Menu

Alkitab atau Alki-Tab?  | pict : shutterstock.com



Malam minggu lalu, saya mengikuti ibadah pemuda gabungan di Gereja Baptis Kentan, Palembang. Sebuah ibadah gabungan khusus, edisi Valentine yang dipercepat. Seperti biasa, mulainya ngaret sekira setengah jam. Tapi berlangsung cukup khusyuk dan lancar sampai selesai.

Ada satu hal yang menarik perhatian saya, tepatnya saat Firman Tuhan disampaikan alias khotbah. Rupanya masih cukup banyak anak-anak muda yang bertahan membawa Alkitab versi buku, meski yah tetap kalah banyak juga dengan mereka yang pilih pakai aplikasi Alkitab yang terinstal di ponsel pintar atau tab. Sejak tiga atau lima tahun terakhir, memang makin jarang terlihat orang kristen (khususnya usia pemuda-remaja) yang membawa Alkitab versi buku saat ke gereja maupun persekutuan doa. Termasuk saya.


Aplikadi MySword Bible | kucingdomestik.com

Ya. Saya memang lebih pilih aplikasi Alkitab karena alasan kepraktisan. Selain itu, saya pakai aplikasi MySword Bible. Mungkin bukan aplikasi Alkitab terbaik pilihan sejuta umat, tapi aplikasi ini menyediakan layanan Alkitab versi bahasa asli. Bahasa Ibrani untuk perjanjian lama, dan Bahasa Yunani untuk perjanjian baru. Menemukan kosakata baru atau sekadar membandingkan dengan versi terjemahan Bahasa Indonesia yang selama ini dibaca selalu membawa kebahagiaan tersendiri bagi saya. Seru dan jauh dari kata membosankan.

belajar bahasa Ibrani lewat MySword Bible | kucingdomestik.com


Beberapa tahun lalu, saat penggunaan aplikasi Alkitab dalam gawai belum semasif sekarang, seorang --katakanlah-- pemimpin rohani yang saya kenal sempat melarangnya. Dia tidak mau melihat ada ponsel diaktifkan saat beribadah, termasuk untuk mengakses aplikasi Alkitab. Entah apa yang dia pikirkan, namun saya berpendapat beliau semacam antipati dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

Lalu pada satu kesempatan mengobrol santai, saya katakan "Alkitab berwujud buku yang kita pakai sekarang memangnya asli? Bukannya itu wujud perkembangan zaman juga? Kalau mau bertahan asli ya kita harusnya masih pakai papirus atau loh batu sekalian..."

Saya sudah lama tidak bertemu beliau. Tapi pada natal akhir tahun lalu, saya lihat beliau sudah pakai Alki-tab, aplikasi Alkitab dalam tablet yang dibawanya saat berkhotbah.

***

Tentu tidak ada salahnya memanfaatkan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Namun penggunaan Alkitab digital ini bukan tidak punya efek samping. Dibanding Alkitab versi buku, aplikasi Alkitab lebih rentan gangguan. Pengalaman saya, sekalipun HP dalam silent mode + airplane mode, sulit sekali memaksa diri tetap fokus pada jalannya khotbah. Tangan ini terlalu gatal untuk tidak mengutak-atik aplikasi yang lain. Entah membaca chat-chat lama dalam whatsapp, atau sekadar melirik foto-foto dalam galeri.

Dalam hal ini, jarak antara kekhusyukan ibadah dan kekejaman dunia digital memang hanya sebatas kontrol diri. Seberapa tahan kemampuan diri kita untuk fokus hanya ke Tuhan, dan bukannya aplikasi dalam genggaman.

Saat menulis ini, mendadak saya ingat Firman Tuhan yang berbunyi begini :

"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka." Matius 5:29-30


Kedua ayat ini tentunya bukan untuk dimaknai secara harafiah. Namun Yesus sudah dengan tegas mengingatkan, bahwa jangan pernah main-main dengan dosa. Kalau tanya jujur pada nurani sendiri, pasti sebenarnya tahu kok ... bahwa bermain-main dengan ponsel saat beribadah, saat pendeta serius berkhotbah, itu bukan hanya tidak pantas secara etika manusia, namun juga berdosa. Menyepelekan Tuhan.

Tulisan ini saya akhiri dengan omelan ke diri sendiri :

"Hai Arako! Jika HPmu menyesatkan engkau, pecahkan dan buanglah itu, karena lebih baik jika kamu nggak punya ponsel, dari pada tubuhmu harus dicampakkan ke neraka gara-gara itu!"

Hehehe, yuk. Mulai bijak gunakan gawai-gawai kita.






0



Forum Merdeka Barat 9



Selain untuk pembangunan fisik, pemanfaatan Dana Desa banyak dialokasikan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam jangka waktu 2015-2018, tercatat sebanyak 37.830 unit BUMDes yang terbentuk lewat program kebijakan Dana Desa. Dengan demikian, per 21 Desember 2018, sebanyak 61% desa di Indonesia telah memiliki BUMDes. 

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi dalam gelaran diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk “Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa” di Griya Agung, Palembang, Senin (4/2) kemarin. Saya dan beberapa rekan dari Kompasianer Palembang berkesempatan hadir dalam acara ini.

“Anggaran dana desa yang pada tahun 2015 sebesar Rp 20,67 triliun, meningkat jadi Rp 60 triliun di 2018. Jika di awal pelaksanaannya dana ini banyak digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat saja, tahun-tahun terakhir mulai banyak dimanfaatkan untuk hal lain, salah satunya pembentukan BUMDes. Dari total 45.549 unit BUMDes yang ada, sebanyak 37.830 unit di antaranya terbentuk melalui program Dana Desa,” kata Anwar. 

Menariknya, keberadaan BUMDes tersebut tak hanya berdampak signifikan pada perekonomian desa, namun juga berhasil menyerap cukup banyak tenaga kerja. Sebanyak 1.074.754 orang tenaga telah terserap lewat keberadaan BUMDes. 

Disampaikan Anwar, hal itu berpengaruh terhadap menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) desa. TPT yang semula berada di angka 4,93% di tahun 2015, saat ini telah turun menjadi 3,72% di akhir 2018. “Sebanyak 1 juta lebih tenaga kerja berhasil terserap lewat keberadaan BUMDes ini. Dan dipastikan semuanya adalah tenaga kerja lokal,” jelas Anwar.  

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya yang turut hadir dalam forum tersebut menyambut baik penyerapan  tenaga kerja oleh BUMDes. Menurutnya, hal itu secara tidak langsung telah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Jangan sampai, tenaga kerja kita dieksploitasi untuk kepentingan negara lain. Dengan adanya BUMDes, artinya membuka peluang lapangan kerja di desa sendiri,” kata Mawardi.

Meski demikian, Mawardi mengakui, khusus untuk wilayah Sumatera Selatan, per akhir Oktober 2018 baru empat kabupaten/kota yang menerima kucuran dana desa tahap III. Keempat kabupaten/desa tersebut adalah Kota Prabumulih, Muara Enim, Musi Rawas, dan Banyuasin. Hal ini disebabkan karena sebagian besar desa belum menyerahkan laporan penggunaan dana desa tahap II. Di samping itu, masih ditemui sejumlah kasus penyelewengan terkait pemanfaatan dana desa di lapangan. 

Menanggapi hal ini, Anwar Sanusi mengatakan pihaknya telah menggandeng KPK untuk mengawasi penggunaan dana desa. Selain itu, diharapkan peran masyarakat pula untuk ikut melaporkan penyelewengan atau pelanggaran yang mungkin ditemui di lapangan. “Kita akui hal ini masih menjadi kendala kita. Namun kita sudah upayakan agar hal ini bisa ditekan, salah satunya dengan melibatkan KPK untuk mengawasi. Selain itu, masyarakat juga bisa berperan dengan melaporkan dugaan penyelewengan dana desa ke call center 1500040,” kata Anwar.

Anwar menambahkan, pihaknya berharap peran media untuk lebih menebarkan semangat penuh harapan ketimbang berita bohong. Banyak hal-hal positif yang bisa disampaikan terkait pencapaian pemanfaatan Dana Desa. “Misalnya saja, terdapat 145 BUMDes yang punya nilai omset di atas Rp 1 Miliar. Hal ini kan bisa menjadi contoh untuk diterapkan di BUMDes di tempat lain. Media berperan besar untuk menyebarkan hal seperti ini. Lebih baik menebar semangat hope ketimbang hoax,” demikian Anwar.  

Geng Kompal (Kompasianer Palembang)







0



Ketika Temanmu Aborsi, kucingdomestik.com (pict : helpsharia.com)


Saya menulis ini dengan perasaan tidak keruan. Seorang teman, sebut saja Hanako (25), tadi malam chat dengan kabar amat tidak mengenakkan. Dia bilang ingin menggugurkan janin yang sedang dikandungnya.

Saya benar-benar bingung harus bagaimana atau merespon seperti apa. Saya tahu, idealnya saya harus melakukan apapun untuk mencegahnya melakukan perbuatan itu. Baik dari sisi agama maupun kemanusiaan, aborsi benar-benar sulit untuk diterima. Tapi di sisi lain, saya benar-benar memahami kondisinya yang complicated.

Hanako ini belum menikah. Sedang menempuh pendidikan S2 di salah satu universitas negeri 
ternama. Dia punya pacar, namanya sebut saja Hide. Mereka sudah cukup lama pacaran, sekitar 4 atau 5 tahunan kalau tidak salah ingat. Hanako dan Hide pasangan serasi, sebetulnya. Sayang, cinta mereka terhalang restu. Bukan hanya beda agama, tapi juga beda status sosial.

Hanako anak orang kaya. Cantik, pintar, berkepribadian baik dan terlihat begitu sempurna dari luar. Tapi dia punya rahasia besar. Sebelum ini, dia seorang lesbian. Tapi dia perlahan "sembuh" berkat Hide. Cowok ini benar-benar berhati besar dan menerima Hanako termasuk segala masa lalunya. Hanako juga tidak yakin bisa mencintai laki-laki lain selain Hide.

Tapi orang tua Hanako kan tidak tahu apa-apa. Di mata mereka, Hanako itu putri mereka yang sempurna. Jelas tidak terima kalau dapat mantu "cuma" seorang freelancer.
Hanako gadis cerdas. Dia bukan tidak tahu fungsi alat kontrasepsi. Bahkan dia pun seharusnya tahu kalau berhubungan badan dengan pasangan yang belum sah itu jelas melanggar norma dan aturan agama. Saya merasa sudah mengenalnya cukup dekat untuk menyimpulkan bahwa kehamilan itu memang disengaja ..., agar mereka bisa menikah.

Kesimpulan ini diperkuat dengan isi chat Hanako yang bilang Hide bersedia bertanggung jawab. Masalahnya adalah di diri Hanako sendiri. Dia yang mendadak ingin menggugurkan kandungannya karena mungkin belakangan jadi berbalik ketakutan sendiri. Meski di awal dia terkesan siap, nyatanya dia belum siap untuk jadi ibu. Umm..., bukan belum siap jadi ibu sih sepertinya ... Dia hanya belum siap menghadapi penghakiman orang-orang di sekitarnya.

Saya betul-betul bingung bagaimana menghadapi Hanako. Terlepas dari standar moral dan keagamaan, saya benar-benar khawatir dengan kondisi kesehatannya jika dia sampai benar-benar melakukan aborsi. Saya juga khawatir ancaman hukum (pasal 341 KUHP) yang mengintainya.  Saya sungguh tidak ingin dia aborsi, meski saya juga sangat mengerti betapa pelik situasi yang dia hadapi. Alhasil, saya hanya menemaninya ngobrol semalaman sambil berdoa sepenuh hati agar Tuhan ubahkan pikirannya. Ketakutan terbesar saya adalah, Hanako ini diberkati dengan kondisi finansial yang memungkinkannya dapat melakukan apapun selagi bisa dibeli dengan uang. Termasuk aborsi.
Saya berharap, pikiran itu hanya didorong oleh kekalutan Hanako semata. Dia pasti akan berpikir lebih panjang nanti kalau sudah tenang. Dia cewek pintar dan Hide juga laki-laki yang tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada orang yang dia cintai.

Tapi saya salah.

Siang ini, Hanako mengabari kalau segalanya berjalan sesuai rencana.

Janin di perutnya sudah tidak ada lagi.


*

Saya syok. Saya tahu, semua ini di luar kuasa saya.
Tapi saya tetap menyesal dan tidak mampu mengenyahkan rasa bersalah ini.
Saya tahu, ini bukan urusan saya dan seharusnya tidak perlu terbebani karenanya.
Tapi bayang manusia-manusia lain yang saya kenal mendadak melintas.
Mereka yang saya tahu persis bahwa mereka begitu mendambakan kehadiran buah hati. Mereka yang pasti akan dengan senang hati merawat dan membesarkan bayi milik Hanako seperti anak mereka sendiri.
Saya juga memikirkan mereka yang saat ini mendambakan bisa menghirup kehidupan sedikit lebih lama lagi.




Dan saya merasa ...
kosong.


   There are only two ways to live your life. One is as though NOTHING is miracle. The other is as though EVERYTHING is a miracle. - Albert Einstein
1

Raiku Beauty Brightening Series | kucingdomestik.com


Yuhuu, bulan ini Mommy Ossas berkesempatan menjajal salah satu rangkaian produk skin care yaitu Raiku Beauty. Pertama dengar namanya, kesannya seperti agak berbau jepang-jepangan. Padahal maksudnya Raiku itu ya rai-ku alias wajahku (bahasa jawa. Eh, bahasa palembang juga sama ding, rai).

 Yups, Raiku Beauty adalah produk skin care wajah lokal yang bisa jadi pilihan para Ladies karena aman. Raiku Beauty sudah punya sertifikat halal dari MUI dan dapat sertifikasi dari BPOM juga. Termasuk juga sudah punya sertifikat ISO sehingga formulasi bahannya sudah teruji bebas dari kandungan senyawa berbahaya yang merusak kulit.

Sempat bingung memilih antara rangkaian produk Brightening Series atau Anti-aging Series, akhirnya saya memilih brightening series. Alasannya karena saya cukup sering dikira masih berumur awal 20-an (padahal sudah nyaris 30), jadi saya anggap kulit saya sudah cukup awet muda. Belum perlu anti-aging lah ... (evil laugh mode : on)

Tapi berhubung saya tipikal cewek yang malas merawat kulit dan sering bergosong-gosong ria di terik matahari, kulit saya cenderung kusam. Jadi pilihan Brightening Series sepertinya memang yang paling pas.

Rangkaian Raiku Beauty Brightening Series ini terdiri dari 6 macam produk yang akan saya ulas berdasarkan urutan pemakaiannya.

1. Raiku Cleansing Cream (Rp 68.000)
Mengandung ekstrak bunga chamomile dan vitamin E, tekstur Raiku Brightening Cleansing Cream ini mirip balsem yang agak sedikit cair. Fungsinya buat membersihkan wajah dari kotoran atau sisa-sisa make-up. Tapi kandungan bahan aktifnya berkhasiat untuk mengencangkan pori-pori dan mengencangkan pori-pori.
Cara pakainya gampang, langsung oles saja secara merata di wajah, lalu usap menggunakan kapas.
Raiku Cleansing Series


2. Raiku Cleansing Foam (Rp 68.000)
Nah, kalau ini tidak terlalu asing untuk saya. Baik tekstur maupun cara pakainya mirip dengan sabun pencuci muka biasa. Aplikasikan merata pada wajah, usap hingga berbusa dan bilas dengan air hingga bersih.
Raiku Cleansing Foam mengandung ekstrak beras yang di dalamnya ada antioksidan alami. Bisa meminimalisir kerusakan kulit akibat radikal bebas di lingkungan maupun sengatan matahari. Benar-benar pas untuk saya yang cukup banyak kegiatan outdoor. Kandungan ekstrak beras ini juga bisa membantu kulit wajah tampak cerah dan lembab.

3. Raiku Brightening Toner (Rp 98.000)

 
Raiku Brightening Toner

Kalau dua produk di atas masuk kategori cleansing series, yang ini sudah masuk Brightening Series. Kesan pertama sama toner ini adalah wanginya lembut sekali. Biasanya toner itu kan punya aroma cukup menyengat. Teksturnya cair seperti toner pada umumnya.
Raiku Brightening Toner mengandung Niacinimade (jenis vitamin B yang bisa membantu melembabkan wajah sekaligus menyamarkan noda dan keriput), ekstrak beras, AHA (senyawa asan yang bisa membantu masalah pigmentasi dan bikin wajah lebih cerah), dan minyak biji Safflower (mengandung asam linoleat yang bisa mengunci kelembaban sehingga bikin wajah lebih kinclong).
Cara pakainya, tunggu wajah kering dulu setelah pemakaian Raiku Cleansing Foam. Setelah itu, tuangkan Raiku Brightening Toner di sejumput kapas dan usapkan ke wajah. Rasakan sensasi segarnya begitu pakai ini.

4. Raiku Brightening Serum (Rp 148.000)

Raiku Brightening Serum
 
Ini yang bentuk kemasannya paling unik dan mungil. Teksturnya cukup cair, tapi sedikit lebih pekat ketimbang toner. Kandungan utama serum ini sama dengan tonernya yakni Niacinamide, Ekstrak Beras, AHA, dan Safflower. Cara pakainya langsung saja oleskan ke wajah sampai merata. Ada baiknya tunggu sejenak sampai toner yang dipakai sebelumnya kering dan meresap, baru deh dioles serumnya.

5. Raiku Brightening Morning/Night Cream (@ Rp 98.000)

Raiku Brightening Morning/Night cream
 
Ini dipakai paling akhir dari rangkaian produuk Raiku Beauty. Morning Cream untuk pemaiakan pagi hari karena dilengkapi dengan SPF 15, dan Night Cream untuk pemakaian malam hari.

Kesan Setelah 10 Hari Pemakaian ...

1. Nyaman sekali, karena kulit benar-benar terasa lembab dan kenyal. Padahal kulit saya biasanya cenderung kering. Sensasi segarnya juga terasa sekali dan untuk saya pribadi menimbulkan efek semacam kecanduan untuk rajin-rajin merawat kulit. Maklum, sebelumnya saya tipikal cewek cuek yang merasa pakai rangkaian produk skincare adalah ribet dan buang-buang waktu :D

2. Bye-Bye kusam. Wel, Raiku ini bukan produk pemutih, jadi kulit kuning langsat semi sawo matang saya ya warnanya tetap seperti ini meski sudah hampir 10 hari pakai. Tapi yang membedakan adalah, sama sekali tidak ada kesan kusam yang tertinggal. Triiingg ...! kinclong aja gitu. Malah jadi malas pakai make up macem-macem karena bare face saja sudah nyaman. Mungkin cukup tambah pensil alis dan lipstik saja sedikit biar nggak pucat.

3. Tekstur, aroma, dan kemasan ok punya. Ga ada satupun produk yang lengket atau aromanya menyengat dan bikin pusing. Kemasannya juga standar besarnya. Tidak kebesaran atau kekecilan, jadi tidak ribet saat harus dibawa saat bepergian.

4. Cocok di kulit saya. Dalam artian tidak menimbulkan jerawat, bercak merah atau hal-hal pertanda alergi semacam gatal dan sebagainya. Padahal kulit saya termasuk sensitif lho untuk ukuran produk-produk untuk wajah.

5. Kalau memang harus menuliskan minusnya (percayalah, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan), saya merasa produk ini kurang cocok kalau kemudian harus ditemplokin make up. Entah karena faktor jenis make up yang saya pakai atau bisa jadi karena faktor lain, rasanya jadi terlihat kurang menyatu. Meski sudah menunggu setidaknya 15 menit sampai produk benar-benar meresap sempurna, masih menimbulkan kesan tidak mengunci pada make up. Kalau pakai produk Raiku Beauty, saya lebih memilih tidak pakai make up sama sekali. Dalam hal ini, pemakaian malam hari benar-benar seperti surga (halah! lebay!).
Pede tanpa make up dan filter kamera dengan Raiku


Nah, demikian review dari Mommy Ossas terkait produk Raiku Beauty Brightening Series ini. Overall Recomended. Sepertinya produk ini memang diformulasikan khusus untuk  kita-kita yang tinggal di daerah tropis.

Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak terkait produk ini bisa cek di :





0

Nobar dan Meet n Greet 3 Dara 2


Awal november kemarin, bersama kawan-kawan Blogger Palembang (Mbak Murni, Nindi, Bikcik Kartika, dan Bimo) dapat undangan nonton film 3 Dara 2 (Terima kasih Blogger Crony undangannya). Perjuangan tahu, karena lokasi nontonnya ternyata di OPI Mall yang berjarak 23 km dari kosan saya. Pffftt, iya... ujung ke ujung ini. Tak apalah, saya bisa sekalian nyobain naik LRT.

 Film ini merupakan sekuel dari 3 Dara yang rilis tahun 2015 lalu. Berkisah tentang tiga sahabat yakni Affandy (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan Richard (Tanta Ginting) yang mendadak mengalami kesulitan keuangan karena tertipu sebuah investasi bodong. Tak hanya uang miliaran, mereka juga harus kehilangan rumah, apartemen, dan kendaraan sehingga terpaksa harus numpang di rumah ibu mertua Affandy, Eyang Putri (Cut Mini).

Hal ini membuat geram ketiga istri mereka, yakni Aniek (Fanny Febriana), Grace (Ovi Dian), dan Kasih (Rania Putrisari). Alhasil, demi menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, mereka akhirnya bertukar peran. Para istri bekerja dan para suami dibebankan tanggung jawab mengurus rumah tangga. Dimulailah hari-hari kocak para suami yang terpaksa menjalankan tugas-tugas domestik rumah tangga seperti masak, mencuci, dan beres-beres rumah. Tugas-tugas yang semula dianggap remeh ketiganya mulai terasa seperti neraka. Bagaimana mereka keluar dari situasi sulit tersebut?

Bergenre komedi, film ini cukup sukses mengocok perut. Tora Sudiro jelas menunjukkan kelasnya. Namun yang tak kalah mencuri perhatian adalah  hadirnya sosok tangan kanan Eyang Putri yakni Jentu yang diperankan dengan apik oleh Soleh Solihun. Sosok ini benar-benar menyebalkan dan kemunculannya selalu berhasil mengundang gelak tawa di satu studio. Ceritanya ringan dan menghibur, dan sebetulnya enak dinikmati sampai akhir. Sayangnya, Bimo tanpa sengaja melontarkan prediksi yang sangat tepat terkait twist yang disiapkan film ini. Sehingga keasyikan menkmati film ini di akhir jadi sedikit berkurang (awas ya kamu, Bimo!!!)
Cast 3 Dara 2 | kapanlagi.com


Meski banyak adegan konyol yang mengocok perut, saya pribadi bisa menarik banyak pelajaran penting dan bisa dicatat untuk nanti kalau sudah berumah tangga. Antara lain, tentang bagaimana laki-laki dan perempuan yang memang memiliki peran berbeda namun harus saling mengerti dan memahami. Jangan merasa ingin menang sendiri. Selain itu, bagaimana peremuan juga  harus cerdas dan sigap dalam menghadapi badai rumah tangga di depan mata, khususnya yang terkait dengan masalah krisis finansial di mana faktor ini yang paling banyak jadi penyebab tingginya angka perceraian di negeri kita. Terakhir, meski pasangan bukanlah sosok sempurna dan ada kalanya penuh aib, adalah tugas kita untuk menutupi hal tersebut di depan orang lain. Adalah tugas kita membela belahan jiwa kita jika direndahkan oleh orang lain. (Well, saya benar-benar tersentuh dengan adegan Aniek, yang meski kesal setengah mati dengan Affandy, namun tetap membela suaminya itu di depan Eyang Putri).

Film ini bukan hanya cocok ditonton oleh pasangan yang sudah menikah, namun juga anak-anak muda yang ingin mendapat gambaran bagaimana kompleksnya kehidupan berumah tangga. Biar nggak cuma mikir enaknya saat resepsi doang. :D
Jangan kapok undang kami lagi ya :D

1


Prudential : Pasti dikasih Lebih | kucingdomestik.com

"Buat apa beli polis asuransi? Masih muda ini, masih sehat ini, masih jomblo single gini ... Ntar ajalah kalau udah nikah. Ntar ajalah kalau udah punya anak. Ntar ajalah kalau udah punya penghasilan tetap."

Sebagai anak muda yang hidup di era milenial seperti sekarang, pikiran semacam itu sering sekali mampir di kepala. Terutama kalau lagi disamperin Mbak-Mbak sales asuransi. Adaaa saja alasan untuk menolak atau menunda.Merasa tidak butuh begitu deh.

Tapi ..., benarkah anak muda tidak butuh asuransi?

Yang tepat itu justru sebaliknya lho. Pepatah bilang sedia payung sebelum hujan. Malah saat masih muda inilah seharusnya berani ambil langkah untuk proteksi diri di masa depan.

Mumpung masih muda, mumpung masih sehat, mumpung belum banyak kebutuhan atau tanggungan lain seperti halnya orang-orang yang sudah berkeluarga. Dengan demikian, tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang membutuhkan dana besar di masa mendatang. Semua sudah siap.

Selain itu, untuk menjadi nasabah asuransi tidak harus punya pekerjaan tetap kok. Selagi masih bisa menyisihkan pendapatan yang diterima setiap bulannya, anak muda pun bisa menjadi nasabah asuransi.

VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto | kucingdomestik.com

Hal itulah yang disampaikan VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto, Senin (24/9) lalu di Palembang. Kebetulan saya, dan beberapa teman-teman blogger berkesempatan menghadiri acara launching produk unit link terbaru Prudential, yakni PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru.

Menurut Widyananto, dua produk ini kemerupakan sebuah inovasi dari Prudential untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. “Kami terus meningkatkan keahlian kami, dan kali ini menawarkan kepada para nasabah dua inovasi produk unit link terbaru Prudential, yaitu PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru.”

Nah, buat kalian, generasi milenial yang mulai ingin berasuransi, boleh banget mencoba dua produk ini. Baik PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru, keduanya menawarkan fitur-fitur
inovatif dan unggulan, yaitu :

1. PRUbooster Investasi

Nasabah akan mendapatkan tambahan Alokasi Investasi yang diberikan sejak polis
terbit sebesar 5% dari Premi Berkala untuk 10 tahun pertama, dan untuk tahun polis selanjutnya akan diberikan sebesar 10% dari Premi Berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perdana di pasaran, di mana nasabah akan mendapatkan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya.

2. PRUbooster proteksi

merupakan pilihan meningkatkan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Dasar dan
Asuransi Tambahan PRUlink term (jika ada) sebesar 5% setiap tahunnya secara otomatis tanpa seleksi risiko kembali sampai dengan Tertanggung berusia 55 tahun.

3. Alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama

4. Memperoleh 2x nilai uang pertanggungan apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan.

5. Tidak ada biaya administrasi 

 Apabila menggunakan transaksi elektronik: e-policy, e-transaction statement
dan auto debet rekening bank dan autodebet rekening, sesuai syarat dan ketentuan.

6. Beragam pilihan manfaat tambahan (riders) 

termasuk 2 rider baru, PRUtotal dan permanent disablement dan PRUcritical hospital cover, yang keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi sesuai toleransi risiko nasabah.


sesi diskusi dengan perwakilan nasabah prudential


Wah, kalau dipikir-pikir, tidak ada ruginya memang untuk gabung dengan asuransi. Kita-kita yang masih muda ini jadi mulai bisa mengatur keuangan untuk persiapan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan, atau sekadar untuk investasi. Kalau bingung, ada tim Prudential yang selalu siap membantu kok, langsung konsultasi
saja.

“Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih,” jelas Widyananto.

“Dalam hal ini, produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi
kebutuhan di tahapan kehidupan berbeda.”

Generasi Milenial yang Siap untuk Proteksi Masa Depan

Kalau kita selalu punya uang untuk nonton bioskop, nongkrong di café, atau beli tiket konser artis kesayangan, kenapa tidak mulai menyisihkan sebagian uang kita untuk asuransi? Buat kalian yang ingin mulai memproteksi diri, ada promo free dua bulan premi untuk nasabah baru PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru. Tapi harus cepet nih, berlakunya cuma sampai 31 Oktober 2018.

Jembatan Ampera tiangnya tinggi
Sungai Musi airnya berbuih
Ayo kalian, tunggu apa lagi?
Join Prudential, pasti dikasih lebih!

#PRUlinkGenerasiBaru
#PRUlinkSyariahGenerasiBaru
#PastiDikasihLebih


3



Skutik Yamaha Aerox

Beberapa bulan setelah papa meninggal, mama saya di dusun kebingungan untuk akses mobilitas sehari-hari. Di dusun mama yang berjarak 30 km dari Jembatan Ampera itu tidak ada angkutan umum. Beliau juga kesulitan memakai motor tua peninggalan mendiang papa yang berkopling. Saya sendiri tinggal terpisah (ngekos di kota Palembang) dan jelas tidak bisa "mengojeki" mama setiap hari. Dengan berbagai pertimbangan, pun dari pada pusing berkepanjangan, akhirnya kami membeli sebuah motor baru untuk mama pakai.

Walau termasuk orang kampung dengan tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi, selera mama untuk sepeda motor yang jadi tunggangannya itu rupanya sama sekali tidak kampungan. Bahkan harus saya akui, patut diacungi jempol. Dari sekian banyak jenis dan tipe yang ditawarkan saat menge-check di Thamrin Brothers, pilihan beliau jatuh pada skuter matik Yamaha Aerox 155 Yellow.

Kesan pertama saya, desain skutik berbody lumayan bongsor ini benar-benar sporty. Sepertinya agak kurang pas jika dipakai perempuan, ibu-ibu lagi. Kaum perempuan kan biasanya lebih memilih tipe skutik yang desainnya girly ketimbang sporty. Motor ini jauh lebih cocok dipakai mejeng oleh anak-anak muda karena penampilan luarnya sangat keren. Tapi mengingat mama saya itu tipe wanita yang luar biasa tomboy dan berjiwa muda, jadinya ya cocok-cocok saja sih :D (lagian kualat lho kalau melawan mama, suka-suka beliau lah pokoknya mau pilih motor yang mana).

Awalnya saya pikir Yamaha Aerox 155 ini sama saja dengan skutik biasa. Namun begitu menjajal sendiri, skutik ini terasa sekali bedanya dengan skutik lain. Suara mesinnya saat menyala sangat halus, sampai nyaris nggak kedengaran. Tapi performanya sangat mantap dan bertenaga, tarikannya enteng, dan motor ini juga sangat gesit. Untuk dipakai di jalanan dusun yang tidak rata dan didominasi kecepatan rendah, motor ini stabil. Namun saat dibawa muterin kota Palembang yang jalanannya mulus nan rata dengan kecepatan tinggi juga sama stabilnya.


Stabil di jalanan desa maupun kota

Menariknya, Skutik Yamaha Aerox 155 ini juga dilengkapi fitur-fitur canggih. Di antaranya Stop & Smart System yang berfungsi mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Favorit mama saya adalah desain bagasinya yang luar biasa luas (total 25 liter). Bisa memuat lebih banyak barang seperti belanjaan, helm, atau perlengkapan berkendara lainnya.


Bagasi luas, helm-pun muat

Sebagai generasi milenial, saya sendiri jauh lebih tertarik dengan fitur Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget yang ada di laci bagian depan motor. Maklum, hari gini kebutuhan pokok kan terdiri dari sandang, pangan, papan, dan cas-an :D. Asyik deh, kalau dibawa touring ke luar kota pun bisa tenang tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai HP.


Bagasi Charger di bagian depan motor

Tak hanya itu, Yamaha Aerox ini ternyata juga dilengkapi dengan fitur Smart Key System. Smart Key System ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci yang membuat berkendara semakin praktis dan aman karena disematkan fitur immobilizer dan answer back system untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor. Wah, untuk penyandang ADHD seperti saya yang sering lupa parkir dimana, fitur ini pastinya sangat membantu.


Fitur Smart Key System

Menurut mama saya (dan saya pribadi), motor ini benar-benar paket lengkap. Gaya dapat, kualitas dapat. Harga memang nggak bohong, sangat sesuai dengan kepuasan yang diperoleh. Tidak menyesal sudah membelinya. Recomended banget pokoknya!
0



Yamaha GT 125 (dokumentasi pribadi)

Tidak terasa, empat tahun sudah saya tinggal di Kota Pempek, Palembang. Untuk keperluan mobilitas terkait kesibukan sehari-hari saya sebagai fulltimer blogger merangkap penulis konten di sejumlah website, sepeda motor masih menjadi pilihan utama. Selain lokasi event kegiatan yang harus diliput sering tidak tentu jaraknya (dan kadang tidak terjangkau angkutan umum), Palembang yang sudah masuk kota metropolitan ini mulai terkenal macetnya. Sepeda motor jelas lebih efisien dari segi waktu karena masih bisa menyelip sana sini di sela kemacetan.


dilengkapi fitur keamanan

Ngomongin motor, saya punya Yamaha GT 125 yang sudah dibeli sejak 2014 silam lewat Yamaha Thamrin Brothers Karena warnanya hitam dengan sedikit hiasan silver, saya namai dia Si Kuro. Sepeda motor tipe matic memang jadi pilihan saya. Biasalah, namanya juga cewek. Pasti memilih tipe yang gampang dioperasikan. Tinggal gas dan rem tanpa ribet oper-oper gigi. Model Yamaha GT 125 ini juga OK punya. Meski ukurannya mungil, namun wujudnya tidak terlalu "girly". Sesuai banget dengan kepribadian saya yang rada tomboy.

Yang paling asyik dari motor kesayangan saya ini, perawatannya nggak ribet blass. Bayangkan, empat tahun dengan pemakaian rutin setiap hari muterin Palembang, Yamaha GT 125 punya saya ini belum pernah mengalami kerusakan parah. Eh, pernah ding. Satu kali sekitar 2 tahun lalu karena kecelakaan (ditabrak mobil dari belakang). Namun setelah diservis di bengkel resmi Yamaha, performa kembali baik. Selebihnya ya hanya perawatan rutin di bengkel model ganti oli, mengencangkan rantai, atau ganti ban.


Si Kuro sedang mandi (dokumentasi pribadi)


Oh iya, saya ini kan penyandang ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) alias Gangguan Fokus dan Hiperaktivitas. Saya suka lupa hal-hal remeh seperti mengunci motor dengan benar misalnya. Namun berkat fitur keamanan yang sudah terpasang di Yamaha GT 125 benar-benar sangat membantu. Seperti Smart Stand Switch yang berguna ketika mesin mati namun kunci belum dalam posisi off, maka akan ada nada tanda berkedip pada lampu spidometer. Demikian pula dengan mesin yang otomatis akan mati jika standar samping dibuka saat mesin hidup.


Ready? Go!!!

Yang paling penting, Yamaha GT 125, seperti halnya motor keluaran Yamaha lainnya benar-benar sangat irit. Sejak hari pertama pembelian, Si Kuro ini hanya saya “minumi” pertamax. Dengan selalu menggunakan bahan bakar berkualitas, performa, kecepatan , dan kestabilannya jadi lebih terjamin.

Kesimpulannya, setelah 4 tahun memakai Yamaha GT 125 ini saya belum pernah dikecewakan. Saya tidak tahu apa tipe ini masih diproduksi apa tidak. Sepertinya tidak lagi. Namun banyak tipe Yamaha keluaran terbaru yang bisa dipilih. Untuk matic bisa dicoba tipe Nmax yang body-nya lebih bongsor. Mau yang lain? Cek saja sendiri di Thamrin Brothers.
Yamaha semakin di depan!

1



Home Credit Indonesia Palembang


Berawal dari notebook saya yang sekarat lantaran tidak sengaja terinjak, kebutuhan "alat perang" baru menjadi sangat mendesak. Penulis tanpa laptop pada zaman sekarang ibarat chef tanpa pisau. Untuk itu, saya yang saat ini tinggal di Palembang akhirnya melakukan pembelian laptop secara kredit melalui jasa pembayaran My Home Credit untuk pertama kalinya. Proses pembelian laptop yang harga cash-nya Rp 3,8 juta itu berlangsung pada bulan Juni 2018 lalu. dan simak ulasan lengkapnya berikut ini :

Syarat Mudah

Saya tahu perusahaan pembayaran ini lewat aplikasi tokopedia. Setelah mendapat nomor telpon salesgirl (eh, apa customer service ya?) bernama Jannah, saya mengonfirmasi syarat apa saja yang dibutuhkan. Ternyata hanya perlu membawa KTP dan KK asli. Selain itu, KK juga bisa diganti dengan SIM/STNK/BPJS/NPWP/dokumen resmi lainnya dengan identitas sama.

Proses Cepat

Menurut pengakuan sejumlah teman dan saudara, jika melakukan pembelian secara kredit melalui jasa pembayaran lain, setidaknya butuh waktu 1 x 24 jam (atau lebih) untuk proses verifikasi (termasuk survey tempat tinggal dan segala macam). Namun melalui My Home Credit prosesnya sangat cepat, hanya berkisar 30-45 menit saja, yang penting syarat lengkap. Sebagai tambahan, calon nasabah perlu memberikan 3 buah nomor saudara/kerabat dan menyebutkan tempat kerja untuk proses verifikasi. Sementara itu, calon nasabah perlu melewati scanner sidik jari untuk memastikan calon nasabah adalah orang yang sama dengan pemegang kartu identitas. By the way, KTP saya kebetulan masuk kabupaten Banyu Asin, namun rupanya pengajuan masih bisa diproses.

Adapun toko yang menjadi mitra Home Credit Palembang adalah MDP IT & Electronic Store Simpang Polda. Untuk barang elektronik seperti laptop dan ponsel, pilihan lama cicilan yang tersedia adalah 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Masing-masing pilihan sudah mendapat asuransi untuk tempo 12 bulan. Sementara itu, proses penandatanganan kontrak perjanjian dilakukan secara digital.

MDP Store Palembang

Aplikasi My Home Credit

My Home Credit telah meluncurkan aplikasi mobile untuk memudahkan proses kerja sama yang bisa di-download lewat playstore. Setelah melakukan proses penandatangan kontrak elektronik dan melakukan pembayaran uang muka, aplikasi mobile My Home Credit bisa langsung diaktivasi. Aplikasi ini cukup memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran angsuran. Selain memberi tahu pilihan sistem pembayaran, lokasi pembayaran terdekat, nasabah juga dapat menyetel alarm pengingat sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan demikian, nasabah bisa menghindari denda akibat keterlambatan pembayaran.

Selain itu, setiap kali selesai melakukan pembayaran, nasabah akan menerima notifikasi tanda terima. Demikian pula dengan kartu jadwal Pembayaran berjalan yang akan otomatis ter-update.

Aplikasi My Home Credit

aplikasi My Home Credit

Kesan - kesan

Menurut saya, proses pengajuan kredit melalui My Home Credit benar-benar tidak ribet. Tentu saja hal ini menjadi nilai plus di zaman serbasibuk seperti sekarang. Meski demikian, Mbak Jannah mewanti-wanti saya untuk tidak sampai terlambat melakukan pembayaran angsuran. Keterlambatan benar-benar tidak bisa ditolerir dan berujung blacklist. Jika sudah di-blacklist, nasabah akan ditolak jika ingin kembali melakukan pengajuan kredit.

Proses mudah, pelayanan ramah dan cepat membuat saya merekomendasikan My Home Credit untuk warga Palembang dan sekitarnya. Jika ada pembaca yang kebetulan anti dengan sistem pembelian secara kredit dengan berbagai alasannya (termasuk riba, dll), saya menghargai pandangan Anda. Namun bagi sebagian orang lain, pembelian dengan cara menyicil kadang memang jadi satu-satunya pilihan. Entah karena keterbatasan uang sementara kebutuhan akan barang sangat mendesak, atau bisa juga karena sebagai salah satu cara untuk "menabung" saking boros dan tidak bisanya me-manage pengeluaran tiap bulannya. Yang mana pun, semoga kita bisa sama-sama saling menghargai pilihan satu sama lain.


0

Menjajal De Jakabaring Museum 3D Trick Art Palembang | kucingdomestik.com



Belum lama ini Mommy Ossas dapat undangan menghadiri soft opening De Jakabaring, sebuah museum 3D Trick Art di Palembang. Lokasinya cukup strategis (meski lumayan jauh juga kalau dari kosan saya), yakni di gedung Graha Teknologi Sriwijaya, tak jauh dari Jakabaring Sport Centre.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat meresmikan museum ini berkata dirinya senang ada pihak pengelola yang memanfaatkan aset terbengkalai. “Gedung ini tadinya hanya menganggur tak terawat. Sekarang oleh pengelola disulap jadi museum seperti ini tentunya menjadi lebih bermanfaat, khususnya untuk menambah kekayaan destinasi pariwisata kota Palembang,” kata Alex.

Awas!!!! | kucingdomestik.com

Dalam museum ini, sedikitnya terdapat 35 spot foto menarik yang tentu saja instagramable. Saya dan beberapa teman dari Blogger Palembang berkesempatan menjajal berfoto di tiap spot satu per satu. Tema lukisan yang menjadi background foto benar-benar memanjakan mata, mulai dari fauna, sport, keajaiban dunia, pesona alam, scene film terkenal, lukisan klasik, hingga Alex Noerdin.


Mbak Murni tugasnya motoin Mami Ossas | kucingdomestik.com

De Jakabaring ini buka setiap hati dengan harga tiket sangat terjangkau, yakni Rp 20 ribu untuk hari biasa dan Rp 25 ribu untuk libur dan akhir pekan. De Jakabaring Museum 3D Trick Art Palembang tentunya sangat bisa dijadikan tempat wisata alternatif dalam kota.

Meski demikian, menurut Mommy Ossas masih ada beberapa hal yang harus menjadi catatan pihak pengelola untuk De Jakabaring lebih baik ke depannya. Di antaranya :

1. Karena lokasi tidak berada di tepi jalan raya, perlu ada semacam papan nama, spanduk, atau petunjuk model apa pun yang dipasang di depan gang. Ini akan memudahkan pengunjung (dan mamang gojek) yang mungkin belum familiar dengan daerah Jakabaring dan sekitarnya.

2. Kondisi gedung yang perlu rehab di sejumlah titik (plafon, cat, dll). Saya memaklumi karena gedung tersebut memang lama tak digunakan. Namun untuk lebih menarik minat pengunjung di masa depan, tentu penampilannya perlu diupayakan agar lebih fresh.

3. Beberapa spot foto kurang pas pemasangannya sehingga bertabrakan dengan spot foto lain. Misalnya pada foto spongebob. Lukisan Bikini Bottom terpaksa di-crop karena bersinggungan dengan spot di sebelahnya. Beberapa lukisan lain entah kenapa kurang baik pencahayaannya (seperti menara eiffel).

4. Mengingat cuaca Palembang lebih sering seperti neraka bocor, pendingin ruangan mungkin perlu ditambah.
Tapi khusus untuk yang nomor 4 sepertinya bisa diabaikan. Karena mungkin saat saya berkunjung, kondisi museum benar-benar sangat ramai dan penuh manusia. Dalam kondisi normal sepertinya tidak sampai membuat make-up luntur. Hehehe ....

dari kiri : Mbak Murni, Paci, Mami Ossas, Bik Donna | kucingdomestik.com


Spongebob feat Mami Ossas | kucingdomestik.com

Bisa naik dolphin juga | kucingdomestik.com



Entah apa yang Paci dan Bik Donna diskusikan di tengah samudera | kucingdomestik.com


Overall, De Jakabaring Museum 3D Trick Art tetap asyik banget untuk dikunjungi. Selamat bersenang-senang berburu foto di sana ya :D


Bonus :
Jadi pengen ngajak Ossas buat foto-foto di De Jakabaring biar dia nggak galau begini


"Mami, kapan janji kenaikan jatah whiskas-ku direlisasikan?" _ Ossas


0

Keito Okamoto Keluar dari Hey! Say! JUMP? | pict : aramajapan.com




Intro :

Jadi Mami Ossas itu kan nge-fans banget sama dunia Jejepangan. Nggak cuma kebudayaan, anime, atau manga-nya, tapi juga dunia idol-nya. Mami Ossas sih nggak terlalu suka sama cewek-ceweknya yang model AKB48 mbaknya Jeketi 48 itu, tapi lebih suka sama boyband-nya (ya iyalah, biar seger dikit ni mata liat cowok-cowok bening, hehehe). Selain Arashi, Mami Ossas suka banget sama satu grup lagi yang namanya Hey! Say! JUMP (HSJ).

Cukup sekian intronya, langsung aja ke bahasan yang jelas mengejutkan dunia Jumpers Internasional ini. Check it out!

*

Berita yang datang dari grup yang memulai debut sejak tahun 2007 ini jelas bikin heboh. HSJ yang berada di bawah agensi Johnny & Associates ini tadinya berjumlah 10 orang. Namun pada tahun 2011, jumlah membernya jadi tinggal sembilan setelah member termuda mereka Morimoto Ryutaro dikeluarkan setelah terlibat skandal merokok di bawah umur.

Di penghujung Juni ini sedang santer diberitakan kalau salah satu member yakni Okamoto Keito juga (di)keluar(kan) dari grup yang sudah membesarkan namanya setelah lebih dari 10 tahun. Member yang terkenal dengan kemampuan bilingual karena punya darah british ini memang dikabarkan sering bikin onar di luar panggung. Termasuk kasus skandal seksnya dengan beberapa perempuan beberapa tahun lalu. Berbagai media bahkan sudah berkesimpulan aneh-aneh, bahwa Keito resmi dikeluarkan dari HSJ meski tetap berada di payung Johnny’s. Beberapa yang lain menyebut Keito akan bersolo karir.

Tapi benarkah Okamoto Keito keluar dari Hey! Say! JUMP! ?

Berdasarkan video yang saya tonton di youtube dan instagram, keputusan Keito untuk hengkang dari HSJ memang benar adanya. Cowok kelahiran April '95  ini ingin melanjutkan study di Amerika. Meski demikian, dia berjanji untuk tidak meninggalkan HSJ. Dengan ini, saya berkesimpulan kalau Keito tidak keluar permanen dari HSJ, namun hanya vakum sementara sampai jangka waktu yang tidak ditentukan,

Dengan keputusan tersebut, kegiatan HSJ ke depan, termasuk sejumlah tour dan konser yang rutin digelar setiap tahun hanya akan diisi oleh delapan member tersisa. Yang jelas, jangankan fans mereka di seluruh dunia, sesama member sendiri juga kebingungan dengan keputusan mendadak ini. Yamada Ryosuke selaku Ace (Centre) HSJ seperti dilansir JUMPaper Johnny’s Web menulis seperti ini :





Semuanya,
Terkait studi Keito Okamoto di lyar negeri, pengumuman itu memang mendadak. Dan untuk penggemar Keito dan fans JUMP, saya tulus meminta maaf.

Ketika saya pertama kali mendengarnya dari Keito, saya bingung. dari perspektif saya sendiri, ada banyak hal yang saya tidak bisa saya sepakati dengan Keito.
Mengapa waktu ini?
Mengapa sekarang?
Saya berpikir ini bukan tempat saya untuk membicarakan semuanya.

Maaf,
Untuk mengatakan bahwa saya percaya (keputusan) ini datang sebagai hasil dari Keito yang berjuang untuk melakukan apa yang dia yakini sebagai cara terbaik bagi JUMP untuk berevolusi.


Setelah berdiskusi tentang studi ke luar negeri ini dengan semua member, kami memutuskan untuk membiarkannya pergi. Itu kesimpulan yang kami dapatkan.


Jika Keito akan melakukan yang terbaik agar JUMP berevolusi, 

maka delapan dari kami juga merasa bahwa kami harus bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Seperti yang Yabu-kun sebutkan dalam pesan video, tahun ini kami akan melanjutkan tur dengan delapan orang dari kami. Mohon tunggu sebentar untuk detailnya!


Saya minta maaf atas pengumuman mendadak ini. Namun tentu akan membuat saya senang sekali mengetahui bahwa kalian akan terus mendukung Keito dan menunggu saat kembalinya dia.
Dan yang tersisa dari kami, kami ingin menumpahkan semua yang kami miliki ke dalam pekerjaan kami. Saya ingin berpikir kami dapat memperkuat dasar JUMP ketika Keito pulang ke rumah. Dan saat Keito kembali, saya akan melakukan yang terbaik untuk dapat menunjukkan kepada semua orang berapa banyak JUMP telah berubah.

Itu akan membuat saya sangat bahagia, jika kalian dapat terus bersama Hey! Say! JUMP.
Saya menantikan dukungan kalian. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membawa pengumuman yang lebih membahagiakan semua orang.

Ryosuke Yamada,



(Deh, surat Ryo-chan bikin nyesek euy. Mohon maaf kalau terjemahan saya nggak pas-pas banget. Tapi pokoknya intinya begitu lah :p )

Komentar saya terkait berita ini ya lebih kurang sama. Menyesalkan pastinya. Setiap member HSJ masing-masing unik. Mereka saling melengkapi dan nggak tergantikan. Sampai sekarang saja masih suka mengkhayal andai Ryutaro bisa balik lagi ke Jump. Meski bukan fans berat Keito, rasa kehilangan itu pasti tetap ada. Tapi yah namanya sudah keputusan ybs, orang luar bisa apa, sih?

Saya cuma bersyukur bukan Arioka Daiki atau Inoo Kei yang keluar. Kalau sampai mereka berdua yang keluar dari HSJ, bisa nangis bombay berhari-hari saya.

Well, good luck aja deh buat Keito dan studinya. Semoga habis ini kelakuannya bisa berubah jadi lebih baik dan nggak bandel lagi. Buat HSJ juga, semoga kehilangan satu member lagi nggak bikin mereka terpuruk.



Coda :
Bonus foto member JUMP dari awal debut sebagai bocah unyu-unyu sampai sekarang udah jadi Abang-abang keren :D





0




The Incridibles 2 | pixar.wikia.com





Intro : 
Sehabis sanjo dalam rangka lebaran kemarin, Mami Ossas diajak nonton The Incredibles 2 sama ayah-bundanya Davie di CGV Social Market (Soma), Palembang. Kali pertama banget tuh menginjak Soma, karena selama ini kalau nonton cuma di Palembang Square (PS) atau Palembang Icon (PI). Tempatnya nyaman dan terkesan elit (kapan-kapan diulas sendiri deh), tapi sayang akses naik turun gedungnya baik lewat tangga, lift, dan eskalator kaya'nya terlalu sempit. Eh, nggak tahu juga ding kalau emang suasana aja pas emang lagi rame.

Halah. Kelamaan intro. Langsung aja nih reviewnya :


Menonton di suasana lebaran dengan tak ada satu pun kursi kosong tersisa dalam bioskop membuat tangan saya gatal untuk mengetik ulasan ini. Antusiasme masyarakat terhadap film animasi keluaran Disney Pixar ini memang luar biasa tinggi. Mengutip forbes.com, The Incredibles 2 mencetak rekor setelah meraup $27 juta di hari ke-lima pemutarannya. Wow!


Terhitung 14 tahun berselang sejak film pertamanya rilis di tahun 2004 lalu, setting waktu dalam The Incridible 2 justru tidak berubah, bahkan benar-benar kelanjutan dari scene terakhir di film lawasnya. Dikisahkan Hellen alias Elastic-girl direkrut seseorang untuk menjalankan sebuah misi untuk memulihkan kembali reputasi pahlawan super yang rusak akibat "kesalahpahaman" pascakasus Monster Bor. Sementara itu, suaminya Bob Parr alias Mr. Incredible terpaksa menggantikan Hellen mengurus rumah tangga.

Entah mengapa, saya mencium aroma seksisme yang cukup kental di sini. Terlihat jelas bagaimana Elastic-girl sangat bersinar ketika menjalankan "tugas lelaki", sementara Mr. Incredible benar-benar kelabakan kala harus menjalankan tugas keibuan. Membantu Dash mengerjakan PR, menghadapi Violet yang puber dan sedang "sakit cinta", dan si bayi Jack-Jack yang tidak bisa ditinggal meleng sedikit pun. Belum termasuk repotnya memasak dan mencuci. Pffft, sedikit kejam memang bagi Mr. Incredible, tapi sepertinya apa yang digambarkan dalam film memang realistis. Begitulah jadinya kalau menyuruh lelaki mengurus rumah. Jadi, masih ada yang berani bilang pekerjaan rumah tangga itu perkara gampang?

Untuk konflik utama sedikit tertebak baik alur maupun dalang di balik tokoh antagonisnya. Namun untuk sebuah film animasi bertema keluarga yang benar-benar untuk hiburan, sama sekali bukan masalah besar. Kalau butuh konflik lebih berat mungkin lebih baik nonton film thriler saja. Selain bernostalgia dengan tokoh lawas keluarga Parr yang karakternya unik dan memikat, penonton juga diajak berkenalan dengan sejumlah tokoh super hero baru dengan jenis kekuatan yang lebih bervariasi.

"Si bungsu Jack-Jack jenis kekuatan supernya apa, Ara?"
Banyak teman yang melontarkan pertanyaan ini setelah menonton trailer-nya. Tapi mohon maaf sekali, saya tidak ingin merusak kesenangan Anda sekalian yang belum menonton. Yang jelas, Si kecil Jack-Jack memang benar-benar bintang yang membuat satu studio pecah tawanya setiap kali dia berulah. Pokoknya, sedikit spoiler di ending film pertama terkait Jack-Jack itu sungguh BELUM APA-APA. Jadi, alangkah baiknya jika Anda temukan jawaban dengan menontonnya sendiri, buruan gih. Nggak nyesel banget.

Menurut saya, film ini bukan hanya mampu membangkitkan suasana nostalgia bagi fans lama, namun dipastikan sukses juga menambah fans baru. Berhubung saya beserta seisi bioskop keluar dengan senyum dan sisa tawa terpeta di wajah, tidak berlebihan jika saya beri rating 9/10 bintang untuk film ini. Kalau tidak ingat kesempurnaan hanya milik Tuhan, mungkin saya kasih 10/10.

RECOMENDED!


Review ini juga tayang di Kompasiana dengan judul "Aroma Seksisme di Film The Incredibles 2"


Coda : 

Davie dan Mami Ossas
6

Baca juga

Mimpi 15.529 Km

Tulisan ini dibuat dengan rasa rindu yang sangat, pada sosok manusia paling kontradiktif yang pernah kukenal : Papa. Mimpi 15.529 km | kuc...