Newsletter

Menu

Raiku Beauty Brightening Series | kucingdomestik.com


Yuhuu, bulan ini Mommy Ossas berkesempatan menjajal salah satu rangkaian produk skin care yaitu Raiku Beauty. Pertama dengar namanya, kesannya seperti agak berbau jepang-jepangan. Padahal maksudnya Raiku itu ya rai-ku alias wajahku (bahasa jawa. Eh, bahasa palembang juga sama ding, rai).

 Yups, Raiku Beauty adalah produk skin care wajah lokal yang bisa jadi pilihan para Ladies karena aman. Raiku Beauty sudah punya sertifikat halal dari MUI dan dapat sertifikasi dari BPOM juga. Termasuk juga sudah punya sertifikat ISO sehingga formulasi bahannya sudah teruji bebas dari kandungan senyawa berbahaya yang merusak kulit.

Sempat bingung memilih antara rangkaian produk Brightening Series atau Anti-aging Series, akhirnya saya memilih brightening series. Alasannya karena saya cukup sering dikira masih berumur awal 20-an (padahal sudah nyaris 30), jadi saya anggap kulit saya sudah cukup awet muda. Belum perlu anti-aging lah ... (evil laugh mode : on)

Tapi berhubung saya tipikal cewek yang malas merawat kulit dan sering bergosong-gosong ria di terik matahari, kulit saya cenderung kusam. Jadi pilihan Brightening Series sepertinya memang yang paling pas.

Rangkaian Raiku Beauty Brightening Series ini terdiri dari 6 macam produk yang akan saya ulas berdasarkan urutan pemakaiannya.

1. Raiku Cleansing Cream (Rp 68.000)
Mengandung ekstrak bunga chamomile dan vitamin E, tekstur Raiku Brightening Cleansing Cream ini mirip balsem yang agak sedikit cair. Fungsinya buat membersihkan wajah dari kotoran atau sisa-sisa make-up. Tapi kandungan bahan aktifnya berkhasiat untuk mengencangkan pori-pori dan mengencangkan pori-pori.
Cara pakainya gampang, langsung oles saja secara merata di wajah, lalu usap menggunakan kapas.
Raiku Cleansing Series


2. Raiku Cleansing Foam (Rp 68.000)
Nah, kalau ini tidak terlalu asing untuk saya. Baik tekstur maupun cara pakainya mirip dengan sabun pencuci muka biasa. Aplikasikan merata pada wajah, usap hingga berbusa dan bilas dengan air hingga bersih.
Raiku Cleansing Foam mengandung ekstrak beras yang di dalamnya ada antioksidan alami. Bisa meminimalisir kerusakan kulit akibat radikal bebas di lingkungan maupun sengatan matahari. Benar-benar pas untuk saya yang cukup banyak kegiatan outdoor. Kandungan ekstrak beras ini juga bisa membantu kulit wajah tampak cerah dan lembab.

3. Raiku Brightening Toner (Rp 98.000)

 
Raiku Brightening Toner

Kalau dua produk di atas masuk kategori cleansing series, yang ini sudah masuk Brightening Series. Kesan pertama sama toner ini adalah wanginya lembut sekali. Biasanya toner itu kan punya aroma cukup menyengat. Teksturnya cair seperti toner pada umumnya.
Raiku Brightening Toner mengandung Niacinimade (jenis vitamin B yang bisa membantu melembabkan wajah sekaligus menyamarkan noda dan keriput), ekstrak beras, AHA (senyawa asan yang bisa membantu masalah pigmentasi dan bikin wajah lebih cerah), dan minyak biji Safflower (mengandung asam linoleat yang bisa mengunci kelembaban sehingga bikin wajah lebih kinclong).
Cara pakainya, tunggu wajah kering dulu setelah pemakaian Raiku Cleansing Foam. Setelah itu, tuangkan Raiku Brightening Toner di sejumput kapas dan usapkan ke wajah. Rasakan sensasi segarnya begitu pakai ini.

4. Raiku Brightening Serum (Rp 148.000)

Raiku Brightening Serum
 
Ini yang bentuk kemasannya paling unik dan mungil. Teksturnya cukup cair, tapi sedikit lebih pekat ketimbang toner. Kandungan utama serum ini sama dengan tonernya yakni Niacinamide, Ekstrak Beras, AHA, dan Safflower. Cara pakainya langsung saja oleskan ke wajah sampai merata. Ada baiknya tunggu sejenak sampai toner yang dipakai sebelumnya kering dan meresap, baru deh dioles serumnya.

5. Raiku Brightening Morning/Night Cream (@ Rp 98.000)

Raiku Brightening Morning/Night cream
 
Ini dipakai paling akhir dari rangkaian produuk Raiku Beauty. Morning Cream untuk pemaiakan pagi hari karena dilengkapi dengan SPF 15, dan Night Cream untuk pemakaian malam hari.

Kesan Setelah 10 Hari Pemakaian ...

1. Nyaman sekali, karena kulit benar-benar terasa lembab dan kenyal. Padahal kulit saya biasanya cenderung kering. Sensasi segarnya juga terasa sekali dan untuk saya pribadi menimbulkan efek semacam kecanduan untuk rajin-rajin merawat kulit. Maklum, sebelumnya saya tipikal cewek cuek yang merasa pakai rangkaian produk skincare adalah ribet dan buang-buang waktu :D

2. Bye-Bye kusam. Wel, Raiku ini bukan produk pemutih, jadi kulit kuning langsat semi sawo matang saya ya warnanya tetap seperti ini meski sudah hampir 10 hari pakai. Tapi yang membedakan adalah, sama sekali tidak ada kesan kusam yang tertinggal. Triiingg ...! kinclong aja gitu. Malah jadi malas pakai make up macem-macem karena bare face saja sudah nyaman. Mungkin cukup tambah pensil alis dan lipstik saja sedikit biar nggak pucat.

3. Tekstur, aroma, dan kemasan ok punya. Ga ada satupun produk yang lengket atau aromanya menyengat dan bikin pusing. Kemasannya juga standar besarnya. Tidak kebesaran atau kekecilan, jadi tidak ribet saat harus dibawa saat bepergian.

4. Cocok di kulit saya. Dalam artian tidak menimbulkan jerawat, bercak merah atau hal-hal pertanda alergi semacam gatal dan sebagainya. Padahal kulit saya termasuk sensitif lho untuk ukuran produk-produk untuk wajah.

5. Kalau memang harus menuliskan minusnya (percayalah, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan), saya merasa produk ini kurang cocok kalau kemudian harus ditemplokin make up. Entah karena faktor jenis make up yang saya pakai atau bisa jadi karena faktor lain, rasanya jadi terlihat kurang menyatu. Meski sudah menunggu setidaknya 15 menit sampai produk benar-benar meresap sempurna, masih menimbulkan kesan tidak mengunci pada make up. Kalau pakai produk Raiku Beauty, saya lebih memilih tidak pakai make up sama sekali. Dalam hal ini, pemakaian malam hari benar-benar seperti surga (halah! lebay!).
Pede tanpa make up dan filter kamera dengan Raiku


Nah, demikian review dari Mommy Ossas terkait produk Raiku Beauty Brightening Series ini. Overall Recomended. Sepertinya produk ini memang diformulasikan khusus untuk  kita-kita yang tinggal di daerah tropis.

Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak terkait produk ini bisa cek di :





0

Nobar dan Meet n Greet 3 Dara 2


Awal november kemarin, bersama kawan-kawan Blogger Palembang (Mbak Murni, Nindi, Bikcik Kartika, dan Bimo) dapat undangan nonton film 3 Dara 2 (Terima kasih Blogger Crony undangannya). Perjuangan tahu, karena lokasi nontonnya ternyata di OPI Mall yang berjarak 23 km dari kosan saya. Pffftt, iya... ujung ke ujung ini. Tak apalah, saya bisa sekalian nyobain naik LRT.

 Film ini merupakan sekuel dari 3 Dara yang rilis tahun 2015 lalu. Berkisah tentang tiga sahabat yakni Affandy (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan Richard (Tanta Ginting) yang mendadak mengalami kesulitan keuangan karena tertipu sebuah investasi bodong. Tak hanya uang miliaran, mereka juga harus kehilangan rumah, apartemen, dan kendaraan sehingga terpaksa harus numpang di rumah ibu mertua Affandy, Eyang Putri (Cut Mini).

Hal ini membuat geram ketiga istri mereka, yakni Aniek (Fanny Febriana), Grace (Ovi Dian), dan Kasih (Rania Putrisari). Alhasil, demi menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, mereka akhirnya bertukar peran. Para istri bekerja dan para suami dibebankan tanggung jawab mengurus rumah tangga. Dimulailah hari-hari kocak para suami yang terpaksa menjalankan tugas-tugas domestik rumah tangga seperti masak, mencuci, dan beres-beres rumah. Tugas-tugas yang semula dianggap remeh ketiganya mulai terasa seperti neraka. Bagaimana mereka keluar dari situasi sulit tersebut?

Bergenre komedi, film ini cukup sukses mengocok perut. Tora Sudiro jelas menunjukkan kelasnya. Namun yang tak kalah mencuri perhatian adalah  hadirnya sosok tangan kanan Eyang Putri yakni Jentu yang diperankan dengan apik oleh Soleh Solihun. Sosok ini benar-benar menyebalkan dan kemunculannya selalu berhasil mengundang gelak tawa di satu studio. Ceritanya ringan dan menghibur, dan sebetulnya enak dinikmati sampai akhir. Sayangnya, Bimo tanpa sengaja melontarkan prediksi yang sangat tepat terkait twist yang disiapkan film ini. Sehingga keasyikan menkmati film ini di akhir jadi sedikit berkurang (awas ya kamu, Bimo!!!)
Cast 3 Dara 2 | kapanlagi.com


Meski banyak adegan konyol yang mengocok perut, saya pribadi bisa menarik banyak pelajaran penting dan bisa dicatat untuk nanti kalau sudah berumah tangga. Antara lain, tentang bagaimana laki-laki dan perempuan yang memang memiliki peran berbeda namun harus saling mengerti dan memahami. Jangan merasa ingin menang sendiri. Selain itu, bagaimana peremuan juga  harus cerdas dan sigap dalam menghadapi badai rumah tangga di depan mata, khususnya yang terkait dengan masalah krisis finansial di mana faktor ini yang paling banyak jadi penyebab tingginya angka perceraian di negeri kita. Terakhir, meski pasangan bukanlah sosok sempurna dan ada kalanya penuh aib, adalah tugas kita untuk menutupi hal tersebut di depan orang lain. Adalah tugas kita membela belahan jiwa kita jika direndahkan oleh orang lain. (Well, saya benar-benar tersentuh dengan adegan Aniek, yang meski kesal setengah mati dengan Affandy, namun tetap membela suaminya itu di depan Eyang Putri).

Film ini bukan hanya cocok ditonton oleh pasangan yang sudah menikah, namun juga anak-anak muda yang ingin mendapat gambaran bagaimana kompleksnya kehidupan berumah tangga. Biar nggak cuma mikir enaknya saat resepsi doang. :D
Jangan kapok undang kami lagi ya :D

1

Author

authorHalo, Saya Ara Niagara dari Palembang, Penyayang kucing super random dan ADHD person.
Learn More →



Labels