Newsletter

Menu

Launching All New Ertiga Sport


Kalian kalau punya mobil pengennya yang bagaimana, sih?

Saya pengennya yang pas buat keluarga. Lega, dan bisa muat lebih banyak orang. Desainnya tentu yang sporty. Biar tetap bisa gaya melaju di jalanan Palembang. Plus harganya juga nggak kemahalan.

Nah. Akhir pekan kemarin, saya dan rekan-rekan blogger Palembang dapat undangan spesial. Bukan acara blogger biasa, tapi peluncuran mobil baru dari Suzuki. 

Ga pake banyak mikir, saya dan pasukan  (Bimo, Nindy, Kak Ridho, Selvy, Dina, Paci, dan Mbak Fainun) langsung merapat ke Jade Restaurant di kompleks Palembang Indah Mall untuk menghadiri konferensi pers sore itu.

Jadi guys, ceritanya ada seri baru All New Ertiga yakni All New Ertiga Sport Series yang baru di-launching akhir Maret ini. Saya beruntung, mendengar pemaparan terkait mobil ini, A sampai Z-nya langsung dari pihak Suzuki. Mereka adalah Elysa Din Thamrin (Presiden Director PT Nusa Sarana Citra Bakti), Harold Donnel (4W Head of Brand Development and Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales), dan Ignatius Felix (Area Sales PT SIS).

Apa dan bagaimana sih All New Ertiga Sport Series ini? Baca terus ya …

Menjawab Tantangan Pasar

Didesain khusus untuk keluarga milenial



Seri All New Ertiga Sport ini bukan diproduksi begitu saja. Semua untuk menjawab tantangan pasar, di mana masyarakat saat ini sangat menginginkan adanya mobil MPV yang pas untuk kalangan keluarga muda dari generasi milenial. 

Bukan hanya mengutamakan kenyamanan, namun desain sporty-nya juga memastikan seri mobil ini memiliki tampilan kece dan sesuai dengan selera masyarakat muda. 

Fitur Unggulan
Seri All New Ertiga Sport memiliki sejumlah fitur unggulan. Dijelaskan Arfani selaku Trainer Suzuki, seri terbaru Ertiga ini masih tetap mempertahankan keunggulan teknologi lamanya sekaligus menambahkan sejumlah fitur baru.

Performa maksimal untuk perjalanan malam hari


Suzuki All New Ertiga Sport menggunakan lampu Daytime Running Light dan Defogger alias penghalau kabut.  “Fitur ini membantu pengemudi saat berkendara di malam hari sekaligus membantu di saat kondisi jarak pandang sempit karena cuaca buruk,” kata Arfani.



Selain itu, terdapat pula Rear Camera Parking yang berguna sekali saat memarkir mobil. Dari segi tampilan, baik eksterior dan interior sudah nggak perlu diragukan. Makin terlihat kece dengan hadirnya layar 6.8 inch di dashboard yang benar-benar sukses memberikan kesan mewah. Tersedia pula 3 varian warna yang bisa dipilih, yakni Cool Black, Metallic Magma Grey, dan Pearl Snow White.
Sudah cocok punya All New Ertiga Sport?



Soal harga, bohong kalau saya bilang murah. Kalau mau murah mah beli mobil-mobilan aja sana. Tapi dengan kualitas yang ditawarkan, harga Rp 257 juta untuk tipe manual dan Rp 269 juta untuk yang matic jelas besainglah ya. Ga bakal rugi kok memilikinya.


Jadi buat kalian, para keluarga millennial yang pengen punya mobil baru. Sudahlah, nggak usah kebanyakan mikir. All New Ertiga Sport Aja!



Terima kasih Ertiga  yang bikin malam Minggu kami ceria๐Ÿ˜˜


***

Mommy Ossas berterima kasih pada 
Kak Ridho Arbain untuk foto-fotonya.
Dan Bimo Rafandha atas ajakannya ๐Ÿ˜˜


7



Nannerl Mozart • wikipedia.org

Tulisan ini menjadi Headline di Kompasiana.

***

Sebelum ini, saya tidak pernah tahu Mozart punya kakak perempuan. Namanya Maria Anna Mozart atau yang lebih dikenal dengan nama kecilnya : Nannerl.

Saya tahu Nannerl dari sebuah channel Youtube Twoset Violin. Dalam salah satu episodenya, duo violinist yang hobi membuat konten lelucon ini memparodikan para komposer ternama seandainya masih hidup di era modern.


Di sini dua cowok Twoset Violin secara tidak langsung memberi tahu saya kalau Mozart ternyata punya saudara perempuan.

Nannerl lahir di Salzburg, Austria pada 30 Juli 1751 dan 4,5 tahun lebih tua dari adiknya, Wolfgang Amadeus Mozart. Dilansir dari theguardian.com, sepasang kakak beradik ini dikenal sebagai bocah ajaib. Sejak masih kanak-kanak, kemampuan bermusik mereka sering “dipamerkan” ayahnya, Leopold Mozart dalam sejumlah tour ke banyak tempat seperti Munich, Vienna, Paris, London, Jerman, hingga Swiss.

Potret keluarga Mozart • theguardian.com


Kemampuan Amadeus Mozart jelas sudah tidak diragukan lagi, namun siapa menyangka jika bocah jenius ini semula terinspirasi oleh kakaknya. Pada usia 3 tahun, Mozart mulai tertarik belajar musik karena memperhatikan ayahnya mengajari Nannerl alat musik harpsichord (cikal bakal piano).

***


Mozart dan Nannerl dalam Film Mozart's Sister (2010) • pict thecultureconcept.com

Sebagai orang awam di dunia musik dan hanya menyukai beberapa piece klasik terkenal, nama Nannerl seperti sihir. Saya penasaran dengan perempuan ini. Bukan sebagai kakak-nya Mozart, namun sebagai pribadi Nannerl sendiri.


Bakat Nannerl mengalir dari sang ayah yang juga seorang komponis sekaligus violinist terkenal pada masanya. Gadis ini begitu mencintai musik yang sudah dipelajarinya sejak usia 8 tahun. Dia dikenal sebagai pemain harpsichord dan fortepianist andal. Bersama adiknya, Mozart, Nannerl telah memukau banyak orang dari berbagai tempat.

Sayang, karir bermusik Nannerl harus terhenti di usia 18 tahun. Ayahnya melarang gadis itu bepergian dan mengasah bakatnya lagi karena sudah memasuki usia wajib menikah. Mulai tahun 1769, Nannerl tak lagi bermusik ke tempat-tempat yang jauh, namun tinggal di rumah saja di Salzburg bersama ibunya.

Nannerl tipikal gadis penurut dan baik-baik. Dia selalu tunduk pada keinginan ayahnya, termasuk soal pasangan hidup. Nannerl semula mencintai seorang kapten dan guru privat bernama Franz d’lppold, namun tak mendapat restu. Ayahnya memaksa gadis itu menolak lamaran. Hal ini sempat membuat adiknya meradang. Mozart ingin kakaknya berjuang membela keinginannya sendiri.

Namun  toh Nannerl tetap menikah dengan pria lain. Seorang hakim duda 5 anak bernama Johann Baptist Franz von Berchtold zu Sonnenburg. Selain anak bawaan dari suaminya, Nannerl kemudian punya 3 anak lagi dari rahimnya sendiri : Leopold Alois Pantaleon, Jeanette, dan Maria Babate.

Meski punya kehidupan rumah tangga yang luar biasa normal, Nannerl tak serta merta melupakan bakat alamnya. Dari surat-surat yang dikirim Mozart untuk Nannerl, adiknya itu memuji beberapa komposisi musik yang ditulis Nannerl. Hal ini menunjukkan, perempuan ini sebetulnya tak pernah menyerah untuk berkarya. Sayang, tak satu pun komposisi buah karya Nannerl yang terselamatkan.

Kisah Nannerl membuat sedikit banyak menjawab pertanyaan saya, mengapa nama komposer klasik perempuan tak pernah terdengar gaungnya. Bukan tidak ada, bukan tidak mampu yang jelas. Mereka hilang dan tenggelam oleh diskriminasi gender untuk kemudian dilupakan begitu saja oleh sejarah.

Perempuan, sejak dulu hanya diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Ah, kasihan Nannerl. Dia hidup di era yang salah.  Andai dia hidup di masa kini, dia sepertinya bukan sekadar jadi manusia bayangan di channel youtube adiknya. Mungkin musiknya dipakai dalam film-film fenomenal atau bahkan mencetak rekor di grammy awards.

Mungkin.

Nyatanya, Nannerl sudah meninggal hampir 200 tahun yang lalu. Dan selamanya dia hanya akan dikenang sebagai Nannerl, la Soueur de Mozart.


***


Setelah menulis ini, saya jadi tidak sabar menonton film Amadeus yang direkomendasikan Kak Yayan a.k.a Om Nduut . Adakah yang sudah nonton film peraih Oscar ini?
2

Author

authorHalo, Saya Ara Niagara dari Palembang, Penyayang kucing super random dan ADHD person.
Learn More →



Labels