Menu
Recent Post

 

Aya Sae, Si Kembar yang Mengubah Hidupku

Catatan harian tentang Aya Sae, si kembar yang mengubah hidupku, di hari ulang tahun pertamanya.


Aku pernah sangat takut punya anak. Bukan cuma karena kondisi mentalku yang tidak terlalu bagus dan tidak yakin akan mampu mengemban tanggung jawab sebagai ibu,namun juga karena sebuah “firasat”.

Aku lupa kapan persisnya, namun saat masih remaja kisaran SMP, aku punya feeling dan keyakinan aneh bahwa kalau aku punya anak suatu saat nanti, anakku akan “istimewa”. Entah apa spesifiknya istimewa ini, tapi yang jelas tidak-akan-seperti-anak-biasa-pada-umumnya.

Semakin hari, keyakinan itu semakin kuat. Sayangnya, aku sama sekali tidak berpikir kalau istimewa itu adalah sesuatu yang menyenangkan seperti anak kembar. Sebaliknya, rekam jejak perjalanan hidupku yang cukup brengsek membuatku lebih mudah untuk berpikir buruk ke Tuhan dan masa depan. Bertahun-tahun aku memendam ketakutan kalau calon anakku akan jadi semacam disabilitas, berkebutuhan khusus atau malah mengidap suatu penyakit langka yang bakal sulit banget treatement-nya.

Aku takut sekali. Memangnya siapa yang ingin punya anak kalau cuma bakal menderita begitu menjalani hidup di dunia ini? Untuk orang-orang yang terlahir normal saja, bumi yang ini menurutku masih mengandung terlalu banyak ketidakadilan di dalamnya. Apalagi untuk mereka yang spesial. Tidak. Aku takut. Aku tidak akan sanggup melihat anakku kelak menderita.

Ah, kalau dipikir sekarang lucu ya. Aku bahkan sudah sangat mencintai anakku jauh sebelum memilikinya. Bahkan jauh sebelum aku menikah.

Makanya, ketika sudah menikah dan akhirnya memutuskan mau punya anak pun, aku tetap butuh waktu lebih untuk mempersiapkan diri. Jadi selain poin-poin yang kusebutkan dalam tulisan "Udah Siapkah Lepas Kondom?" ini, secara spesifik aku memang sekaligus mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan kalau misalnya kelak anakku tak sesempurna yang diharapkan. 

Jadi waktu akhirnya aku dan Nugi bersepakat melepas kondom saat kami berlibur di 3 negara (Singapore-Vietnam-Malaysia) pada pertengahan 2022 silam, aku sudah di titik sangat siap bahkan jika harus melahirkan anak berkebutuhan khusus.


Aya Sae Nyaris Digugurkan!

Sayang kesiapanku itu sepertinya baru sebatas teori. Aku rupanya belum sesiap itu ketika langsung dinyatakan hamil hanya selang beberapa minggu sepulangnya kami liburan. Ya, terakhir aku menstruasi waktu itu adalah saat masih di Vietnam. 

Meski tidak tahu kapan persisnya pembuahan Aya Sae terjadi, aku meyakini adalah di seputar waktu kami berlibur di Malaysia. Saat itu aku punya ketertarikan aneh dengan KLCC Suria Park. Kami sampai bolak-balik ke sana demi bisa memandangi Petronas Twin Towers sepuas-puasnya.

Petronas Twin Towers



Nah, sepulang kami kembali ke Indonesia, badanku mulai tidak enak. Cuma saat itu tersamar dengan rasa lelah khas pulang traveling. Namun perasaan badan ga keruan itu tak mereda, bahkan makin parah setiap harinya.

Saat ibadah di gereja pada suatu minggu di bulan Agustus, aku pun pingsan.  Namun lagi-lagi aku hanya merasa seperti masuk angin (versi lebih parah saja). Aku sama sekali tidak berekspektasi akan langsung hamil di percobaan pertama. Justru Nugi lah yang pertama meyakini bahwa aku tengah berbadan dua.

Dikira masuk angin, ternyata berbadan dua

Benar saja, hasil testpack-ku sudah mulai muncul dua garis merah samar. Namun karena memang belum waktunya jadwal haidku, aku masih denial. Barulah ketika aku benar-benar "telat", kami memutuskan periksa kehamilan ke dokter Sp. OG.

Confirmed. Dari hasil USG pertama, dokter bilang aku hamil dengan usia kandungan sekitar 6 minggu. Sama seperti hampir semua ibu di dunia, aku sempat larut dalam euforia menyambut kehamilan pertama. Aku bersukacita mengabari mama dan mertuaku.

Sayangnya, euforia itu hanya bertahan 2 minggu saja. Menginjak kehamilan 8 minggu, hari-hari bak neraka pun dimulai. Morning sickness yang kualami benar-benar menggila. Dalam sehari aku bahkan bisa muntah sampai 12 kali sehari. Hari demi minggu, bukannya makin bertambah, berat badanku justru menyusut. Bahkan sampai 8 kg. Pusing, mual, muntah, nyeri sekujur badan adalah makanan sehari-hari.

BB menyusut hingga 8 kg


Aku "lumpuh". Tidak mampu beranjak dari tempat tidur. Aku sampai opname karena sudah dehidrasi parah. Dokter bilang hyperemesis gravidarum atau muntah berlebihan saat hamil. Bisa berbahaya bagi janin dan ibu hamil jika tidak ditangani karena tidak ada asupan yang masuk ke tubuh.

Puncaknya, di satu hari pada bulan September 2022, aku bilang ke Nugi kalau aku  sudah tidak sanggup dengan kehamilan ini. Aku sudah tidak bisa berbahagia lagi saking beratnya "penderitaan"ku. Aku ingin menyerah dan tidak mau meneruskannya.

Aku paham teori bahwa trimester pertama memang berat. Aku bahkan sudah mempersiapkan diri menghadapi morning sickness seperti yang banyak diceritakan orang-orang. Namun tubuhku memberontak. Hatiku menjerit.

Hatiku sakit ketika orang-orang, bahkan sekelas nakes di puskesmas pun menyepelekan kesakitanku. Enteng sekali mulut mereka berkata, "Semua orang hamil memang begitu. Nikmati saja. Jangan manja!"

Kata-kata itu membuatku membenci diriku sendiri (lagi). Membuatku percaya bahwa aku hanya lah perempuan manja. Perempuan lemah yang langsung takluk "hanya" oleh morning sickness. Meski sesuatu yang sangat jernih jauh di lubuk hatiku bilang, yang kurasakan memang berlebihan. Jauh lebih berat dari apa yang seharusnya kutanggung. 

Aku merasa kehamilan yang kujalani itu tidak adil untuk diriku sendiri. Aku tidak seharusnya semenderita itu "hanya" karena hamil muda. Makanya, dalam kesakitan, kelelahan dan ketidakberdayaan ekstrem itu, aku memutuskan untuk menyerah pada kehamilan ini. Di titik itu, perasaan bahwa aku tengah mengandung anak "istimewa" semakin besar. Kehamilan normal yang sehat tidak akan membuatku sesakit itu. 

Namun aku juga tahu, bahwa janin dalam kandunganku bukan hanya milikku. Ada separuh "hak" Nugi di dalamnya. Makanya aku bilang ke Nugi. Minta izinnya untuk mengakhiri kehamilan ini.

Nugi, dengan rasa cintanya yang sangat besar terhadapku, sama sekali tidak menganggapku gila karena punya keinginan seperti itu. Dia paham istrinya ini adalah wanita tangguh yang tidak mudah menyerah dengan apapun yang sudah dimulainya. Istrinya adalah perempuan yang cukup ekspert dalam menanggung rasa sakit. Kalau seorang Ara, istri Nugi ini sampai memutuskan menyerah, artinya segalanya memang sudah tak tertahankan lagi.

Nugi saat itu bilang padaku, bahwa dia mengerti kesakitanku bahkan memaklumi mengapa aku sampai berpikir untuk mengakhiri kehamilan. Dia juga bilang kalau dia mulai sama tidak bahagianya dengan kehamilanku itu saking tidak tahannya melihatku menderita setiap hari. Kata Nugi, dia akan mendukung keputusanku sepenuhnya kalau memang harus mengakhiri kehamilan. Kata Nugi, kebahagiaanku jauh lebih penting ketimbang hadirnya seorang anak.

Tapi Nugi bilang juga, bahwa Tuhan yang kami kenal bukanlah Tuhan kejam yang akan dengan sengaja atau sekadar iseng membuatku kelewat kesakitan. Pasti ada maksud Tuhan kenapa aku harus mengalami hal tidak mengenakkan seperti itu. Masalahnya hanya kami belum mengerti maksud Tuhan itu. 

Nugi, ketika memintaku bertahan 1 minggu lagi


Jadi Nugi meminta waktu 1 minggu untuk mencari tahu kehendak Tuhan. Dia akan melakukan doa puasa untuk mendapat jawabannya. Doa puasa ini apa ya,  mungkin kalau di keyakinan Islam semacam Shalat Istikharah. Sebuah upaya ibadah khusus untuk "menggedor" langit demi memohon petunjuk dari Tuhan. 

Nugi akan berpuasa dengan hanya makan satu kali saja sehari. Waktunya akan lebih banyak dipakai untuk berdoa.  Jadi, dia memohon dengan sangat agar aku bertahan dengan kehamilan ini satu minggu lagi saja. Nugi berjanji hanya satu minggu saja. Aku harus bertahan.

Jika dalam satu minggu itu kami tidak dapat jawabannya, maka kami sepakat akan menyerah pada kehamilan ini. Aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku dan Nugi rasanya juga tidak sampai hati kalau sengaja mau menggugurkan atau aborsi.

Tapi dalam pikiran sederhanaku saat itu, kalau aku sengaja tidak lagi terlalu peduli dan tidak benar-benar menjaga kehamilan ini karena sudah tidak menginginkannya lagi, rasanya si janin akan melemah dan tidak akan bertahan dengan sendirinya. 

Dalam segala kekalutan itu, aku masih percaya bahwa Tuhan yang kami kenal adalah Dia Yang Maha Baik dan Maha Kasih. Dia akan memaklumi segala kelemahanku ini.


Dia Yang Maha Mendengar dan Menjawab Doa

Nugi meminta waktu satu minggu untuk doa puasa. Dalam tenggang waktu itu, aku bertahan dengan sekuat tenaga tersisa. Aku berusaha tetap makan meski hanya berakhir dimuntahkan lagi. Tapi kondisiku memburuk dengan cepat. Mamaku sampai menyusulku ke Jogja dari Palembang demi menjagaku yang semakin melemah, karena bagaimana pun, Nugi masih harus membagi waktu untuk bekerja.

Namun rupanya belum sampai 1 minggu, tepatnya hanya berselang 3 hari saja sejak kami memutuskan "menggeruduk" Tuhan demi mendapat jawaban atas semua pergumulan kami, Dia pun menjawab semua seruan doa dan air mata yang sudah  kami habiskan.

Hari itu, bertepatan dengan jadwal kontrolku di akhir trimester 1, dokter kandunganku berseru senang saat memeriksa perutku dengan alat USG. 

"Wah, pantas ini maboknya ekstrem dan parah banget, Bu. Ada yang "berantem" ini di dalam," katanya semringah.

"Hah? Maksudnya, Dok?" aku masih nge-lag.

"Ini janinnya ada dua... Selamat ya, Pak Bu, anaknya kembar..."

USG pertama saat tahu janinku kembar

Butuh beberapa saat aku terdiam dan memproses semua informasi itu. Perasaanku campur aduk. Ada kebingungan juga karena keterangan dokter sama sekali di luar dugaan. How can aku mengandung anak kembar tanpa punya gen-nya?

Namun kelegaan dan kehangatan luar biasa melimpah menjalari sekujur tubuh dan membanjiri jiwaku saat itu juga. Rasanya pengen teriak di sanq. INI ....INI LHO JAWABAN YANG AKU TUNGGU-TUNGGU TUH!!!

Aku lupa detail selanjutnya seperti apa, namun aku merasa beban berat yang menghimpitku berminggu-minggu di masa kehamilan (bahkan mungkin sekaligus ketakutanku atas anak "istimewa" selama bertahun-tahun) akhirnya terangkat. 

Aku bukannya langsung membaik fisiknya atau berkurang penderitaannya saat itu juga sih. Tidak ... bahkan episode kehamilanku selanjutnya hingga persalinan pun malah lebih parah. Tapi apa ya, di momen dokter memberi tahu bahwa janin yang kukandung adalah anak kembar, barulah aku merasakan sebuah "keadilan".

Aku akhirnya bisa menerima dan ikhlas kenapa badanku harus "seremek" itu, kenapa mabok-ku separah itu, kenapa harus sesakit dan semenderita itu.

Ya, karena aku mengandung dua anak sekaligus. Cukup fair rasanya kalau jatuhnya jadi dua kali lebih berat dijalani, bukan? Memang harus ada "harga" lebih yang harus dibayar untuk sebuah kebahagiaan ganda. 

Detik itu juga, pikiran untuk "membuang" janinku langsung sirna. Berganti dengan tekad luar biasa untuk mempertahankan dan memperjuangkan kehamilan ini sampai akhir. Setelah minta ampun pada Tuhan atas pikiran jahatku beberapa hari lalu, aku meminta maaf pula pada dua janin di rahimku. Aku meminta maaf karena mereka harus mendengar ucapan jahat dari mommy-nya ini. Aku tidak bisa membatalkan ucapan yang sudah terlanjur keluar, aku hanya bisa meminta maaf dan menyesal. Sebagai gantinya, aku berjanji akan melakukan apapun... literally apapun, demi mereka lahir dengan selamat di dunia. Semua perjuangan itu akan sepadan. Hey, dua bayi cuuuyyy!!!!

Tidak lupa, aku berterima kasih pada Nugi. Keputusannya yang tepat sebagai kepala keluarga di masa genting, telah menyelamatkan istri dan anak-anaknya. Aku sangat mengaguminya. Di tengah ketidaktahuan dan ketidakberdayaannya menghadapi krisis keluarga kami, dia memilih keputusan terbaik : bertanya dan menyerahkannya pada Sang Maha Tahu. 

Aku bilang pada Nugi, "Sudah, ga perlu dilanjut doa puasanya. Aku sudah tahu maksud Tuhan apa. Aku harus mempertahankan Sae dan kembarannya. Terima kasih sudah menyelamatkanku dari penyesalan seumur hidup. Aku akan berjuang sampai akhir, bahkan kalau harus kubayar dengan nyawaku."


Aya dan Sae, Kebaikan dan Keberuntungan dari Tuhan


Sejak awal hamil, aku memang sudah memutuskan bakal menamai anakku "Kisae". Sebuah nama unisex dari bahasa jawa "iki sae", yang berarti ini baik/bagus. Aku percaya kalau aku sampai di titik mau dan bisa punya anak, itu hanya karena kebaikan Tuhan semata. Aku percaya pemberian Tuhan adalah yang terbaik. Berhubung nama belakangnya sudah pasti Nugroho yang berarti anugerah Tuhan, maka Kisae Nugroho adalah "Ini anugerah Tuhan yang BAIK dan membawa keBAIKan bagi hidup kami."

Tapi berhubung Sae ternyata ada dua, PR kami pun bertambah untuk menamai kembarannya. Cukup pelik juga memilih nama yang serasi di antara jutaan nama berbagai bahasa di dunia. Maka akupun mempersempit pencarian dengan berfokus pada bahasa Jawa/Sansekerta saja, dan yang berawalan K.

Dan begitulah, kata Kamayangan di kamus sansekerta begitu menarik perhatianku. Artinya "untung besar/mendapat kebahagiaan besar". Bukan kah aku dan Nugi memang untung besar dan mendapat kebahagiaan besar telah dipercaya Tuhan atas dua anak sekaligus?

Ketika aku meminta approval Nugi untuk menamai kembaran Sae dengan Kamayangan, Nugi separuh setuju. Nama dan artinya bagus, namun menurutnya kepanjangan karena Nugi masih akan "menyumbang" nama tengahnya. Bhaiquelah, karena Kisae ada 3 suku kata, maka kembarannya kujadikan 3 suku kata juga: Kamaya. 

Kamaya Nugroho, anugerah Tuhan yang membuat kami berbahagia dan beruntung besar.



Aya dan Sae, Si Kembar yang Mengubah Hidupku


Aku sebetulnya ingin menulis detail kelahiran Aya Sae tepat setahun lalu yang juga penuh perjuangan. Namun khawatir tulisannya akan jadi terlalu panjang. Nanti soal ini akan aku ceritakan juga di postingan terpisah.

Hari ini, aku lebih ingin bercerita tentang bagaimana kehadiran Aya Sae telah mengubah hidupku sedemikian rupa. Bukan hanya mengubahku dari segi fisik, status atau peran dan tanggung jawab... lebih dari semua itu, Aya Sae telah mengubah caraku dalam memandang Tuhan.

Jadi aku tu sebetulnya sudah sangat paham kalau Tuhan itu adalah suatu Pribadi yang Maha Baik. Aku tahu Dia baik dan aku sudah sering mengalami kebaikan-Nya. Tapi sayangnya, aku malah lebih sering berprasangka buruk pada Sang Maha Baik itu. Misalnya ya itu tadi yang ketika sudah dapat feeling punya anak istimewa, ketimbang berpikir yang bagus-bagus malah mikir jelek sampai diteror oleh ketakutan sendiri belasan tahun. Nah, yang model begini ini cukup sering terjadi. Aku kerap merasa kadar hidupku terlalu pahit jadi sampai luput memikirkan fakta bahwa Tuhan itu akan selalu memberi yang terbaik. 

Selamat ulang tahun, Aya Sae



Tapi sekarang, sejak punya Aya Sae, aku belajar untuk tidak buru-buru berpikiran buruk pada Tuhan. Ketika hal buruk terjadi dan mulai muncul hasrat mikir jelek dan cuma bisa melihat potensi keburukan di segala situasi, tapi bayang Aya Sae singgah di pelupuk mata, aku bisa langsung berubah haluan. Aya dan Sae sudah jadi semacam reminder, bahwa kebaikan dan keberuntungan besar yang dari Tuhan sudah dan masih nyata di hidupku.

Belum berjalan semulus itu memang, kadang masih terseok dan lebih menang pikiran buruknya. Tapi setidaknya, dibanding dengan saat belum memiliki Aya Sae, sekarang aku merasa sudah berprogress. Kalaupun tidak selalu mampu mengucap syukur, aku sudah jauh lebih sabar untuk ga langsung terburu-buru mikir jelek ke Tuhan.

Aya Sae adalah si kembar yang mengubah hidupku. Dua makhluk ini membuatku yakin bahwa Tuhan sungguh baik dan sangat mengasihiku. Sekalipun aku bandel, sekalipun aku berdosa, sekalipun aku tak selalu hidup menuruti perintahNya.

Aya Sae adalah makhluk mungil yang mengajariku, bahwa kita itu berpikir jelek ke seama manusia saja tidak boleh, apalagi mikir jelek ke Tuhan.


Dear Aya Sae, gula jawa mommy.
Terima kasih telah hadir di dunia ini. Terima kasih sudah memilih mommy dan bapak, manusia yang banyak kekurangan ini sebagai orang tua kalian.

Mommy memang sempat ingin menyerah pada kalian, mommy minta maaf atas hal itu. Mommy bersalah. Mommy berjanji hal itu nggak akan terjadi lagi sampai kapan pun. Saat ini, kalian berdua adalah separuh hidup mommy.

Mommy tidak bisa menjamin apapun untuk apa yang terjadi di masa depan kita. Tapi mari, kita sama-sama belajar untuk tidak berpikir buruk lagi pada Tuhan. Sebaliknya, mari kita belajar untuk menyerahkan segala hal yang kita ga tahu kepada Dia Yang Maha Tahu.

Aya, Sae.
Selamat ulang tahun, Nak. 
Terima kasih untuk satu tahun penuh berkat dan sukacita Tuhan yang hadir bersama senyum, tawa dan tangis kalian.

Mommy dan bapak masih ingin menghabiskan banyak tahun dan tahun lagi di masa depan bersama kalian. 

Love, mommy.









4



TRAC (Foto: Dok. Pribadi)



Jakarta, kucingdomestik.com - Bali, sebuah pulau indah di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan pantai-pantai yang menakjubkan, telah menjadi tujuan liburan yang populer bagi wisatawan dari seluruh dunia. Ketika merencanakan liburan di Bali, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah transportasi. Dengan berbagai destinasi wisata yang tersebar di seluruh pulau, memiliki kendaraan yang nyaman dan andal menjadi suatu keharusan.

Untuk memenuhi kebutuhan transportasi tersebut, dianjurkan untuk menggunakan jasa sewa mobil Bali. Dengan cara yang efisien dan nyaman, TRAC, salah satu penyedia layanan penyewaan mobil terkemuka di Indonesia, hadir dengan penawaran menarik yang tidak boleh dilewatkan. Dengan berbagai armada mobil terbaru dan layanan yang berkualitas, TRAC siap membantu menjelajahi keindahan pulau Bali dengan mudah.

TRAC merupakan perusahaan terbesar dalam penyewaan kendaraan di Indonesia yang berdiri di bawah bendera Astra, yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun lamanya. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan jumlah mobil sewaan yang kini berjumlah lebih dari 30 ribu unit mobil dengan merk dan jenis yang berbeda.

Selain itu, TRAC juga telah memuaskan ribuan pelanggan dengan jaringan layanan yang tersebar melalui kantor cabang dan outlet rental di lebih dari 20 kota besar seluruh Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Bali, Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Balikpapan, Jambi, Banjarmasin, Makassar, Manado, Sangatta, hingga Samosir, dan didukung ratusan bengkel yang mencapai ke daerah-daerah mulai dari Sumatera hingga Papua.


Keuntungan Sewa Mobil Bali bersama TRAC


1. Armada Mobil Terbaru
TRAC menyediakan beragam pilihan mobil yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari mobil keluarga, SUV, hingga mobil mewah. Semua mobil yang disewakan oleh TRAC adalah model terbaru dan terawat dengan baik, sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

2. Harga Terjangkau

Dalam upaya untuk membuat liburan jadi lebih terjangkau, TRAC menawarkan harga sewa mobil yang kompetitif dan terjangkau. Dengan berbagai paket promo yang tersedia, pelanggan dapat menemukan penawaran yang sesuai dengan anggaran liburan.

3. Layanan Pelanggan yang Ramah

Tim TRAC terdiri dari profesional yang berpengalaman dan ramah. TRAC siap membantu pelanggan dalam memilih mobil yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan memberikan saran terkait rute perjalanan terbaik di Bali.

4. Fasilitas Lengkap

Selain menyediakan mobil berkualitas, TRAC juga menawarkan berbagai fasilitas tambahan, seperti asuransi, supir berpengalaman, dan layanan antar-jemput di bandara atau tempat penginapan.

5. Kemudahan Booking Online
Untuk memudahkan pelanggan dalam merencanakan perjalanan, TRAC menyediakan layanan pemesanan online yang mudah dan cepat yaitu melalui aplikasi TRACtoGo yang dapat di-download di AppStore dan PlayStore.


Dengan seluruh layanan yang TRAC tawarkan, tentu pengalaman selama menyewa kendaraan akan menjadi terasa semakin aman. Ditambah lagi layanan pelanggan 24 jam yang bisa dihubungi melalui Customer Assistance Center di nomor 1 500 009 atau melalui Whatsapp 0899 9500 009, pastinya semakin menjadikan TRAC sebagai penyedia jasa rental mobil terbaik saat ini.

Jadi, jika sedang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan berikutnya, percayakanlah kepada TRAC untuk membuat pengalaman rental mobil menjadi lebih menyenangkan, efisien, dan tanpa repot.

Selain itu, buat kamu yang akan berkunjung ke Jogja, Semarang, dan Bali. Di tahun 2024 ini, kamu bisa pesan rental mobil lepas kunci on the spot (OTS) melalui outlet TRAC di Bandara International Yogyakarta, Bandara International Jenderal Ahmad Yani Semarang, serta Bandara International I Gusti Ngurah Rai Bali.

Jadi kalau belum sempat melakukan pemesanan sebelum berangkat, saat tiba di bandara bisa langsung datengin outlet TRAC di terminal kedatangan. Harga sewa mobil lepas kunci mulai dari Rp 200 ribuan dengan detail sebagai berikut :



Untuk pemesanan On The Spot (OTS) di outlet bandara tersebut, kamu juga bakal dapat free voucher diskon 50% maksimal Rp 150 ribu untuk pemesanan berikutnya lewat aplikasi TRACtoGo.

jangan terlewatkan ya! Selengkapnya baca syarat dan ketentuan pada link berikut https://www.trac.astra.co.id/promo/tractogo/promo-on-the-spot-rental-mobil-free-voucher-diskon-50/146 .


Untuk promo menarik lainnya, kunjungi https://www.trac.astra.co.id/promo
0

Bertahan Hidup dan Bertemu Cinta Modal Ngeblog

Banyak hal yang sudah terlewati selama saya menjadi blogger. Terlahir dari keluarga sederhana dan tidak punya privilege dalam hal finansial, membuat saya harus berjuang lebih keras untuk bertahan hidup. Namun bermodal ngeblog juga lah, saya akhirnya bertemu cinta dan memulai bahagia.


Sejak orang tua bangkrut tepat ketika saya lulus SMA belasan tahun lalu, praktis saya dipaksa dewasa sebelum waktunya. Saya berjuang untuk hidup sendirian. Untuk makan, untuk tempat tinggal. Tak banyak pilihan pekerjaan yang bisa dijalani “bocah” lulusan SMA yang tinggal di kota kecil. Pun saat itu akses informasi dan dunia digital belum sebaik sekarang.


Berbagai pekerjaan saya lakoni demi bisa bertahan dari hari ke hari. Mulai dari penjaga toko, waiters sebuah kafe kecil, baby sitter, hingga yang agak mendingan, menjadi staf pembukuan di sebuah perusahaan kontraktor.


Kehidupan saya beranjak membaik setelah mengikuti sebuah diklat jurnalistik yang digelar sebuah perusahaan media lokal setempat yang terhubung pada jaringan koran dan televisi nasional. Hasil diklat saya yang dinilai cukup baik membuat saya direkrut perusahaan itu untuk menjadi jurnalis meski belum kuliah saat itu.


Ketika Hidup di Antara Berita

Sambil membagi waktu di antara liputan dan target menulis 7 berita per hari, saya berusaha menyelesaikan kuliah yang agak terlambat. Sayangnya perjalanan tidak semulus itu. Singkat cerita, saya sempat gagal beberapa kali dalam menyelesaikan kuliah.

Perjalanan hidup memang tak selalu mulus. Meski sempat hidup cukup nyaman saat menjadi jurnalis, saya kemudian mengalami episode terpuruk lagi. Berturut-turut dalam kurun waktu sekian tahun saja : resign dari kantor, putus cinta dengan tragis, papa meninggal setelah sakit cukup parah, berkutat dengan masalah kejiwaan, hingga harus membereskan masalah finansial keluarga yang tidak sedikit.


Di saat bersamaan, saya saat itu juga masih harus berjuang menyelesaikan kuliah saya. Saya boleh saja punya banyak list kegagalan, namun saya sudah bertekad untuk menyelesaikan kuliah karena begitu menginginkannya.


Selengkapnya baca : Sarjana Sastra dan Lunasnya Sebuah Utang


Menghadapi kerasnya hidup tanpa punya pekerjaan tetap tentunya tidak semudah itu dihadapi. Namun bersyukur, di tahun-tahun itu, lebih kurang tahun 2015-an, ada dunia blogger yang menyelamatkan saya.


Sebetulnya saya sudah mulai ngeblog sejak masih aktif sebagai jurnalis tahun 2011. Namun saat itu tidak terlalu serius menekuni. Hanya memanfaatkan sebuah platform blog keroyokan (Kompasiana), dan blog pribadi gratisan. Saat itu saya menulis hanya sebagai media refreshing dari kejenuhan menulis berita. Juga mungkin sebagai tempat alternatif penampungan tulisan ketika tidak semua berita yang saya tulis ternyata layak muat.


Tahun 2015 ketika saya pindah ke Palembang dan memulai segalanya dari nol, saya dipertemukan dengan sejumlah blogger yang sudah terlebih dahulu eksis dan “serius” ngeblog. Salah satunya Kak Yayan, pemilik blog omnduut dot  com yang kemudian malah menjadi bestie rasa kakak sendiri.


Dunia blogger saat itu sangat “sempit”. Meski banyak Komunitas Blogger Indonesia terbentuk, di Palembang sih terkesan orangnya “itu-itu saja”. Tampak jelas ketika ada event online, wajah-wajah yang terlihat biasanya sudah hafal. Pertemanan dunia maya jadi terjalin di dunia nyata.



Perkenalan dengan Mas Satto dan Bloggercrony


Saya juga baru sadar kalau di tahun 2015 pula Komunitas Bloggercrony Indonesia berdiri. Perkenalan saya dengan Bloggercrony sendiri baru terjadi di tahun 2018, memang. Saat itu saya bertemu dengan Mas Satto Raji dalam sebuah event di Palembang. Di tahun-tahun berikutnya, praktis mulai banyak terlibat dengan banyak event (dan tentu saja job) juga bareng BCC. Beberapa di antaranya saat event bersama sisternet dimana saya juga akhirnya bersua dengan Mbak Wawa.


Bersua dengan Mbak Wawa


Salah satu event blogger paling berkesan adalah ketika diundang oleh Bluebird. Saat itu kami para blogger diundang untuk menjajal aplikasi My Bluebird yang baru di-launching. Senang sih karena sudah tahu kalau si burung biru ini bukan perusahaan kaleng-kaleng. Armada Bluebird (termasuk Bigbird) sudah terstandardisasi SNI (Standar Nyaman Indonesia) karena pengemudinya profesional dan dapat diandalkan, armadanya aman dan nyaman, dan mudah diakses.


event bersama Bluebird


Yang jelas, saat-saat itu bisa dibilang adalah era kejayaan blogger. Meski saya tidak punya pekerjaan tetap, tapi dari ngeblog, saya bukan hanya berhasil melewati fase survival alias bertahan hidup , namun juga berhasil menyelesaikan kuliah saya, membayar semua treatment termasuk obat dan terapi untuk memulihkan kesehatan mental, juga termasuk melunasi semua utang keluarga.


Bukan Blogger Sekadarnya dan Maksimalkan Potensi Diri yang Ada


Menulis memang sudah menjadi passion buat saya. Diary, koran, hingga blog dan status media sosial menurut saya hanya perbedaan wadah semata. Namun proses menuangkan setiap pemikiran atau perasaan dalam serangkaian kata-kata menurut saya ya masih tetap sama saja.


Meski demikian, manusia itu perlu berubah untuk tumbuh. Seperti yang kita tahu, jika sesuatu berhenti tumbuh, maka di saat itu juga proses pembusukan menuju mati akan dimulai. Saya tidak mau “membusuk” secepat itu. Tidak di usia yang menurut saya justru sedang produktif-produktifnya.


Saya sempat cukup rajin meng-upgrade kualitas tulisan dan meningkatkan produktivitasnya. Puji Tuhan, rupanya cukup berbuah hasil dengan memenangkan beberapa blog competition. Yang agak membanggakan ketika akhirnya berhasil meraih title Best in Citizen Journalism dalam gelaran Kompasiana Awards 2019.


Kompasiana Award


Namun prestasi terbaik saya dari nge-blog bukanlah ketika memenangkan lomba-lomba blog, namun ketika bagaimana tulisan saya ter-notice oleh sejumlah pihak yang kemudian mengakui potensi saya.


Misalnya ketika di tahun 2018-2019 saya mendapat “kehormatan” tergabung dalam pengerjaan sebuah project penulisan buku Profil Desa Peduli Gambut oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang bekerja sama dengan Epistema Institute. Saat itu, recruiter-nya meyakini saya mampu mengemban tugas setelah membaca sejumlah tulisan saya yang sudah pernah tayang. BRGM  sendiri adalah sebuah Lembaga Nonstruktural yang dibentuk Presiden RI tahun 2016. Saat itu, saya beserta tim berhasil membuat 3 buah buku.

Sebelumnya, naskah novel fiksi yang saya tulis juga sempat meloloskan saya mengikuti pelatihan expert class di Gramedia Writing Project 3 di Jakarta. Di sini saya berkesempatan belajar langsung dari mentor yang merupakan penulis hebat seperti Rossi L Simamora, Tere Liye, dan Aan Mansyur.


Kelas menulis bersama salah satu mentor, Rossi L Simamora



 Saat itu saya mulai menyadari, bahwa saya bukan blogger sekadarnya dan tidak mau menjadi blogger sekadarnya. Saya mulai diakui (setidaknya oleh sejumlah pihak yang kompeten), bahwa saya sebetulnya punya potensi yang (lumayan) menjanjikan. Sebuah keyakinan yang membuat saya tetap bertahan hidup di tengah ketidakstabilan mental karena berkutat dengan ADHD, depresi, dan gangguan kecemasan.

Tak ingin puas sebagai penulis, saya juga mulai memperdalam skill sebagai translator juga editor. Sampai saat ini, saya kerap menerima job-job freelance di bidang ini. Kadang, menjaga diri tetap sibuk adalah sarana healing terbaik bagi orang-orang yang terlalu sering ingin mati. Ups!

Belakangan, tepatnya ketika pandemi covid 19 mempercepat era digitalisasi, blogger tak hanya dituntut “cuma” bisa nulis saja. Media semakin berkembang dengan konten-konten audio visual. Mau tidak mau, saya dan hampir semua blogger kembali mengasah skill untuk memproduksi konten tersebut. Kemampuan mengambil gambar dan video editing sederhana pun terasah dan bertambah dengan sendirinya.

Menemukan Cinta dan Memulai Keluarga Kecil Bahagia

Rupanya keputusan saya menekuni dunia per-bloggeran ini sangat tepat. Saya mendapat banyak berkat dari sini, bukan hanya uang, relasi, dan peluang… saya bahkan menemukan cinta dan belahan jiwa.

Hati saya terpaut pada Nugisuke, mas-mas Jogja yang stay di Bandung dengan blog thetravelearn dot com-nya. Travel blogger satu ini berhasil memikat saya untuk sepakat mengikat janji suci di altar pada tahun 2021.

Saat ini, kebahagiaan keluarga kecil kami kian lengkap dengan hadirnya 2 putri kembar kami, Kamaya dan Kisae (Aya dan Sae). Dengan bertambahnya member baru, sekali dua pula, praktis kebutuhan kami sekeluarga atas kendaraan roda empat semakin mendesak.

Mobil? Carro aja!

Kalau menurut kemampuan finansial kami sekarang, belum bisa sih beli mobil baru. Tapi mobil bekas pun rasanya ga masalah kalau emang kondisinya masih oke. Nah, beruntung, berkat Blogger Day 201424 Bloggercrony, saya jadi tahu kalau ada yang namanya Carro. Jadi Carro ini tempat kita bisa jual beli mobil bekas dengan kondisi yang masih sangat baik dan layak pakai. Nah, kalian bisa banget nih Temukan mobil #CarroCertified bagus layaknya baru sekarang di carro.id . Kebetulan saya sama Nugi juga lagi rajin intip-intip.

Saat ini, saya juga menikmati peran baru saya sebagai mom of twins. Tidak mudah menjalani peran ini dengan kapasitas saya yang terbatas. Namun sebagai blogger, saya merasa punya privilege, setidaknya jika dibandingkan dengan para ibu lain di lingkungan sekitar saya.

Dibanding tetangga-tetangga saya misalnya, saya merasa lebih melek literasi dan lebih mudah mengakses informasi yang sudah banyak tersaji dari sumber-sumber kredibel. Sebagai blogger, saya mendapat kemudahan dalam mengakses ilmu-ilmu parenting dari mereka yang berkompeten di bidangnya seperti dokter spesialis anak, psikolog anak, atau para ahli gizi. Bukan hanya dari akun sosmed, namun sampai berinteraksi langsung melalui webinar atau seminar offline yang sering digelar dan melibatkan para blogger sebagai pesertanya.

Mom of twins

Menjadi mom blogger juga memungkinkan saya mendapat income tambahan lewat sejumlah job atau tawaran endorsement yang diterima tanpa harus khawatir melewatkan perkembangan anak. Nyaris semua kesibukan seorang blogger seperti saya bisa dilakukan dari rumah saja.

Namun di atas semua itu, privilege terbaik menurut saya adalah komunitas itu sendiri. Lewat apa yang di-sharing-kan blogger lain lewat tulisan dan pengalamannya, saya belajar banyak hal. Juga suntikan dukungan dan semangat ketika sedang terpuruk dan hari-hari tak berjalan dengan baik.

Saya melewatkan masa kehamilan, persalinan, dan masa postpartum dengan tidak mudah. Saya melewati 8 bulan masa kehamilan dengan full bedrest. Saya mengalami kritis selama 3 hari setelah melahirkan Aya Sae. Saya menjalani hari-hari  sebagai ibu baru dengan kesulitan finansial sampai sempat merasakan gejala baby blues.



Namun setiap kali membaca pengalaman ibu-ibu lain dengan segala suka dukanya, selalu mampu menguatkan saya. Meyakinkan saya bahwa saya tidak sendirian. Juga memberi saya harapan, bahwa hari-hari terburuk sekalipun pasti akan berlalu.

Melalui tulisan ini, saya sekaligus ingin berterima kasih pada para mom blogger yang lebih senior. Saya ingin mereka tahu, bahwa apa yang mereka bagikan selama ini telah banyak membantu saya selaku ibu newbie ini melewati hari-hari sulit dalam berumah tangga.

Ini menunjukkan bahwa blogger dan komunitas tidak bisa dipisahkan. Blogger bisa dibilang tidak bisa hidup tanpa blogger lainnya. Saya pribadi sangat bersyukur bergabung dengan Bloggercrony. Sejauh ini apa yang dilakukan Bloggercrony banyak sekali membantu teman-teman blogger.

Blogger Day 2024

Bukan hanya dalam hal berjejaring, dan berbagi ilmu serta job, namun belakangan bahkan merambah dengan memperhatikan para blogger yang memiliki UMKM. Menjembatani pelaku usaha dengan konsumen tentunya merupakan hal yang sangat positif dan harus dipertahankan.

Saat ini saya memang masih harus pandai-pandai membagi waktu antara ngeblog dan kesibukan dan tanggung jawab baru di keluarga. Dalam hal ini, bikin saya jadi kurang leluasa terlibat dalam berbagai event. Berbeda dengan saat masih single dulu yang bebas kemanapun. Meski demikian, jika memungkinkan, saya pasti mengusahakan untuk tetap terlibat dalam kegiatan komunitas blogger.

Menjadi blogger memberi ruang untuk diri saya sendiri, yang utuh sebagai Ara. Bagaimanapun, bagian diri Ara yang satu ini sama pentingnya dengan Ara yang istrinya Nugi maupun Ara yang mommy-nya Aya Sae.

Sampai detik saya menuliskan ini, saya belum pernah menyesal menjadi blogger. Saya Ara, bukan blogger sekadarnya. Saya blogger yang berhasil bertahan hidup dan menemukan banyak cinta darinya.





2


ASUS ROG Phone 8


“Kamu suka main game nggak sih? Main game coba, 1-2 jam per hari. Itu bagus buat kesehatan mental karena bisa membantu kamu rileks dan memperbaiki suasana hati,” saran psikiater saya suatu ketika.

Saya memang rutin mengunjungi poli jiwa secara berkala. Masih berjuang mengatasi ADHD di usia dewasa yang kemudian melahirkan banyak episode depresi dan gangguan kecemasan.

Lebih lanjut, psikiater saya menjelaskan bagaimana obat-obat yang saya konsumsi selama ini bekerja. Kebanyakan berupa antidepresan yang berfungsi meningkatkan kadar serotonin, yakni salah satu hormon bahagia dalam tubuh.

Serotonin ini bisa diproduksi alami, dengan melakukan berbagai aktivitas menyenangkan, di antaranya bermain game.

Senada dengan yang disampaikan psikiater saya, sebuah studi global "Power of Play" yang disusun oleh Video Games Europe, bekerja sama dengan asosiasi perdagangan video game di Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, memberikan wawasan baru mengenai dampak besar video game terhadap pemain yang berkaitan erat dengan kesehatan mental.

Melansir unric dot org, dalam studi yang telah mensurvei hampir 13.000 pemain di 12 negara tersebut, ditemukan bahwa sebanyak 71% responden merasa video game berfungsi sebagai pereda stres, 55% sebagai sarana untuk melawan isolasi, dan 64% beralih ke game untuk membantu mereka menghadapi tantangan sehari-hari.

Tak hanya itu, masih dalam studi yang sama, gamer Eropa memuji pengalaman bermain game mereka yang meningkatkan kreativitas (73%), menyempurnakan keterampilan pemecahan masalah (66%), dan meningkatkan fungsi kognitif (68%).

Ketika perbincangan seputar kesehatan mental semakin meluas secara global, hasil-hasil ini menggarisbawahi potensi video game untuk dimanfaatkan sebagai kontributor positif terhadap kesejahteraan mental.

Meski demikian, yang perlu digaris bawahi adalah apapun yang berlebihan tetaplah tidak baik. Masyarakat umum, khususnya para gamer tetap harus mewaspadai munculnya sejumlah pengaruh yang kurang baik, seperti kecanduan atau adiksi. Game ibarat sebilah pisau yang bisa bermanfaat sekaligus merusak kesehatan mental. Tergantung dari sisi mana kita mau melihatnya.


Nah, ngomongin game, tentunya akan lebih menyenangkan jika dibarengi gawai yang mumpuni. Saya pribadi dalam memilih gadget memang tidak terlalu mengutamakan fitur-fitur gaming saja. Saya lebih memilih yang punya performa maksimal untuk menunjang kebutuhan dan pekerjaan saya sebagai seorang freelancer dan konten kreator.

Namun, jika ada smartphone gaming yang bisa menjawab kebutuhan saya, why not?

Misalnya ASUS ROG Phone 8. Smartphone gaming terbaru yang diluncurkan ASUS ini punya sejumlah keunggulan yang bikin saya tidak sabar memilikinya.

Performa yang Tak Tertandingi



Performa maksimal adalah kunci dalam menentukan smartphone yang akan saya dibeli. Kalau ROG Phone 8 sih tidak perlu diragukan. Mengandalkan Snapdragon 8 Gen 3, 8533 Mbps LPDDR5X RAM, dan UFS 4.0, ROG Phone 8 menjamin performa maksimal bahkan terbukti mampu mengungguli semua pesaing di kelasnya dalam uji benchmark.

Tidak ada cerita lagi HP panas kalau dipakai nge-game, membuat konten, streaming dan netflix-an, atau malah live dan meeting online dalam waktu lama. Ga perlu repot lagi siapin kipas angin atau gelas berisi es batu untuk mendinginkan.

Tidak ada alasan lagi hape panas ketika asyik main game, bikin konten, streaming, bahkan live di waktu yang lama. Tidak ada ceritanya cari kipas buru-buru bikin semua pekerjaan terganggu. Ini karena ROG Phone 8 sudah dilengkapi dengan Rapid Cooling Conductor dipadukan dengan desain termal GameCool 8 mengalirkan panas langsung ke penutup belakang sehingga ASUS ROG Phone 8 auto adem.

Selain itu, AeroActive Cooler X terbaru juga disematkan sehingga mengurangi temperatur tutup belakang hingga 26 derajat. Waaahhh, keren banget sih ini!

Eits, keunggulan ROG Phone 8 ini nggak cuma performanya lho, tetapi juga pada kemampuan daya tahan yang tinggi. Dengan sertifikasi IP68, satu-satunya yang dipunyai oleh ponsel gaming di dunia, menjamin ROG Phone 8 ini bakal lebih awet.


Layar Ultra Bright untuk Kenikmatan Visual


Tidak bisa dipungkiri, di zaman sekarang kenikmatan visual masih yang paling dicari. Baik untuk kebutuhan gaming atau untuk kebutuhan nonton dan ngonten, performa layar di smartphone sangatlah penting.

FYI, ROG Phone 8 memberikan inovasi layar berupa AMOLED Fleksibel 6.78 inci dari Samsung E6 yang didukung oleh teknologi kecepatan refresh adaptif menggunakan LTPO.

Artinya, sesuai kata adaptif, layar ini bisa menyesuaikan refresh rate dari 1 hingga 120 Hz yang berimbas pada konsumsi daya yang optimal dan efisien.

Para gamer bakal dimanjakan karena kecepatan refresh bisa diatur hingga 165 Hz sehingga pengalaman main game bakal semulus pipi bayi.

Pernah ga sih sulit melihat layar ponsel saat di asyik ngonten di bawah terik matahari? Nah, ga perlu khawatir lagi kalau pakai ROG Phone 8 sebab tongkat kecerahannya telah dimaksimalkan menjadi 2500 nits.

Kolaborasi yang kuat dengan Pixelworks®, perusahaan terkemuka dalam pemrosesan visual, memastikan visual ROG Phone 8 menjadi yang terdepan dengan akurasi warna terbaik di dunia.

Dengan demikian, kita bakal mendapatkan kenikmatan visual yang paling memukau.
AI Kamera Kunci Bebas Berekspresi di Era Digital

Di era digital seperti sekarang, keberadaan fitur kamera dalam smartphone tidak lagi bisa terpisahkan. Sayangnya, selama ini cukup sulit mencari ponsel gaming yang memiliki fitur kamera yang maksimal.

Tapi kamera Asus ROG Phone 8 ini tidak perlu diragukan. Fitur Kecanggihan tri-camera system menjamin pengguna bebas berekspresi di era digital ini. Tiga kamera tersebut memungkinkan kita menjelajahi dunia fotografi dan videografi tanpa batas.

Kamera utama seri ini menggunakan sensor gambar Sony 50 MP yang terbaru. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengambil gambar dan video yang jelas dan tajam. Selain itu, mode zoom 2X membuatnya menjadi lensa utama 50 mm yang serbaguna.


Lensa telepoto 3X juga disematkan dan menjadi pertama kalinya bagi seri ROG Phone. Dengan lensa ini, kamu bisa mengambil gambar dengan obyek yang jauh. Untuk video pun tidak masalah. Dengan EIS adaptif, video yang dihasilkan stabil hingga zoom 10X.

Kamera ultrawide 13 MP dengan lensa free-form dilengkapi algoritma canggih ASUS menciptakan gambar natural yang minim distorsi. Tak ketinggalan, kamera selfie 32 MP menjadi pelengkap dengan fitur Field of View 90 derajat dan sensor RBNW yang menangkap gambar lebih luas dengan noise lebih sedikit.

Ada peran eknologi OZO Audio untuk menghilangkan suara mengganggu, 6 Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 3.0 untuk video tanpa guncangan, OIS internal untuk memberikan hasil tajam bahkan dalam kondisi minim cahaya, HyperClarity untuk mempertahankan kejernihan setiap detail juga membuat ROG Phone 8 bukan hanya sekadar sebuah smartphone gaming biasa.


Fitur AI Inovasi yang Manjakan Dunia Virtual


Hal paling menyebalkan dari bermain game adalah ketika harus berhenti dan keluar game hanya untuk menjawab pesan masuk seseorang. Tapi hal ini tidak perlu terjadi jika pakai ROG Phone 8. Inovasi Background Mode di ponsel ini memungkinkan pengguna dengan mudah mengalihkan game ke latar belakang..

Momen-momen fenomenal ketika main mobile legend, atau PUBG Mobile bisa dengan mudah pula dibagikan dengan X Capture.

AI Grabber membuat gamer terbantu karena dapat menangkap teks jika ada informasi penting di permainan. Juga dengan X Sense yang bisa memberi tips and tricks saat bermain untuk pengguna.

Selain penerapan AI di dalam game, ada pula fitur AI lain bagi kehidupanmu sehari-hari.

Semantic Search, dengan bahasa alami di Galeri, Launcher, dan Pengaturan, membantu pengguna dengan pencarian yang lebih intuitif dan efisien.

Pengguna ROG Phone 8 juga bisa menciptakan wallpaper dengan AI Wallpaper melalui teknologi Stable Diffusion. AI noise-cancellation bikin bebas gangguan dalam panggilan suara, panggilan video, dan komunikasi dalam game.

Waaahh, dunia virtual semakin dimanjakan saja!


Anime Vision, Maksimalkan Design Tampilan Elegan nan Mahal


Saya selalu suka desain tampilan produk-produk ASUS yang selalu tampak elegan dan mahal. Tak terkeciali ASUS ROG Phone 8 ini yang tampak unik adalah dengan adanya layar Mini LED Anime Vision dengan 341 elemen yang bisa diatur sendiri.

Hal ini bisa menampilkan elemen animasi yang sesuai dengan kepribadian pengguna.

Tampilan smartphone ini semakin ciamik pula logo Aura RGB Lighting khas ASUS ROG yang kece badai.

Oh iya, pengguna juga bisa membangun interaksi bagi pengguna ROG Phone 8 Pro / Pro Edition dengan membuka kunci animasi rahasia dengan saling menempelkan punggung kedua ponsel satu sama lain. Serunya!

Promo Launching ASUS ROG Phone 8
 



Dengan seabrek fitur canggih yang dapat dinikmati, ASUS ROG Phone 8 nyatanya dapat dimiliki dengan harga yang cukup affordable. Nah, buat kalian yang kepingin segera adpsi, ada promo-promo khusus selama periode launching ini untuk setiap pembelian ASUS ROG Phone 8 Series, baik secara online maupun offline

Harga & Ketersediaan ROG Phone 8

  • ROG Phone 8 (12/256) Phantom Black – Rp. 10.999.000
  • ROG Phone 8 (12/256) Storm Grey – Rp. 10.999.000
  • ROG Phone 8 Pro (16/512) Phantom Black – Rp. 14.999.000
  • ROG Phone 8 Pro Edition (24/1T) Phantom Black – Rp. 19.999.000

Promo ROG Phone 8

  • First Sale Promo : Dapatkan Free Aero Cooler Fan untuk setiap pembelian ROG Phone 8 dengan harga mulai dari Rp. 10.999.000.
  • Promo berlaku mulai tanggal 20 Mar hingga 30 Apr 2024 di semua partners penjualan resmi ASUS Offline dan Online.
  • Online : Eraspace, Tokopedia, Blibli dan Asus Online Store
  • Offline : Erafone, Urban Republic, ROG Store, Asus Exclusive Store dan Asus Authorized Partners.
  • Consumer Launch Sales Promo : Dapatkan Free Aero Cooler Fan + Free Exclusive merchandise kolaborasi ROG X PUBGM + Luckydraw dengan berbagai macam hadiah menarik untuk setiap pembelian ROG Phone 8 dengan harga mulai dari Rp. 10.999.000.

Promo hanya berlaku di offline event Consumer Launch ROG Phone 8 di FX Sudirman dari tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2024.

Gimana? Ga sabaran kan pengen punya ASUS ROG Phone 8? Grab it fast, guys!

_____________________________________________



Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS ROG Phone 8 Blog Competition di Blog Travelerien







0



"Saya berjanji untuk hidup setia dan saling membantu, baik waktu suka maupun susah, waktu sehat maupun sakit, dalam berkekurangan ataupun berkelimpahan. Saya berjanji, akan menghormati, dan setia padanya dan tidak ada yang bisa menceraikan kami berdua kecuali maut."

 __________________________________________

Waktu melihat kalender hari ini, aku kaget melihat tanggalnya sudah tiba di tanggal 29 Februari. Hari terakhir bulan cinta tahun ini. Buatku, waktu melesat cepat sekali. Isi kepalaku langsung melayang ke Februari 2023, tepat setahun lalu ketika rumah tangga #RagiStory mendapat ujian yang rasanya bikin kami berdua tidak bisa bernafas saking engepnya.

Februari tahun itu sebetulnya kusambut dengan sukacita. Seperti biasa, aku selalu berbahagia karena itu bulan lahirku. Biasanya aku tidak terlalu merasa gimana-gimana setiap ulang tahun. Tapi sejak Nugi hadir di hidupku, dia selalu merayakannya dan menghujaniku dengan cinta.

Tahun lalu juga begitu, kami masih sempat merayakan ulang tahunku di awal Februari. Terlebih perutku semakin membesar saat itu dengan dua janin di rahimku yang sudah menginjak 7 bulan. Deg-degan, mulai cemas dengan persalinan yang makin dekat, namun juga sangat excited. Ga sabar bertemu dengan dua malaikat kecil kami.

Namun ga ada angin ga ada hujan, tanpa warning atau firasat sama sekali, mendadak di suatu petang Nugi bilang kalau aku harus siap dengan kemungkinan terburuk yang akan menimpa keluarga kami. Awalnya Nugi enggan cerita detail, namun aku yang sudah gelagat kegelisahannya sejak berapa hari lalu membujuknya untuk cerita.


"Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk cerita, tapi kupikir kamu dan kita harus menyiapkan diri. Kantorku lagi bermasalah, Beb. Ga tahu bakal bertahan apa nggak. Beberapa rekan kantor udah pada dipecatin, aku ga tahu kapan giliranku, tapi ada kemungkinan aku kena lay off juga," kata Nugi yang bikin jantungku auto bergemuruh.

Air mataku langsung meleleh. Hormon kehamilanku terlalu complicated untuk memproses informasi ini. Respon pertama adalah komplen ke Tuhan. Why now? Kenapa harus sekarang sih, Tuhan? Tepat di saat kehamilanku 7 bulan dan dokter sudah menyuruhku menyiapkan diri untuk persalinan kapan saja karena risiko kelahiran prematur untuk kehamilan kembar itu sangat tinggi.


Bahkan tanpa kabar ga enak seperti ini pun, beban mentalku menghadapi persalinan udah ga mudah. Ini lagi ditambah-tambahin begini. Tuhan ya ampun, mentalku ga se-setrong itu. Aku merasa aku akan jauh lebih woles andai kabar ini kuterima saat kami masih manten anyar.


Saat itu kami masih berdua, rasanya masalah seberat apapun bisa ditanggung berdua. Tapi beda cerita saat tanggung jawab kami sudah nambah seperti ini. Dua sekaligus pula. Gimana kami membiayai dua bayi ini kalau Nugi ga lagi bergaji?

Aku benar-benar kalut saat itu. Fokusku hanya pada nasib Aya Sae yang ada di rahumku. Orang tua macam apa kami kalau sampai ga bisa menjamin awal hidup mereka di dunia ini?

Tapi mungkin ini salah satu privileged sudah menikah. Jadi, sekalut apapun aku saat itu, begitu melihat ekspresi Nugi, lelaki yang sangat kucintai ini rupanya juga ga bisa menyembunyikan kekecewaannya sendiri, emosiku yang biasanya meledak-ledak tak keruan justru mereda.


Perasaan "aku-ga-sendirian-lagi" itu malah nyata jadi penguat di saat tak terduga. Aku sadar, sefrustrasi dan sekecewanya aku, ga akan ada apa-apanya dengan yang dirasakan Nugi. Tanpa Nugi menjelaskan lebih jauh, aku tahu dia menyesali dirinya lebih dari apapun.

Nugi itu suami yang baik dan aku sangat yakin akan jadi Bapak yang baik juga. Tapi karena itulah dia jadi kelewat kecewa sama dirinya sendiri. Dia merasa gagal menjadi sandaran keluarga kecilnya, justru di saat sosoknya sebagai pemimpin paling dibutuhkan.


Aku langsung "menampar" diriku sendiri, mengingatkan diriku sendiri, mengontrol diriku sendiri untuk ga mengeluarkan kalimat apapun yang akan menyalahkan Nugi. Nugi ga salah apapun di sini. Dia juga ga kuasa mengatur apapun yang terjadi di kantornya.


Sebaliknya, di sini peranku sebagai istri, yang kata Tuhan adalah penolong yang sepadan itu teruji. Ara yang sebagai ibu hamil memang sudah down ga keruan sejak awal, tapi Ara yang sebagai istri ga boleh ikut down juga. Hancur semua kami nanti.

Aku meminta waktu menyendiri sejenak untuk menenangkan diri. Aku meminta maaf pada Aya Sae kalau gejolak emosiku sekarang dan dalam beberapa hari ke depan mungkin akan bikin mereka ga nyaman. Kuminta mereka bersabar dan bantu mendoakan kami, orang tuanya yang lemah ini agar dikuatkan Tuhan.

Setelah (agak) tenang, aku kembali pada Nugi yang masih tampak bengong dan terpuruk. Kuajak dia berdoa. Bukan kami sok relijies apa gimana, tapi justru kami mau komplen dan mengeluarkan semua uneg-uneg saat itu biar lega. Meski doa-doa kami cuma didominasi komplen, tapi di ujung doa aku memaksa diriku berucap, "Saat ini aku sungguh nggak ngerti kenapa kami harus menghadapi hal kaya gini sekarang. Tapi aku mau belajar percaya, bahwa Engkau punya maksud baik semua ini. Kalau memang harus kami melalui ini, kami ga akan menghindar, tapi tolong kuatkan kami melalui semua ini. Amin."


Seiring kepalaku mulai terurai selepas berdoa, aku yang sudah pernah menghadapi krisis bahkan beberapa kali masuk zona survival di sejumlah fase hidup sebelum ini, langsung menyiapkan sejumlah strategi dengan semua kemungkinan terburuk : Nugi dipecat.

Aku menyusun skala prioritas sambil mendata aset dan tabungan kami. Puji Tuhan, keputusan kami menunda pembuahan selama setahun khusus untuk menabung rupanya sangat tepat. Nugi sejumlah tabungan di rekening dan aku punya "celengan" dalam bentuk LM dan reksadana.


Fokus kami adalah persalinan. Sisanya biar "dipikirkan sambil jalan". Aku meminta Nugi mengecek saldo BPJS ketenagakerjaannya. Puji Tuhan, rupanya jumlahnya sudah lumayan. Ada sekian puluh juta. Kubilang Nugi, amit-amit kamu beneran dipecat dan ga langsung dapat kerjaan baru, saldo ini udah cukup buat kita makan beberapa waktu dan buat modal usaha.


Melihatku sibuk menyusun strategi, Nugi tampak tidak tinggal diam. Dia juga mulai mengusulkan sejumlah "jalan keluar", termasuk mengingatkan ada 2 CC-nya yang masih available dengan limit masing-masing belasan juta rupiah.


So, untuk target jangka pendeknya sudah. Sementara kami masih bisa bernafas sampai persalinan. Tinggal pikirkan untuk yang jangka menengah dan panjangnya. Bisa sambil jalan. Yang penting, yang prioritas paling atas kami tidak perlu mencemaskannya dulu sekarang.


***

2023 kami lalui seperti roller coaster. Up n down dengan ekstrem kami lalui sepanjang tahun.


Bayiku selamat, Puji Tuhan. Tapi aku sempat kritis pascamelahirkan.


Nugi selamat dari lay off, namun perombakan manajemen kantor membuatnya harus didemosi dan membuat gaji bulanannya berkurang.

Persiapan tabungan anak kami selama setahun hanya dimaksudkan untuk satu anak, tapi ketika diberi dua sekaligus ... sungguh tidak mudah menyesuaikannya.

Tabungan kami habis lagi seperti waktu habis menikah, celengan LM-ku harus "disekolahkan", Nugi juga harus berutang CC.

Kami punya banyak pengeluaran tak terduga di tahun itu. Termasuk hilangnya HP Nugi dan anak bulu kami, Otin, yang sempat-sempatnya keracunan dan nyaris tewas (tagihan klinik hewannya, pemirsaah 🙃🙃🙃). Tapi juga dapat berkat tak terduga juga. Nugi dapat drone dan iPad dari menang lomba nulis.

Tapi seperti kata seorang teman baik yang padanya aku sampahkan semua kejadian ini,
"Ara dan Nugi, kalian tu bukannya hidup sendiri. Ga akan mungkin kami biarin Aya Sae kelaparan. Tenang-tenang, rukun-rukun, baek-baeklah di sana. Semua akan berlalu. All is well..."

***
Dan hari ini, tepat setahun setelah semua kejadian yang nyaris bikin aku ga bisa bernafas itu ...

Aku menuliskan semua ini di sebelah Aya Sae yang tertidur pulas. Mereka sehat dan tumbuh dengan baik. Imunisasi lengkap bahkan sampai ke imunisasi tambahan yang tidak disubsidi pemerintah.

Di kamar Nugi sedang mengikuti instruksi dari aplikasi belajar bahasa spanyol. Itu caranya rehat sejenak dari dua job-nya (ya, Nugi double job sekarang).

Tabungan LM-ku sudah pulang dari "sekolah". Beberapa bulan lalu Nugi sudah menebusnya.

Kami tidak pusing dengan kebutuhan harian atau anak, karena bahkan Aya Sae sudah "mampu" beli diapers dan skincare-nya sendiri lewat tawaran endorsement yang mampir ke akun sosmedku.

Sudah mulai membuat beberapa portfolio sekaligus untuk beberapa financial goals (termasuk untuk traveling one day).

PR kami hanya menyisakan sedikit cicilan CC yang masih dalam batas sangat aman untuk kesehatan finansial.

Tapi di atas semua yang terjadi ini, baik tahun lalu dan tahun ini --juga tahun-tahun ke depan kuharap-- aku sangat bersyukur bahwa #RagiStory bertahan. Aku berbahagia karena aku dan Nugi bisa saling mendukung dan tetap memegang janji pernikahan kami.

Aku dan Nugi sadar bahwa apa yang kami alami ini belum apa-apa. Tapi memang rumah tangga itu memang ga pernah mudah kan?

Kalau mau mudah, mungkin janji pernikahan di altar harusnya diganti :
"Setia dalam suka saja, sehat saja, dan berkelimpahan saja".


0

Baca juga

Mimpi 15.529 Km

Tulisan ini dibuat dengan rasa rindu yang sangat, pada sosok manusia paling kontradiktif yang pernah kukenal : Papa. Mimpi 15.529 km | kuc...