akan jadi PR sejak jauh sebelum menikah. Saya sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Namun tetap saja, ketika harus menghadapi langsung, rasanya cukup arrrggghhh juga ternyata.

Adaptasi ini meliputi segala aspek. Mulai dari ber-culture shock ria dari kehidupan "bar bar" Sumatera ke "Inggih inggih" Jogja, hingga berdamai dengan kebiasaan atau pola pikir pasangan yang bertolak belakang dengan diri sendiri.

Saya tahu, tidak mudah untuk Nugi menerima sprei kamar kami bisa SANGAT awut-awutan kalo saya yang tidur (atau goleran), lalu malas merapikannya lagi. Saya juga masih harus belajar banyak-banyak "istighfar" kalo Nugi luluran dulu setiap mandi, atau ngitungin nasi dulu setiap makan.

Saat menghadapi situasi yang tidak sesuai ekspektasi di luar sana, Nugi capek lihat saya over-react dan pengennya nge-gas terus, sementara saya frustrasi lihat Nugi memilih jalur diplomasi untuk hal-hal yang harusnya lebih pas untuk "langsung tonjok" sekalian.

Namun adaptasi terberat justru bukan ketika menghadapi faktor eksternal (pasangan, orang lain, lingkungan, dll), namun justru di proses internal alias diri sendiri. Ini yang luput saya dan Nugi persiapkan dengan porsi lebih sebelum pernikahan.

Kami ternyata sama-sama butuh waktu untuk menerima kalau kami sudah menikah. Yang berarti harus merelakan nyaris segala privilege saat masih single. Ini benar-benar berat karena yang dilawan adalah diri sendiri.

Kami gantian aja down, terutama di bulan pertama. Kami sama-sama tertekan "merindukan kehidupan single". Bedanya, saya lebih ekspresif, ditambah mental yang belum stabil, saya pun meledak. Tercatat di 3 kali weekend berturut-turut emosi saya meledak tak terkontrol.

Sebaliknya, Nugi tipe yang mendem. Dia diam, selalu diam. Tapi saya tahu dia sama tertekannya seperti saya. Ada satu momen ketika saya meledak, Nugi juga terduduk menangis sesenggukan. Dan entah gimana saya tahu, di momen sekali itu Nugi tidak menangis karena saya, atau frustrasi ngadepin kelakuan saya, namun lebih karena sudah nggak tahan dengan apa yang dia pendam sendiri selama ini.

Manusia bukan robot. Selempeng-lempengnya, sewoles-wolesnya, manusia selalu punya batas memendamnya sendiri.

Tips saya untuk kalian yang belum menikah dan akan menikah, sempatkan lah diri terlebih dahulu untuk say goodbye yang proper dengan kehidupan singlemu. Ini bukan soal bridal shower atau pesta bujangan yang terkesan "ceremonial" dari luar, namun lebih ke dalam dirimu. Personal dan intim. Hanya kamu dan dirimu.

Karena sebahagia apapun saat menyambut dan memasuki pernikahan, faktanya menikah memang mengubah banyak hal. Bahkan tak sedikit pula yang harus direlakan dan hilang.

Sekuat apapun mental kita, proses kehilangan dan mengikhlaskan itu tidak pernah gampang. persiapkan diri kita lebih untuk ini.


2. Komunikasi


Suatu hari saya ngomong ke Nugi untuk yang ke-sejuta kalinya soal cara jemur baju.

"Mas, kalo jemur dalemanku, tolong jangan diumbar-umbar. Bisa diselipkan di sela baju, yang penting jangan langsung kelihatan orang. Malu..."



"Iya, " jawab Nugi sambil tetap menjemur seperti ini.



***

Well, udah banyak yang bahas sih ya, kalau soal komunikasi ini. Saya dari pacaran sama Nugi, ngomong blak blakan aja masih suka salah salah paham… apalagi kode-kodean. So, sebisa mungkin kami nggak main kode-kodean dalam bentuk apapun.

Saya merasa komunikasi saya dengan Nugi sudah terbangun cukup baik selama pacaran. Kami sama-sama suka ngobrol dan terbiasa berbicara tentang apapun termasuk perasaan masing-masing. Tapi tetap saja ada duri-duri kecil yang rasanya masih saja terus mengganggu.

Di samping masih suka amazed dengan bisa segitu njomplangnya perbedaan pola pikir antara laki-laki dan perempuan, masalah saya terkait komunikasi adalah terlalu emosional. Sulit sekali ngomong biasa tanpa nge-gas atau air mata.

Sementara Nugi… tipikal yang selalu menghindari konflik. Nugi itu tipe yes boy, yang auto iya-iya misal saya bilang sesuatu sekalipun dia ga sepakat. Dia bilang "iya" demi bikin saya berhenti ngomel. Padahal di belakang, ya nggak dilakukan juga "iya"-nya itu karena punya pemikiran sendiri.

Ini bikin saya frustrasi. Buat Nugi itu demi menjaga stabilitas dan kedamaian rumah, tapi buat saya itu sama aja bohong. Dan saya lebih suka diajak debat dan adu argumen sekalian ketimbang dibohongi. Iya bilang iya, enggak bilang enggak. Lebih dari itu berasal dari si jahat. Hohoho…

Tapi ya namanya juga lelaki Jogja yang terbiasa unggah ungguh, memang ga bisa juga sih ya ujug ujug langsung nyablak kaya wong Palembang. So, kalau sudah begini, memang balik ke poin satu tadi : adaptasi.

Ya. Kami masih berproses untuk mencari formula yang paling enak, jalan tengah terbaik untuk mengatasi masalah komunikasi yang kaya gini. Semangat! Pasti bisa!


3. Finansial



Saya bersyukur dengan segala drama lamaran dan pemberkatan kami di dua kota (Palembang dan Jogja), kami nyaris tidak meninggalkan utang. Kecuali sedikit tagihan CC Nugi yang saat itu terpakai untuk tiket pesawat keluarganya dan bisa segera dilunasi.

Sesuai ekspektasi, rangkaian pernikahan sederhana sesuai kemampuan, dan tidak meninggalkan beban finansial setelahnya. Kami cukup percaya diri ketika memulai pembukuan. Dengan coret-coretan kasar rencana anggaran bulanan, kami optimis kalo uang dan gaji kami akan lebih dari cukup untuk hidup sampai payday selanjutnya.

Kenyataannya?

Baru tengah bulan, saldo kami minus dong πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Baru tanggal 13, saldo sudah minus πŸ˜‚

Meski kata Alkitab jangan khawatir tentang apa yang kamu makan atau pakai, ngeliat saldo udah minus ratusan ribu aja sementara tanggal gajian masih lama bikin panik juga. Ada rasa frustrasi juga karena merasa gagal mengelola keuangan. Padahal gaji seorang content director Bandung untuk standar hidup di Jogja HARUSnya kan bukan cuma sekadar cukup ye kan, tapi surplus plus plus plus. Ini malah minus 😭😭😭

Beruntung, kami punya pembukuan sederhana yang mencatat setiap aliran dana masuk dan keluar di rumah tangga kami. Dari sana, kami mulai analisa apa yang salah. Bagian mana yang ga pas. Keran mana yang bocor sehingga harus segera ditutup?

Hasil analisa kami, ada beberapa faktor yang bikin saldo kami minus padahal merasa diri sudah tidak boros-boros amat dan biaya hidup kami sehari-hari "segitu-gitu aja". Rupanya ada banyak pengeluaran untuk perabotan baru untuk kebutuhan awal tinggal di kontrakan kami. Kompor dan teman-temannya itu harganya sekilas terjangkau, bahkan beberapa item sangat murah, namun lumayan menguras anggaran rupanya.

Lalu ada biaya transport kami saat Nugi harus menjemput saya di Palembang setelah mengantar mama. Juga tagihan rutin bulanan yang harus dibayar bareng di waktu berdekatan (kos Nugi di Bandung, tagihan CC, BPJS, asuransi, termasuk persepuluhan untuk gereja, dll).

Sebagian besar memang "bukan salah kami". Ya sudah kebutuhannya saja begitu Namun harus diakui, ada juga sejumlah "kekhilafan" yang sepenuhnya tanggung jawab kami. 

Jadi, entah bawaan selama ini LDR dan nyaris nggak pernah merasakan pacaran yang proper atau memang masih banyak bunga-bunga cinta manten baru, kami rupanya cukup sering ngedate dan makan di luar. Well, tidak sering-sering amat sih sebetulnya, tapi karena bulan pertama kebutuhan lain betul-betul membengkak, jadinya biaya ngedate ini terasa cukup menguras saldo.


Asyik jalan dan kulineran terus, sampai ga sadar saldo udah minus

Yah, karena nasi sudah kadung jadi bubur, kami cuma bisa memohon pada Sang Tukang Bubur Agung itu agar bubur kami ditambahin suwiran ayam, bawang goreng, dan daun seledri biar tetep enak dimakan. Kami minta tolong pada Papi di Surga, agar kami bisa melewati bulan ini. Disertai janji dan komitmen kalau next akan lebih bijak lagi mengatur keuangan.

Sungguh, Puji Tuhan, penyertaan-Nya sungguh nyata di kehidupan rumah tangga kami. Tangan-Nya ga kurang panjang untuk ngasih makan kami lewat berbagai jalan. Angpao-angpao susulan, invoice yang cair, job-job receh namun cairnya instan, promo Shopee food, dll menyelamatkan kami bulan itu. Surprisingly, di akhir bulan saldo kami malah surplus dan masih bisa nabung. Ya, matematika Tuhan memang kadang terlalu ajaib untuk dimengerti.

*

Selain masalah kontrol keran pengeluaran, ada masalah finansial yang kami hadapi lagi yakni transparansi dan perkara penentuan skala prioritas. Ada satu momen saya meledak marah ke Nugi karena dia mengirim dana tagihan listrik rumah mamak tanpa sepengetahuan saya.

Tolong digarisbawahi, TANPA SEPENGETAHUAN SAYA. Tranparansi buat perempuan itu mutlak hukumnya. Tranparansi juga adalah syarat yang saya minta ketika waktu masih pacaran kami memutuskan bahwa semua uang nanti Nugi yang pegang begitu menikah. 
Saya nggak masalah lho Nugi kasih orang tua berapa pun asal duitnya ada, toh itu juga dia yang cari, terserah mau buat apa. Tapi apa susahnya sih bilang dulu? Saya kalau Nugi udah "ngumpet-ngumpet" begitu jadi overthinking, apa image saya sejahat itu sampai kamu mikir saya akan larang kalau bilang dulu? Apa saya segitu ga bisa dipercaya-nya ya? Saya ini dianggap apa sih sebenernya sama kamu, dll, dsb, dst, dkk. Panjang ayatnyo kalo kata orang Palembang.

Saya juga sangat tersinggung ketika Nugi dengan entengnya minjemin uang 100 k ke kerabat, padahal saldo pembukuan kami sudah di ambang minus. Meski dia izin dulu ke saya, dan saya ga kuasa menolak, di mata saya Nugi sudah keliru menentukan skala prioritas. Saat itu jatah belanja harian saya yang biasa 50-100 k saja sudah dipangkas jadi 30 k karena sudah tahu harus berhemat. Tapi kok bisa-bisanya keluar 100 k buat orang lain. Buat saya Nugi sudah berlaku tidak adil. 

Penentuan skala prioritasnya harus diluruskan dulu. Rumah tangga sendiri dulu, baru ortu dan keluarga, baru yang lain. Syukurlah ketika masalah ini kami bicarakan baik-baik, Nugi mengakui kesalahannya. Dia tidak bermaksud jahat atau tidak adil ke saya, namun memang masih perlu waktu beradaptasi. 

Nugi berjanji akan lebih memprioritaskan keluarga kecilnya terlebih dahulu dan tidak akan "ngumpet-ngumpet" lagi. Tentu saja Nugi ga cuma omdo. Nugi berubah drastis hanya dalam hitungan hari. Sekarang dengan kondisi keuangan kami yang mulai stabil, Nugi bahkan sudah macam sugar daddy-nya Ara. 

Saya minta apa selalu iya, selalu oke. Kadang, saya malah harus mengingatkan Nugi untuk pisahkan langsung yang pos khusus untuk orang tua biar ga kepake untuk yang lain-lain.


Ada sedikit tips yang saya dapat dari mendiang Mbah Kakung saat masih hidup terkait ngasih orang tua setelah menikah yang saat ini kami praktikkan. Kalau mau ngasih ortu suami, sebaiknya istri yang menyerahkan. Sebaliknya, kalau mau kasih ortu istri, suami yang menyerahkan. Penjelasannya sederhana, seorang anak kalau baik sama ortu sendiri itu biasa, tapi menantu yang baik akan jadi penghiburan luar biasa untuk para mertua.


4. Keluarga Besar


Keluarga besar kami yang kecil


Soal ini pengen saya bahas di postingan sendiri karena complicated. Tapi intinya begini, benar kalau orang bilang ketika menikah itu bukan cuma harus siap menikahi pasangan, tapi juga seluruh keluarganya.

Yang rempong pas hari H ga cuma mempelai, tapi keluarga besar juga. Yang perlu adaptasi dan menerima kenyataan kalau kehidupannya berubah itu nggak cuma mempelai, tapi keluarga besar juga.

Semacam itulah. Ada banyak emosi. Ada banyak kegelisahan terkait keluarga besar ini. Baik dari keluarga saya maupun keluarga Nugi.

Tips dari saya untuk yang belum nikah terkait ini, tinggallah sejauh mungkin dari keluarga besar masing-masing saat baru menikah (kalau memungkinkan) kelak. Proses adaptasi dalam rumah sendiri aja sudah cukup berat untuk dihadapi soalnya. Tinggal jauh dari keluarga besar akan kasih kita ruang dan waktu untuk lebih leluasa menata diri serta hati demi menerima dan berdamai dengan semua perubahan yang menguras energi.

Kata orang tua dulu gitu kan? Jauh bau wangi, dekat bau tahi πŸ˜‚πŸ˜‚


5. Seks


Part ini juga sesungguhnya ingin dibahas sendiri juga. Tapi saya masih maju mundur. Masih bingung juga apakah yang seperti ini patut diulas untuk publik?

So, saya dan Nugi juga mengalami masalah ranjang. Saya yakin, kalau saya sharing soal ini, akan ada banyak pasangan baru yang mungkin mengalami masalah seperti kami ini akan terbantu. Karena puji Tuhan, kami sudah berhasil mengatasinya. Kalaupun tidak, semoga bisa kasih pesan "hey, you're not alone, dear... "

Tapi untuk saat ini, saya belum siap mental untuk bahas ini. Cuma bisa kasih spoiler sedikit, bahwasannya urusan seks itu bisa amat sangat bikin frustrasi banget ternyata, terutama untuk para newbie.

Ketika masih single dan lagi sange suka berpikir, enak ya kalau udah nikah bisa bebas ngewe, ga ada beban, kapan aja bisa, ga perlu takut misal jadi anak… oh, sekarang saya sungguh mau bilang, tidak semudah itu, Ferguso!

Seks. Tidak. Sesederhana. Itu.

Kalau pengantin baru bisa lancar dan langsung bisa menikmati hubungan seksual, maka bersyukurlah. Itu anugerah. Nggak semua pasangan seberuntung itu.

Ketika galau menghadapi masalah ini, saya memberanikan diri curhat kepada seorang sahabat cewek yang sudah lebih dahulu menikah. Saya butuh pelukan seorang teman dulu, sebelum harus konsultasi ke profesional (misalnya perlu banget). Surprisingly, sahabat saya ini ternyata mengalami masalah yang sama, bahkan belum teratasi sampai sekarang meski sudah hitungan tahun menikah. 

Ini bikin saya berpikir, jangan-jangan masalah ini sebenernya cukup umum ditemui, hanya tidak ada (atau jarang sekali) yang mau membahasnya terang-terangan. Tahu lah ya, orang kita kaya'nya masih susah bedain seks edukasi dengan konten porno. 

Btw, boleh kok kalau mau menebak-nebak dulu apa persisnya masalah ranjang kami ini, tapi kalau saya ditanya masalahnya di saya atau Nugi, saya pastikan jawabannya : keduanya.

Tapi masalah yang sempat kami alami ini membuat saya kian mengerti, kenapa hubungan seks memang sebaiknya baru dilakukan dalam ikatan pernikahan kudus. Karena ketika hubungan seksual dilakukan dengan tidak hanya bermodal nafsu, seks memang benar jadi sekudus, semanis, dan seindah itu.

Saya dan Nugi sama-sama menyebutnya : kado. Kado yang teramat manis, terlebih karena harus berjuang dan nangis-nangis dulu sebelum membukanya. Hehe... 


Mau berapa ronde malem ini, Om? 

Penutup

Pernikahan kami baru seumur jagung. Jalan kami masih panjang. Cerita kami baru dibuka. Belum ada apa-apanya.

Tapi ini sudah cukup untuk mengerti, bahwa segala sesuatu ada musimnya. Bunga ga selamanya mekar, duri-duri juga ga selalu melukai. Ada hikmah dari musibah, ada berkat di balik persoalan.

Tulisan ini dibuat sebagai pengingat cerita sekaligus penyeimbang, karena di sosmed kami sepertinya kebanyakan pamer bunga-bunga kemesraan. Saya cuma bisa bilang, aslinya ga selamanya begitu.

Jangan cuma terjebak dengan ilusi gemerlapnya pemberkatan atau resepsi, sampai habis segala energi dan upaya untuk satu hari itu.

Jangan menikah kalau cuma mau lari dari masalah. Atau cuma bosan dengan kehidupanmu yang sekarang. Percayalah, kalau begitu nanti cuma akan semakin bosan dan masalahnya akan berlipat-lipat.

Menikahlah saat sudah menemukan orang yang tepat. Menikahlah dengan kesiapan. Menikahlah di waktunya Tuhan.


Salam dari Sleman,

Bonus : 

Marco alias Komar, anabul ibu kontrakan yang tiap hari mampir nagih jatah keamanan tikus

12

 

OMEN BY HP & VICTUS BY HP, Laptop Gaming Terbaru Incaran Para Gamer


Zaman sekarang ini nge-game udah jadi bagian dari gaya hidup ya? Bahkan gamer sudah diakui sebagai profesi tersendiri yang cukup menjanjikan karena dapat meraup untung berlimpah. Meski demikian, ada pula yang hanya menjadikan game sebagai pelepas penat di sela-sela kesibukan. 


Belum lama ini, saya bersama rekan-rekan blogger berkesempatan ikut dalam sebuah launching dua laptop gaming terbaru produksi HP. Sekalipun bukan seorang gamer profesional, saya langsung jatuh hati kalau mendengar pemaparannya secara langsung meski hanya virtual. 



Lebih lengkap, akan segera saya ulas di postingan ini, ya… 



OMEN BY HP


OMEN BY HP



Laptop terbaru OMEN by HP 16 inch inh jelas merupakan incaran para gamer. Dengan spesifikasi yang jelas bukan kaleng-kaleng, laptop ini memanjakan para penggunanya dengan sejumlah fitur, yakni :



Immersive Visuals: Gameplay serba cepat tersuguhkan dengan luar biasa dalam panel IPS FHD5,6144Hz dan 100% sRGB. Untuk pertama kalinya pada Laptop OMEN, rasakan warna low blue light yang akurat dengan TUV+Eyesafe®6 dan Flicker-Free untuk menjaga mata tetap segar selama sesi gaming yang panjang. Visual yang cerah juga ada pada keyboard, dengan per-key RGB lighting diintegrasikan dengan OMEN Gaming Hub Light Studio untuk mendapatkan tampilan yang sesuai dengan tema pengaturan game apapun.


Thermal Advances: Sistem pendinginan efisien dibuat mudah dengan OMEN Tempest Cooling Technology, yang memiliki Dynamic Power, Performance Control dari OMEN Gaming Hub, dan Undervolting7. Fitur ini mengelola sistem internal dengan menghapus sumber daya yang berat secara efisien.


Gusts of Energy: HP terus berinovasi dalam desain internal dengan bilah kipas yang 2,5 kali lebih tipis dan jumlah bilah yang lebih banyak 200% dibandingkan dengan OMEN 153. Hal tersebut meningkatkan aliran udara untuk memenuhi tuntutan daya internal yang kuat. Selain itu, sesi bermain game juga dapat berlangsung lebih lama dan dapat dilakukan di mana saja, dengan kapasitas baterai yang meningkat dari 52.5Whr menjadi 83Whr4, dan masa pakai baterai selama 9 jam. 


Expand, Last, Fast: Perluasan yang sangat cepat dan sederhana dengan akses single-panel ke SSD dan RAM melalui sekrup kepala Phillips di dasar kedua laptop memudahkan pertukaran perangkat keras. Bermain game online juga tidak akan tertinggal dengan Wi-Fi6E8 dan 1x port Thunderbolt 49 yang menyediakan satu port universal untuk konektivitas yang mudah.


Greener Gaming: HP memperkuat kepemimpinannya dengan menawarkan portofolio PC paling ramah lingkungan di dunia11 dengan laptop OMEN by HP, yang bersertifikat Energy Star12 dan terdaftar pada EPEAT Silver®13. 



VICTUS by HP 


VICTUS by HP



Dilaunching di hari yang sama, VICTUS by HP tampil dengan desain elegan dalam 3 pilihan warna memukau, yakni  yaitu mica silver, performance blue, dan ceramic white. Semuanya dilengkapi keyboard backlit standar dengan font unik yang tersedia di perangkat OMEN. Fitur lainnya termasuk: 


Powerfully Compact: Layar 16 inci dengan opsi hingga FHD 144 Hz refresh rate, layar flicker-free, dan terasa seperti laptop 15 inci untuk kepraktisan pemakaian sehari-hari. Piksel yang bergerak lebih cepat dari sebelumnya dengan grafis yang didukung hingga NVIDIA® GeForce RTXTM 3060 Laptop GPU 6 GB. Kecepatan secepat kilat dan gameplay yang responsif dengan opsi hingga prosesor Intel® CoreTM i7- 11800H2 atau Mobile Processor AMD RyzenTM 5000 Series2 dengan memori DDR4 3200 MHz 16GB yang dapat ditingkatkan hingga 32GB.


Chill Drives: Ventilasi belakang yang lebar meningkatkan efisiensi termal yang didukung oleh aliran udara lima arah dan desain pipa four-heat membantu menjaga semuanya tetap dingin ketika aksi gaming memanas. Dengan opsi HINGGA 512GB PCIe® NVMeTM M.2 Gen4 SSD yang dapat ditingkatkan hingga 1TB, pendinginan laptop ini cepat dan sederhana untuk bermain game dan aktivitas lainnya.


Ultimate Control: Sudah dilengkapi OMEN Gaming Hub untuk memanfaatkan fitur internal yang kuat seperti Performance Mode dan System Vitals untuk membantu game berjalan dengan baik dan meningkatkan pengalaman bermain game dengan cara baru dan menarik. Network Booster dapat memprioritaskan bandwidth Anda untuk game dan aplikasi yang aktif, sehingga mengurangi jaringan lagging saat Anda bermain atau streaming.


Victus by HP 16 dibuat secara ramah lingkungan dengan plastik ocean bound daur ulang yang digunakan dalam pembuatan boks pengeras suara dan dasar bawah sasis14 serta kotak luar dan bantalan serat yang 100% ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.




OMEN dan VICTUS BY HP, Incaran Para Gamer





Baik OMEN maupun Victus by HP menjadi laptop incaran para gamer karena sama-sama menghadirkan teknologi Max-Q generasi ketiga NVIDIA yang menggunakan AI dan sistem optimal baru untuk membuat laptop gaming memiliki performa lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. 


Dengan spek level dewa, Laptop OMEN by HP 16 bisa dimiliki dengan harga dimulai dari Rp 24.999.000. Sementara itu, Laptop Victus by HP 16 dirilis dengan Rp 18.999.000.



Nah, kalian mau yang mana?

1

Scarlett Glowtening Serum


Waktu pertama kali tahu Scarlett mengeluarkan produk baru yakni Scarlett Glowtening Serum beberapa bulan lalu, saya langsung semangat 45 memesan. Selain udah kadung cocok dengan rangkaian produk perawatan wajah Scarlett (ulasan lengkap di sini), saya memang lagi getol-getolnya melakukan perawatan ekstra demi menyiapkan hari pernikahan.

Yup, bulan ini, tepatnya tanggal 11 September nanti, saya akan sah mengakhiri masa lajang. Upacara pemberkatan rencananya akan berlangsung di sebuah gereja di Yogyakarta. Dalam beberapa hari terakhir ini, saya sudah sibuk banget dengan agenda lamaran dan sesi foto prewedding.

Seperti pasangan lain pada umumnya, tingkat stress saya jelang hari H lumayan tinggi. Terlihat dari mood swing yang rutin terjadi dan somehow jadi super sensitif. Biasanya, dalam kondisi stress begini, jerawat saya akan muncul bergantian. Namun untunglah, kali ini tidak terjadi. Wajah saya masih mulus-mulus saja sepertinya. Dan malah makin cerah dengan tekstur kulit jadi lebih baik.

Apakah ini berkat pemakaian rutin produk Scarlett Glowtening Serum ini ya? Hmmm… yuks simak ulasan lengkapnya.

Packaging

Kemasan serum yang aman

Seperti biasa, packaging alias kemasan produk-produk Scarlett itu memuaskan. Waktu saya order Scarlett Glowtening Serum dari website aslinya, nyampenya cepet tapi sama sekali nggak ada kerusakan di kemasannya. Nggak ada rembes, bocor, atau cacat produksi dari produknya.

Kemasan Scarlett Glowtening Serum ini mirip dengan kemasan Scarlett Brightening Serum yang saya miliki sebelumnya. Terdapat pengaman di dalam kotaknya sehingga botol mungil itu terlindungi dari guncangan atau benturan.

Seperti produk perawatan wajah pada umumnya, kemasan Scarlett Glowtening Serum 15 ml ini memberikan informasi lengkap terkait komposisi, cara pemakaian, kode BPOM hingga tanggal expirednya. Aman.

Kandungan dan Manfaat
Saya termasuk tipe orang yang teliti membaca komposisi produk skincare. Jika tidak yakin dengan kandungan yang tertera di dalamnya, saya tidak berani coba-coba.

Dari apa yang tertulis di kemasan, bahan yang terkandung di dalam Scarlett Glowtening Serum yakni : tranexamic acid, niacinamide, aloe vera extract, allantoin, licorice extract, calendula oil, geranium oil, dan olive oil.

Dari sejumlah artikel kesehatan yang saya baca, kandungan bahan aktif dalam Serum tersebut memiliki sejumlah manfaat, antara lain :

Tranexamide Acid
Berfungsi meredakan peradangan kulit, melindungi kulit dari sinar UV, dan meratakan warna kulit.

Niacinamide
Untuk melembabkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan mengendalikan produksi minyak pada wajah.

Allantoin
Zat ini kaya akan antioksidan, sehingga mampu merangsang pertumbuhan kolagen pada kulit .

Geranium Oil
Menyamarkan garis halus pada wajah serta mengencangkan kulit dan memperlambat penuaan.

Auto glowing begitu diaplikasikan

Dengan sederet kandungan bahan baik seperti itu, pantas saja efeknya langsung terasa begitu diaplikasikan ke wajah. Lembap-lembap glowing gimanaaaa gitu.

Efeknya makin terasa setelah digunakan beberapa hari, kulit wajah saya semakin cerah dan halus. Hanya memang masih belum bisa menghilangkan kantong mata sepenuhnya. Yah, kalau ini sih perlu eye cream/serum sendiri ya? Semoga Scarlett bisa segera produksi. Amiiinnn.

Tekstur, Aroma, dan Cara Penggunaan
Dibanding serum-serum pada umumnya, tekstur Scarlett Glowtening Serum cenderung lebih pekat. Bahkan nyaris seperti tekstur day cream Scarlett Brightening Series yang masih rutin saya gunakan.
Tekstur yang pekat

Saya sih tidak masalah dengan tekstur seperti ini, hanya agak memikirkan nanti kalau sudah mau habis pasti akan sulit dijangkau dengan pipet tetesnya karena terlalu kental.

Aroma Scarlett Glowtening Serum cukup wangi, lembut dan "sopan"saat masuk ke hidung. Meski demikian, samar-samar masih tercium aroma mirip obat-obatan yang kadang mengganggu. Tapi saya tidak mengeluh kok, karena tidak sebanding dengan manfaat yang sudah dirasakan.

Saya menggunakan Scarlett Glowtening Serum ini berbarengan dengan rangkaian facecare brightening series saya. Jadi saya pakai dua serum sekaligus.

Gini nih lebih jelasnya... Di awal, saya tetap melakukan tahapan skincare seperti biasa. Dimulai dengan membersihkan muka dengan Scarlett Facial Wash, lalu lanjut Brightly Serum. Setelah brightly serumnya meresap, terus ditambahin pakai Glowtening serum ini. Cukup teteskan 2-3 tetes saja di dahi, serta pipi, lalu diratakan. Sudah cukup banget untuk seluruh wajah. Karena tekstur serum yang kental, Glowtening serum ini memang butuh waktu sedikit lebih lama untuk meresap.

Double serum

Setelah selesai dengan dua serum tadi, lanjut deh dengan cream-nya. Tinggal sesuaikan dengan waktunya, mau cream malam atau siang. Beres.

Well, penggunaan Scarlett Glowtening Serum dengan rangkaian Brightly series memaksimalkan saya untuk dapat kulit yang jauh lebih cerah dan sehat. Noda hitam dan bintik bintik milea saya sudah lenyap sama sekali dari wajah. Keren kan?

Dengan hasil kinclong begini, saya makin percaya diri menghadapi hari pernikahan. Optimis bakal manglingi seperti kata orang-orang.


Kesimpulan
Dari ulasan panjang lebar di atas, harusnya udah tahu dong kalau saya bakal tetap melanjutkan pemakaian Scarlett Glowtening Serum ini. Saya suka karena produk Scarlett ini Non alkohol, non paraben, aman karena teregistrasi di BPOM, kemasannya aman serta travel friendly, plus harga yang ga bikin jebol dompet.

Scarlett Glowtening Serum ini bisa didapat hanya dengan Rp75.000 saja. Buat kalian yang mau ikutan pakai biar wajah makin glowing, bisa nih cek-cek dan borong langsung lewat akun resminya ya.

- Line (@scarlett_whitening)

- Shopee: Scarlett_Whitening

- Shopee Mall: Scarlett Whitening Official Shop

- WhatsApp (0877-0035-3000)


Akhir kata, doakan pernikahan saya lancar ya. Dan sampai jumpa di postingan Si Emak Kucing Kampung selanjutnya.










1

Scarlett Facecare - kucingdomestik.com



Seiring dengan tanggal pernikahan saya yang semakin dekat, sejumlah teman dan kerabat memuji wajah saya yang tampak kian glowing dan cerah. Tak sedikit yang meminta saya berbagi rahasia perawatan kulit wajah. Beberapa yang lain mengira saya rutin mengunjungi klinik dan salon kecantikan. 

Calon manten


Well, saya memang melakukan perawatan wajah dengan rutin. Tapi tidak sampai ke klinik kecantikan (sayang duitnya cuy, mau nikah banyak kebutuhan  lain). Saya hanya menggunakan rangkaian produk perawatan wajah dari Scarlett yang dipakai setiap hari. 

Saya memutuskan pakai Scarlett Facecare setelah sebelumnya merasa puas banget dengan rangkaian produk bodycarenya (ulasan lengkap sudah pernah saya tulis di sini). Memang, agak risky karena itungannya coba-coba. Tapi kalau nggak dicoba gimana bisa tahu kan ya? 

Seperangkat facecare Scarlett yang terdiri dari facial wash, serum wajah, krim pagi, dan krim malam sudah saya order kira-kira sebulan lalu. Seperti biasa, puas banget sama packingnya yang super aman dan rapi tanpa rembes. 

Dibandingkan dengan produk bodycare-nya, packing rangkaian facecare ini terlihat jauh lebih "niat" dan berkelas. Wah, nggak sabaran jadinya untuk buru-buru nyobain. 

 

Well, saya baru tahu kalau produk perawatan wajah ini terhitung keluaran baru dari Scarlett. Ada dua series, yakni Brightly Series dan Acne Series. Berhubung wajah saya nggak terlalu bermasalah sama jerawat (kecuali kalo lagi PMS), saya pilih yang Brightly Series.

Terus terang, saya sempat kaget lho. Hasilnya udah langsung terlihat meski baru dipakai selama 1 minggu. Kulit wajah saya jadi lebih cerah dan glowing dari biasanya. Nggak cuma itu, bintik-bintik milea yang ada di bawah mata juga menghilang.

Sebelum dan sesudah pakai scarlett


Sempat ragu mau melanjutkan pemakaian atau tidak. Karena sering dengar kalau wajah berubah terlalu cepat setelah pemakaian produk perawatan tertentu, biasanya ada kandungan zat berbahaya di dalamnya. Tapi saya sudah ngepoin komposisi masing-masing produk Scarlett, semuanya aman. Sudah ada label BPOMnya pula. Ditambah saat ngintip-ngintip review dari dokter juga bilang kalau Scarlett aman, jadinya lega untuk terus melanjutkan pemakaian. 

Terlebih, setelah dipakai juga cocok dengan tipe kulit saya yang tipe normal-kombinasi. Nggak ada tuh iritasi, gatal-gatal atau semacamnya. So, aman lah ya. 

Berikut akan saya jelaskan rangkaian produknya satu per satu biar lebih jelas. 

Scarlett Brightening Facial Wash

Scarlett facial wash dengan kelopak bunga mawar di dalamnya


Ini produk buat cuci muka. Teksturnya agak berbeda dengan facial foam yang bisa saya pakai selama ini yang bertekstur seperti pasta. Facial Wash Scarlett teksturnya lebih cair dan licin. 

Yang menarik, Scarlett Brightening Facial Wash ini punya kelopak mawar utuh di dalamnya. Pantes wanginya lembut dan enak banget. 

Sayang, saat diaplikasikan ke wajah agak kurang berbusa sehingga kurang memberi kepuasan dalam rutinitas mencuci muka. 

Meski begitu, yang tepenting adalah Kandungan di dalamnya. Ada Glutathione, Aloe vera, rose petal, dan vitamin E. Dengan kombinasi seperti itu, jelaslah manfaat facial wash ini adalah untuk mencerahkan, melembabkan, dan menyehatkan kulit wajah. 


Scarlett Brightly Ever After Serum

Scarlett brightly after serum


Ini yang paling menarik buat saya. Packingnya bagus banget, ada tambahan kotak pelindungnya segala jadi super aman di perjalanan. 

Tekstur Scarlett Brightly Ever After Serum ini seperti serum wajah pada umumnya. Cair, tidak lengket, langsung kering dan meresap ke dalam kulit wajah setelah sebentar saja dipijat lembut.

Di kemasan tertulis cukup gunakan 2-3 tetes saja setiap kali pemakaian. Tapi berhubung jidat saya jenong kek lapangan bola, saya tambahkan satu tetes lagi agar lebih rata. 

Dari semua jenis rangkaian facecare, saya paling suka pakai serum karena efeknya langsung berasa saat itu juga. Jadi lembab dan kenyal gitu lho. 

Serum ini mengandung phyto whitening, glutathione, dan vitamin C. Wajar banget dong kalau kulit langsung cerah dalam seminggu pemakaian rutin. 


Scarlett Brightly Ever After Cream Day

Scarlett Day Cream


Saya kurang suka tekstur Scarlett Brightly Ever After Cream Day ini karena lebih encer dari cream day pada umumnya. Bukan apa, jadi menetes dan meleber kemana-mana gitu saat baru dicolek. 

Aroma-nya juga sedikit aneh menurut saya. Susah dijelaskan, kaya bau jamu (?) atau obat herbal begitu. Tapi ya masih termaafkanlah, nggak sampai bikin saya pusing atau muntah-muntah nyium baunya. (Tapi berharap banget Scarlett bisa berinovasi lagi untuk tekstur dan bau yang lebih nyaman untuk customer). 

Cuma kalau mau fair, apalah artinya tekstur dan aroma jika dibandingkan dengan hasilnya. Ga heran sih, kandungan krim siang Scarlett ini emang lengkap banget dan sesuai kebutuhan. 

Ada glutathione, rainbow algae untuk menyempurnakan warna pigmen kulit, Hexapeptide-8 untuk menyamarkan garis halus, rosehip oil in essential fatty acids dan antioksidan untuk menyamarkan bekas luka, Poreaway untuk menyamarkan pori-pori, Triceramide untuk melembabkan sekaligus menyamarkan keriput, dan aqua peptide glow untuk melembabkan dan mencerahkan.

Tanpa krim siang ini, yakin deh bercak milea saya nggak akan hilang. 

Scarlett Brightly Ever After Cream Night


Scarlett Night Cream


Berbeda dengan krim siang, krim malam Scarlett ini teksturnya favorit banget. Jauh lebih kental dan nyaman diaplikasikan.  Selain glutathione, vitamin C, Hexapeptide-8, Poreaway, dan aqua peptide glow, Scarlett Brightly Ever After Cream Night juga mengandung Niacinamide untuk mencerahkan kulit dan green caviar untuk mencegah kulit kering.

No komen-lah buat krim malam Scarlett ini. Suka. Suka. Suka. Pokoknya 😍😍😍


****

Nah, sudah tahu  kan sekarang rahasia kulit wajah cerah dan glowing jelang pernikahan saya? Jawabannya adalah rangkaian produk Scarlett Brightening Face Care Series.

Buat yang mau nyobain pakai, saya bocorin harganya masing-masing produk adalah Rp 75.000.Bisa order melalui WhatsApp 0877-0035-3000, LINE @scarlett_whitening, DM instagram @scarlett_whitening, atau di Shopee Mall: Scarlett Whitening Official Shop. Semuanya dilayani, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kalian.


Salam glowing dari Tepian Musi 

1

Author

authorHalo, Saya Ara Niagara dari Palembang, Penyayang kucing super random dan ADHD person.
Learn More →



Labels