Newsletter

Menu

"Tour de Europe" di Spiderman Far From Home

Spiderman Far From Home


Oh, jadi ini ceritanya bukan soal Peter Parker yang kabur dari rumah toh, pikir saya di awal-awal film. Maklum, saya kan menghindari semua trailer dan spoiler. Jadi nontonnya benar-benar dalam kondisi  kanvas putih alias nggak ada bayangan apa-apa. Nebak-nebak judul doang kirain si Peter kabur kemana gitu …

Peter emang lagi jauh dari rumah. Tapi “cuma” study tour bareng temen-temen sekelasnya ke Eropa. Widiihhh, langsung berbinar-binar ni mata ngintipin kota-kota cantik di sana yang nggak tahu kapan bisa didatangi langsung. Itali, Ceko, Belanda, Jerman, Inggris … dan favorit saya : Austria. Hijau-hijau pegunungannya itu lho. Adem, sampe berasa dalam bioskop (ppppfffttt, AC-nya terlalu dingin ya, Ar?)

Austria



Dari segi plot, standar banget sih menurut saya. Terlalu simpel. Tentang Peter yang sebenernya pengen liburan sekaligus pedekate sama MJ, tapi malah terjebak sama misi penyelamatan dunia. Siapa penjahatnya aja ketebak kok. Visualisasi dan sound effect meski tetep keren, tapi saya merasa agak nanggung. Mmm…, semacam “duh, harusnya bisa lebih waaaahhh dari ini!”

Meski begitu ni film fun banget lho. Jokes-jokesnya dapet. Beberapa emang garing, tapi cukup banyak yang bikin satu studio pecah. Dan tahu apa yang paling berkesan buat saya? Romance scenes yang bertebaran di sepanjang film.

Saya nggak tahu nih apa tepatnya yang bikin saya senyum-senyum sendiri kaya orang bego di kegelapan. Faktor Chemistry Peter-MJ yang makin dapet kah? Ned-Betty yang kisah cinloknya unyu banget itu? Mungkin juga karena  si Tante seksi May sama Om Happy yang kemunculannya saya jamin bikin ni film naik rating… atau bisa jadi juga nggak ada hubungannya sama film. Melainkan faktor someone yang kebetulan nemenin nonton? (Astaga! Apaan cobaaa 😹😹)

Found this fanart on FB. Kyaaa... I ship this two 😻


Oh, meski tadi saya bilang penjahatnya ketebak, dua adegan pasca-kredit itu sama sekali nggak ketebak. Wohooo ...layak banget ditungguin. Saya pas keluar bioskop tuh terus langsung mikir “Wah, bakal ada apa lagi nih film selanjutnya?”

Saya nonton di CGV Transmart Jumat (5/7) kemarin. Niatnya nonton jam 6 tapi kehabisan karena kejebak macet dalam perjalanan dari Plaju (lagian ngapain juga pake hujan segala). Alhasil cuma dapat yang nyaris jam 8 malam.

Studio cukup ramai. ¾ terisi. Nggak ada insiden berarti kecuali mas-mas di sebelah saya masih nggak bisa nahan diri buat stop mainin HP. Beberapa kali terganggu banget sama cahaya yang keluar dari HP dia. Separo penonton udah keluar bahkan sebelum aftercredit 1 selesai. Well, dimaklumi juga sih karena udah kemalaman.

Total skor … ummm … versi objektif 8 (mungkin kurang-kurang sedikitlah). Tapi karena ni film bikin mood saya stabil padahal lagi PMS, skor akhir saya kasih 8,5 deh. Intinya (lumayan) recomended lah ...

Dan mohon maaf buat yang baca postingan ini karena ngarepin lebih banyak bocoran. Saya bukan Kang Spoiler. Nggak mau mengganggu kenikmatan orang lain yang mungkin belum sempat nonton.

Udaaaahhh… buruan nonton sendiri aja sana sebelum turun layar!




Salam dari Tepian Musi ...
(Mommy Ossas).


::


Nb.

I have taken a photo with someone who accompanied me to watch this movie last night. I even got his permission to upload our pic on my blog.


But after I looked at the photo carefully, I've changed my mind. I like the pic so much. Umm ..., sorry for being selfish, but right now I just want to keep it for myself.









No comments:

Post a Comment

Author

authorHalo, Saya Ara Niagara dari Palembang, Penyayang kucing super random dan ADHD person.
Learn More →



Labels