Menu





Reinkarnasi - Bintang Putra Sugiatno 


Di tengah maraknya arus karya digital yang kerap diasosiasikan dengan kecanggihan kecerdasan buatan (AI), sebuah video klip dari single bertajuk Reinkarnasi hadir sebagai kejutan yang menggugah sekaligus bikin bangga. Debut Bintang Putra Sugiatno sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagunya seperti ingin membuktikan bahwa kejujuran rasa dan ketekunan berkarya masih menjadi kekuatan utama dalam industri musik akhir-akhir ini.

Reinkarnasi adalah lagu pop dengan nuansa reflektif dan lirih. Namun, kekuatannya sama sekali tidak berhenti pada melodi. Lagu ini diketahui lahir dari rasa rindu mendalam Bintang kepada mendiang kakeknya—sebuah tema personal yang diterjemahkan dengan bahasa puitik, sederhana, namun sarat makna.




Penilaian pribadi saat pertama mendengarnya, liriknya tidak berusaha dramatis secara berlebihan. Sebaliknya, justru tenang, seperti percakapan batin seseorang yang sedang berdamai dengan kehilangan.

“Mungkin hidup ini tak lama lagi / Aku menantikan Dia datang padaku”

Sebuah lirik pembuka yang langsung menempatkan pendengar pada ruang kontemplasi. Lagu ini berbicara tentang kefanaan, tentang sakit yang kelak berhenti, dan tentang harapan akan dimensi yang lebih baik. Bukan kematian yang menakutkan, melainkan transisi, sebuah perjalanan menuju terang.


“Aku sekarang telah terbang di langit / Melintasi dimensi yang lebih baik”


Lirik tersebut memberi kesan pelepasan yang lapang. Tergambar bahwa Reinkarnasi tidak hanya bicara soal pahitnya duka, tetapi juga tentang penerimaan. Bahkan ketika sudah masuk pada tanah gagasan “terlahir lagi”, lagu ini sama sekali tidak terjebak dalam tafsir literal. Lagunya lebih terasa sebagai simbol: keinginan untuk menerangi masa kemudian memahami diri yang pernah rapuh, dan tidak lagi merasa kesepian—karena cinta tidak benar-benar pergi.


Animasi dalam video klip Reinkarnasi


Selain lirik dan aransemen, kekuatan emosional lagu ini kemudian dipertegas lewat video klip animasi yang mengiringi. Visual yang ditampilkan begitu matang, detail, dan menyatu dengan atmosfer lagu, hingga banyak penonton –termasuk saya– yang menyangka video ini dibuat dengan bantuan AI. Padahal, animasi tersebut adalah karya orisinal anak negeri, dikerjakan dengan keterampilan, kesabaran, dan visi artistik yang jelas. Kualitasnya bak cuplikan film animasi produksi studio ternama luar negeri.

Animasi dalam Reinkarnasi jelas bukan hanya sekadar pemanis. Ia turut menjadi medium bercerita—menyampaikan perasaan yang mungkin sulit diucapkan dengan kata-kata terbatas dalam litik. Perpaduan warna, gerak, dan ritme visualnya menciptakan pengalaman menonton yang imersif, seolah penonton diajak ikut “terbang” melintasi dimensi batin sang pencipta lagu. Menurut Bintang, lagu ini sendiri terinspirasi dari sosok mendiang kakek yang begitu disayanginya. 

Bintang Putra Sugiatno, Berkarya di Usia Belia


Di usia yang masih sangat muda, Bintang Putra Sugiatno yang masih pelajaran kelas 2 SMKN di Bandung ini menunjukkan kedewasaan artistik yang jarang ditemui remaja seusianya. Reinkarnasi bukan hanya lagu pop biasa, melainkan sebuah kesaksian bahwa karya yang jujur, personal, dan digarap dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan jalannya. Di tengah zaman serba instan, karya ini telah berhasil mengingatkan kita: emosi manusia tetap tak tergantikan oleh teknologi apa pun.

Keberanian Bintang Putra Sugiatno untuk merilis karya sejujur Reinkarnasi di usia yang masih belia perlu diapresiasi lebih dari sekadar kekaguman sesaat. Di tengah tekanan untuk sekadar mengikuti tren atau mengejar viralitas, ia memilih jalur yang tidak mudah: berkarya dari pengalaman personal, mengolah rindu menjadi musik, dan menyampaikannya dengan visual yang digarap serius. Ini bukan sekadar soal bakat, melainkan soal keberanian mengambil posisi sebagai seniman—bahkan sebelum dunia sepenuhnya siap memberi pengakuan.

Saya sungguh berharap, langkah awal ini bukan menjadi puncak, melainkan fondasi. Konsistensi sering kali menjadi ujian terberat bagi musisi muda: menjaga api kreatif tetap menyala di tengah proses belajar, keterbatasan, dan perubahan hidup.

Namun jika Bintang mampu mempertahankan kejujuran rasa dan kesungguhan kerja seperti yang terasa dalam Reinkarnasi, bukan tidak mungkin ia akan tumbuh menjadi suara yang matang—bukan hanya mahir secara teknis, tetapi juga berakar kuat pada kemanusiaan. Dunia musik Indonesia selalu membutuhkan talenta muda yang berani jujur pada dirinya sendiri. 


Buat kalian yang penasaran, single REINKARNASI dari Bintang Putra Sugiatno sudah bisa didengarkan di semua platform musik. 
0

Baca juga

Reinkarnasi - Bintang Putra Sugiatno : Ketika Rindu Berpadu dalam Musik & Animasi

Reinkarnasi - Bintang Putra Sugiatno  Di tengah maraknya arus karya digital yang kerap diasosiasikan dengan kecanggihan kecerdasan buatan (...