Menu
Tampilkan postingan dengan label Tugas Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Negara. Tampilkan semua postingan



Alasan pilih Yamaha LEXI

Halo semua, selamat datang kembali ke kenyataan. Haha ... lebaran baru usai. Ada yang THR-nya masih bingung mau diapain?

Gaji ketigabelas masih utuh?
Beli motor baru aja, gih! Biar akses transportasi tetap lancar meski jalanan sering macet.

Lha, kok motor, Ra?
Iya. Soalnya kan weekend kemaren habis nongkrong di acara akbarnya Yamaha di BKB bertajuk Yamaha Maxi Day 2019.

Sesuai judulnya, pengunjung disuguhi macem-macem tipe motor yang jadi bagian dari seri Maxi yang sudah dirilis sejak 3 tahun lalu. Saya sering dengar NMax, dan sudah pernah ngereview Aerox di sini , tapi sebenernya ada satu lagi yang tidak kalah kece, yakni tipe LEXI yang sampai saat ini punya 3 varian yakni Lexi Standar, Lexi S, dan yang terbaru : Lexi S ABS.

Ada 5 alasan utama kenapa Yamaha Lexi layak banget buat jadi pilihan untuk motor barumu. Berikut ulasan lengkapnya :

1. Desain dan pilihan warna kece

Yamaha Lexi

Namanya juga seri MAXI, body motor ini jelas lebih besar dari matic-matic pada umumnya, jadi terlihat kuat dan kokoh. Tampilannya terlihat seksi dan elegan, terutama dengan lampu LED dan tambahan lampu Hazard yang berguna untuk kondisi darurat.

Selain warna standar merah dan hitam, Yamaha Lexi ini juga punya varian warna yang unik yakni Matte Red, Matte Blue dan White Metallic.

2. Fitur Canggih

Asyik menyimak penjelasan

Nah, ada banyak banget fitur canggih yang ditawarkan. Lexi seri S dan S ABS telah mengusung Sistem Kunci Pintar (Smart Key System) untuk menyalakan motor. Dengan adanya sistem ini, Lexi bahkan dapat dihidupkan dengan menggunakan remote kontrol (wohooo, nggak kalah sama mobil cuyyy). Untuk manusia pelupa kaya saya, sangat tertolong dengan adanya fitur alarm yang akan berbunyi jika motor ditinggalkan dalam keadaan menyala.

Seri Lexi ini juga dilengkapi dengan Electronic Power Socket bagi kalian yang kehabisan daya gadget. Dengan EPS ini, kita bisa charge ponsel bila ada kebutuhan yang mendadak. Hari gini, kebutuhan pokok manusia memang ada 4 kan? Sandang, pangan, papan, dan casan 😹

Tampilan speedometer digital Yamaha Lexi

Seolah belum cukup, speedometer digitalnya juga kece badai. Kita bisa tahu informasi apa saja terkait kendaraannya. Misal, kecepatan, konsumsi bahan bakar, waktu, hingga mesin. Plus, indikator ini juga bisa diubah tingkat kecerahannya sesuai lingkungan sekitar. Beuh, macem bunglon aja gaesss….

Seri ini juga punya Stop Start System. Bagian ini berguna untuk menghemat bahan bakar. Kalau pas lagi ketemu lampu merah yang lama, kendaraan akan berhenti. Menyalakannya pun gampang. Tinggal gas seperti biasa dan ngeeengg!

3. Bagasi Luas

bagasi super luas Yamaha Lexi

Seiring kebutuhan yang makin banyak, kapasitas bagasi 12.8 liter ini membantu banget. Bisa buat nyimpan tas bahkan helm. Asyik nih kalau buat pergi berhari-hari dan agak jauh. Selain itu, motor ini punya kapasitas tangki bahan bakar sebesar 4,2 liter.

4. Mengutamakan Kenyamanan

Cobain dulu Yamaha Lexi-nya

Tempat duduk yang nyaman dan lega bikin motor ini enak banget dipakai. Baik sendirian maupun berboncengan. Terus bagian pijakan kaki di bagian depan juga cukup lega … bisa sekalian buat naro barang 😹

Kenyamanan dalam menghadapi medan apapun juga terjamin dengan performa terbaik mesin. Ada Bluecore Valve Variable Acquitition (VVA) yang memberikan tenaga saat aktif di 6000 RPM. Lalu DiASil Cylinder & Forged Piston yang diadaptasi langsung dari motor balap sehingga memungkinkan kendaraan memiliki performa bagus hingga 50.000 KM. Plus sistem pendingin dengan cairan yang memungkinkan suhu kendaraan tetap stabil.

5. Harga Bersaing

Untuk semua keunggulan yang ditawarkan, harga Rp 20 jutaan tetap worth it lah ya. Khusus buat yang di Palembang, banyak promo yang ditawarkan lho. Termasuk tawaran layanan service langsung dari bengkel resmi Yamaha. Cusss, tinggal main dan tanya-tanya langsung ke dealer resmi Thamrin Brothers


Palembang Bloggers

0



Thamrin Brothers : Halal Bihalal dan Buka Bersama Media (dan blogger)

Senin (27/5) pagi, saya lagi ngasih makan Ling Ling si anak bulu paling bungsu ketika di-WA Bimo. Katanya kami --para blogger--, diundang Yamaha Thamrin Brothers untuk ikut acara buka bersama dan halal bihalal bareng media. Lokasinya di Emilia Hotel pukul 5 sore.

Meski undangan dadakan, saya langsung meng-iyakan. Bosen euy di kosan mulu. Otak saya kan juga butuh rehat, sebentar lagi meledak gara-gara skripsi.

Sorenya, langsung meluncur ke hotel yang masih satu kompleks dengan Palembang Indah Mall (PIM) itu. Kali ini bareng si Eka, yang dengan terpaksa suka cita jadi mbak ojek 😹 Sempat nggak enak hati, karena kami pikir sudah terlambat. Habis pake ada drama macet (padahal udah lewat jalan tikus) dulu sih. Belum lagi pake acara bingung-nggak-tahu-parkir-di mana.

Tapi syukurlah, ternyata acara belum mulai. Berhubung sudah mepet waktu berbuka puasa, didahului dengan buka bersama dulu baru mulai acara inti. Cukup rame juga ternyata, ada sekitar 30 orang yang hadir (Well, saya nggak ngitung sih sebenernya. Pake ilmu kira-kira aja). Selain petinggi dan karyawan Yamaha Thamrin Brothers plus kawan-kawan blogger Palembang, ada juga teman-teman jurnalis dari sejumlah media.

Team Bloggers

Seperti biasa, setiap ikut acara “tugas negara” ala blogger begini, selalu saja dapat info baru yang amat layak untuk ditulis dan di-share. Nah, apa saja? Simak terus di ulasan berikut :

Beli Motor Gratis Motor, Mau?

Enggie Suwarno

Lho, ini serius lho. Bukan saya, tapi Pak Enggie Suwarno selaku GM Yamaha Thamrin Brothers yang bilang. Jadi dalam rangka anniversary, mereka emang lagi ada promo.

Kalian yang melakukan pembelian motor Yamaha tipe apapun di Yamaha Thamrin Brothers di dealer mana saja (dalam wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu), berkesempatan dapat kupon yang akan diundi. Bakal ada 5 motor yang menunggu dimenangkan, yakni motor Yamaha R25 (1 buah), Yamaha Byson (1 buah), dan Yamaha Xabre (3 buah). Promo ini hanya berlaku hingga 31 Mei 2019 ini.

Program Kece untuk Para Lulusan SMK

Selama ini saya mikirnya Yamaha Thamrin Brothers itu “kerjaannya” cuma jual kendaraan. Ternyata saya salah, pemirsa. Asli, baru tahu kalau ternyata perusahaan ini sangat peduli lho dengan peningkatan SDM generasi muda kita.

Hal itu dibuktikan dengan adanya program Yamaha Engineering School (YES). Program ini memberi kesempatan bagi 20 orang lulusan SMK untuk ikut pelatihan intensif langsung dari tim Yamaha selama 4 bulan bebas biaya alias GRATIS. Ini berarti, peserta bisa belajar langsung seluk beluk teknis dan teknologi sepeda motor benar-benar langsung dari ahlinya.

Agus Suryanto

Diungkapkan Trainer Yamaha Thamrin Brothers, Agus Suryanto, para lulusan YES tersebut diharapkan akan mampu menjadi seorang entrepreneur dengan membuka usaha bengkel atau menjadi teknisi andal di bidang sepeda motor.

Jadi buat kalian lulusan SMK tahun 2016-2019 yang pengen nambah ilmu, buruan gih daftar mumpung masih buka. Coba datang langsung ke Yamaha Thamrin Brothers A Rivai di Jl Kapten A. Rivai No. 9 Palembang dengan memberikan persyaratan berikut :

Syarat pendaftaran YES

Setelah semua persyaratan lengkap, peserta nanti ikut tes tertulis dan wawancara pada tanggal 9 dan 10 Juli 2019. Kalau lulus, tanggal 15 Juli 2019 nanti udah bisa ikut pelatihannya.

Team Thamrin Brothers
______________________________

Makan udah, dapat info udah, dapat kenalan baru udah … tapi tentunya bakal kurang lengkap kalau nggak pake foto-foto. Hehehe …

Ga diajak foto bareng 😿

Eh, diajak ding 😹

Intinya, acara ini asyik banget. Asli. Itu berarti pula, satu Senin lagi yang berhasil saya lewati dengan senyum dan keceriaan. Terima kasih Yamaha Thamrin Brothers Palembang.


0


Teman-teman saya di Palembang, rata-rata punya motor sendiri. Ya nggak salah sih, kondisi jalanan kota pempek ini memang lebih bersahabat sama kendaraan roda dua ketimbang empat. Titik macet yang nggak bisa diprediksi itu lho … Kalau pakai motor kan masih bisa nyelip sana sini.

Buat cewek, pilihannya akan jelas jatuh ke skuter matic (skutik). Alasannya? Simpel dan mudah dioperasikan. Tinggal gas dan rem saja. Nah, untuk tipe motor seperti ini, ada dua merk yang bersaing merajai pasar yakni Honda Beat dan Yamaha Mio.

Dalam postingan kali ini, saya coba membandingkan keduanya. Tipe yang saya pilih yakni Honda Beat dan Yamaha Mio S. Soalnya kedua motor ini yang paling banyak dipakai oleh teman-teman saya.

Yuk… check it out!

Yamaha Mio S


Honda Beat


Fitur Hemat BBM

Produk keluaran Honda kerap dipilih karena terkenal hemat BBM. Tidak heran, karena Honda Beat sudah dilengkapi dengan fitur ISS (Idling Stop System) selaku fitur penghemat BBM. Ini yang bikin motor akan mati setelah berhenti selama 3 detik. Motor akan hidup kembali hanya dengan memuntir grup gas.

Sementara itu, Yamaha Mio S belum dilengkapi fitur ini. Meski demikian, Yamaha Mio S punya teknologi forged piston. Forged piston itu piston yang dibuat pake besi yang udah ditempa. Ini lebih kuat dibanding dibanding piston konvensional yang cuma dicetak. Teknologi forged piston banyak digunakan pada mesin balap karena tahan panas. Ini juga nih yang bikin mesin Yamaha Mio S ga berisik karena bahannya yang kuat dan ringan bikin gesekan berkurang.

Hal ini berimbas ke mesin yang bekerja jauh lebih enteng dan mencegah piston macet sehingga efisiensi bertambah. Dalam hal ini, bakal berimbas juga ke keiiritan bahan bakar.

Spesifikasi Mesin

Diintip dari data spesifikasi mesin di website resmi masing-masing, Honda Beat pakai mesin sebesar 108. 2 cc. Sedangkan Yamaha Mio S 125 cc. Selain itu, Honda Beat menyemburkan power sebesar 8,68 PS / 7500 rpm dan torsi sebesar 9,01 Nm / 6500 rpm. Sedangkan Yamaha Mio S memiliki power sebesar 9,51 PS / 8000 rpm dan torsi sebesar 9,6 Nm / 5500 rpm.

Dengan begitu, dari segi mesin Yamaha Mio S lebih unggul serta powerful dibanding Honda Beat. Lebih nyaman digunakan karena tarikan gasnya lebih enteng.

Kapasitas Bagasi dan Tanki Bensin

Cewek suka peduli dengan hal-hal remeh, seperti ukuran bagasi motor. Dalam hal ini, Honda Beat lebih unggul karena punya bagasi sebesar 11 liter. Meski demikian, bedanya tidak terlalu jauh dengan Yamaha Mio S yang punya bagasi sebesar 10,1 liter.

Jalanan Palembang yang titik macet dan jam macetnya sukar diprediksi, sering bikin was-was kehabisan BBM. Dalam hal ini, Yamaha Mio S lebih diuntungkan dengan kapasitas tangki bensin yang lebih besar dibanding Honda Beat. Honda Beat punya kapasitas sebesar 4 liter, sedangkan Yamaha Mio S 4,2 liter.


Ramah Lingkungan

Yamaha Mio S dilengkapi dengan teknologi DiAsil Cylinder yang ga dimiliki Honda Beat. DiAsil sendiri merupakan singkatan dari Die Aluminium Silicon, yang berarti material logam campuran aluminium dan silikon yang memiliki kemampuan pendinginan lebih baik, namun sifatnya keras dan tahan aus.

Teknologi DiAsil diklaim lebih ramah lingkungan, karena tidak menggunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium, sehingga mudah didaur ulang. Bukan cuma murah, teknologi ini rupanya juga bikin mesin jadi lebih beperforma, ringan, ”dingin”, tidak berisik dan awet.

Tampilan

Urusan penampilan, kalo dari segi panel meter, Honda Beat sepertinya lebih cakep. Ini karena panelmeter Honda Beat merupakan perpaduan antara sistem analog dan digital. Sementara Yamaha Mio S masih pakai sistem full analog.

Meski begitu, kalau dilihat dari tampilan keseluruhan, Yamaha Mio S terlihat kece dengan fitur lampunya. Jika Honda Beat masih menggunakan lampu bohlam sebagai lampu utama, Mio S sudah pakai lampu utama LED. Jelas dong jauh lebih modern, terang, dan awet ketimbang bohlam.

Ga perlu khawatir kalau misalnya pulang sudah gelap karena terjebak macet.



Kesimpulan
 
Pada dasarnya memang bakal kembali lagi ke selera dan pilihan masing-masing. Skutik Honda Beat dan Yamaha Mio S punya keunggulan sendiri-sendiri. Tapi tidak ada salahnya sih mempertimbangkan Yamaha Mio S, karena jelas punya lebih banyak fitur unggulan.
_____________________________

Baca juga ulasan saya yang tentang motor Yamaha di sini

5


Forest Talk with Bloggers - Palembang

“Manusia mencintai bumi seperti Sangkuriang mencintai Dayang Sumbi. Manusia memang masih menyayanginya, namun tak lagi menghormatinya sebagai ibu.”
Itu kata teman saya, Yoga Palwaguna. Dia memang suka bikin sajak dengan kalimat aneh-aneh. Sering bermakna dalam nan mak jleb. Tapi sekali ini, saya benar-benar sepakat dengannya.

Ibu Bumi, Bapa Angkasa. Nenek moyang kita telah sejak lama menyebut bumi sebagai ibu. Karena memang di sanalah kita –para manusia—memperolah kehidupan. Lahir, tumbuh, berkembang, beranak-cucu, hingga tiba saatnya jasad kembali pada pelukan tanah.

Manusia dulu demikian menghormati, bahkan nyaris memuja bumi. Sampai meludah langsung ke tanah pun adalah sesuatu yang pantang dilakukan. Sejumlah upacara macam Sedekah Bumi atau Bersih Desa rutin dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas kebaikan-kebaikan yang telah diberikan bumi.

Namun sekarang, tampaknya ada yang berbeda.

Penyebab Bumi makin panas (dok. Forest Talk)

Manusia memang masih mengasihi bumi bahkan bergantung padanya. Namun tak lagi memandangnya dengan penghormatan, melainkan penuh nafsu. Pun tak segan lagi melakukan perbuatan tak senonoh terus menerus. Sampah, limbah, eksploitasi lahan, pertambangan, polusi … Hal-hal yang kemudian mendorong terjadinya pemanasan global yang kemudian berujung pada perubahan iklim.

Jika Sangkuriang dan Dayang Sumbi mungkin hanya dipercaya sebatas legenda, maka perubahan iklim adalah sesuatu yang riil. Nyata tengah terjadi saat ini.

Manajer Climate Reality Indonesia, Ibu DR. Amanda Katili Niode membenarkan terjadinya perubahan iklim yang terjadi di muka bumi saat ini. Hal itu dibuktikan dengan perubahan ketinggian permukaan air, peningkatan suhu global, memanasnya samudera, melelehnya es di kedua kutub bumi dan wilayah sekitarnya, memanasnya suhu di samudera, juga pengasaman samudera.

Ibu Amanda Katili Niode (dok. Forest Talk)

“Ada 60 juta orang di seluruh dunia yang terdampak cuaca ekstrem. Tak terkecuali di Indonesia. Dari 2481 bencana yang terjadi di negeri kita akhir-akhir ini seperti kekeringan, banjir, kebakaran hutan, gelombang panas dan dingin, badai, serta puting beliung, 97%-nya disebabkan oleh perubahan iklim. Tak kurang 10 juta masyarakat kita terdampak dan mengungsi karena ini,” jelas Bu Amanda.

Berkaca pada data-fakta tersebut, tak heran kalau Bu Amanda bilang kalau bumi kita sedang sekarat. Ya, bumi kita memang tengah sakit parah dan menderita menuju ajal.

Lalu, akankah kita berpangku tangan menunggu bumi tutup usia dengan sendirinya? Yang berarti akan menjadi akhir bagi setiap kehidupan yang masih dikandungnya.

Tidak. Tentu saja tidak. Kita bisa mulai merawat ibu kita yang telah renta ini dengan berbagai cara , seperti :

1. Tidak buang sampah sembarangan
2. Memilah sampah organik dan anorganik agar lebih mudah didaur ulang.
3. Mengurangi penggunaan plastik (bawa tas sendiri saat belanja, stop pakai sedotan plastik sekali pakai, dll)
4. Mengurangi polusi

Itu cuma contoh. Masih banyak cara lain yang bisa terapkan untuk merawatnya, tentu. Dan ada satu hal lagi yang rupanya punya efek paling besar untuk memperpanjang asa bumi kita, yakni : Lestari Hutan.

Lestari Hutan? Makanan apa itu?

Simak terus ulasan berikut ini, ya?!


Menuju Pengelolaan Hutan Lestari Demi Masa Depan Bumi

Moderator dan Narasumber Forest Talk with Palembang Bloggers

Beruntungnya saya dan rekan-rekan blogger Palembang saat dapat undangan acara Forest Talk with Blogger di Kuto Besak Theatre pada Sabtu (23/3) lalu. Acara bertajuk “Menuju Pengelolaan Hutan Lestari” tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Doctor Sjahrir dan The Climate Reality Project Indonesia. Di sini, saya benar-benar belajar banyak hal, terutama soal hutan dan kaitannya dengan kelangsungan nasib bumi kita.

Dr. Atiek Widyawati, salah satu pembicara dari Tropenbos Indonesia menjelaskan, hutan kita kian hari nasibnya kian memprihatinkan. Banyak areal hutan menjadi berkurang bahkan hilang karena aktivitas manusia. Mulai dari pembalakan liar, hingga alih fungsi lahan menjadi area perkebunan, pertanian maupun pemukiman.

Deforestasi, degradasi, dan konversi hutan (dok. Forest Talk)

“Jika ini dibiarkan, akan menimbulkan banyak masalah. Termasuk dampak bencana yang terjadi seperti banjir, kebakaran lahan dan kabut asap. Terjadinya bencana-bencana ini sudah diprediksi. Semua terjadi karena deforestasi. Untuk itu, perlu adanya solusi terkait hal ini, yakni mengembalikan lagi fungsi hutan dalam berbagai aspek,” kata Dr. Atiek.

Selain mencegah pembalakan liar, reboisasi, dan reklamasi lahan, kelestarian hutan bisa dijaga dengan cara memanfaatkan produk-produk hasil hutan non-kayu. Jadi guys, komoditas hutan itu nggak melulu kayu. Ada banyak produk hutan lain yang bisa dimanfaatkan tanpa harus menebang pohon-pohonnya yang butuh puluhan tahun lagi untuk kembali tumbuh besar.

Narasumber lainnya, Ir. Murni Titi Resdiana, MBA yang merupakan Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim menjelaskan, ada begitu banyak potensi dari pohon-pohon di hutan untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Daun nanas bisa dijadikan serat untuk produksi tekstil

Mulai dari sebagai pewarna alam, bahan kerajinan, makanan, sumber minyak atsiri, hingga fashion. “Semua itu akan menjadi komoditas yang sangat menjanjikan. Namun tentunya, harus dibarengi dengan proses produksi maksimal dari segi kualitas dan strategi pemasaran yang tepat,” beber Bu Titi.

Saya sebagai model produk fashion hasil hutan

Dalam pengelolaan sumber daya hasil hutan, tentunya diperlukan peran aktif dari masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar area hutan. Salah satu pihak yang peduli dengan pemberdayaan masyarakat tersebut adalah perusahaan APP Sinar Mas. Melalui program CSR Desa Makmur Peduli Api (DMPA), sedikitnya ada 284 desa yang telah diberi pendampingan.

Head of Social Impact & Community Development APP Sinar Mas, Janudianto mengatakan, dana yang telah digelontorkan untuk ratusan desa tersebut adalah wujud komitmen APP Sinar Mas dalam menangani perubahan iklim. Adapun pengelolaan diserahkan ke masing-masing desa melalui bumdes atau koperasi.

Produk makanan hasil binaan program DMPA APP SInarmas (dok. Forest Talk)

"Ini sebagai wujud nyata kontribusi kami dalam menangani perubahan iklim global. Namun tentunya kami tidak bisa bergerak sendiri. Perlu adanya kerjasama dengan masyarakat. Dengan ini, selain bagian upaya dari mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membakar hutan, bisa sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa,” demikian Janudianto.

Keseruan Lainnya

Stand Pameran Meillin Gallery
Agenda Forest Talk with Blogger nggak cuma diisi dengan diskusi seru yang sarat ilmu. Sebanyak 40 peserta yang semuanya blogger itu juga disuguhi pameran produk hasil hutan yang begitu memanjakan mata. Ada produk-produk makanan dari stand DMPA, produk kerajinan tangan dari Meillin Gallery yang bahan bakunya berasal dari limbah kayu, dan yang paling menarik perhatian saya yakni pameran produk tekstil dari Galeri Wong Kito.

Jadi model (lagi), kali ini bareng Eka
Jadi produk-produk kain yang dipamerkan, semuanya dibuat menggunakan bahan alami, termasuk pewarnanya. Saya dan teman-teman juga berkesempatan praktik langsung ecoprint, yakni teknik membuat motif di kain menggunakan daun-daun.

Serunya praktik langsung ecoprint

Proses pembuatannya cukup mudah, namun diperlukan kesabaran terutama saat memukul-mukul daun dengan palu kayu agar motifnya tercetak sempurna.

Umek Elly terbuai aroma chicken wings Chef Taufik

Seolah belum cukup, peserta juga menyaksikan demo masak langsung oleh Chef Juna Taufik. Menyaksikan dari awal proses masak Mushroom in Paradise dan Chicken Wings Korean Sauce itu benar-benar bikin ngiler. Jadi nggak sabar pengen nyoba resepnya sendiri di rumah.

Last but not least ...

foto bersama sebelum pulang
______________________________________
Saya amat terkesan dengan acara Forest Talk with Blogger Palembang ini. Benar-benar cara sempurna untuk berakhir pekan. Di atas semua ilmu dan keceriaan (plus goodie bag) yang dibawa pulang, acara ini telah menyadarkan saya akan satu hal penting. Bahwa kekurang-ajaraan dan ketidaksenonohan kita dalam memperlakukan bumi memang harus segera diakhiri.

Sudah saatnya kita kembali menghormati bumi laiknya ibu sendiri. Kini, ibu yang sudah tua, penyakitan, dan sekarat itu membutuhkan kita, anak-anaknya. Melestarikan hutan mungkin ibarat memberinya obat. Barangkali tak cukup ampuh untuk mengembalikan vitalitasnya seperti semula, namun jelas sudah lebih dari cukup untuk sekadar memperpanjang nafasnya.

Salam lestari!

 _________________________________
Bonus :






Sebagai emak kucing kampung, bertemu mereka Kuto Besak Theatre benar-benar sebuah kebahagiaan tersendiri. 😊
________________________________

Tulisan ini juga tayang di lestarihutan.id

8


Launching All New Ertiga Sport

Kalian kalau punya mobil pengennya yang bagaimana, sih?
Saya pengennya yang pas buat keluarga. Lega, dan bisa muat lebih banyak orang. Desainnya tentu yang sporty. Biar tetap bisa gaya melaju di jalanan Palembang. Plus harganya juga nggak kemahalan.

Nah. Akhir pekan kemarin, saya dan rekan-rekan blogger Palembang dapat undangan spesial. Bukan acara blogger biasa, tapi peluncuran mobil baru dari Suzuki.

Ga pake banyak mikir, saya dan pasukan (Bimo, Nindy, Kak Ridho, Selvy, Dina, Paci, dan Mbak Fainun) langsung merapat ke Jade Restaurant di kompleks Palembang Indah Mall untuk menghadiri konferensi pers sore itu.

Jadi guys, ceritanya ada seri baru All New Ertiga yakni All New Ertiga Sport Series yang baru di-launching akhir Maret ini. Saya beruntung, mendengar pemaparan terkait mobil ini, A sampai Z-nya langsung dari pihak Suzuki. Mereka adalah Elysa Din Thamrin (Presiden Director PT Nusa Sarana Citra Bakti), Harold Donnel (4W Head of Brand Development and Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales), dan Ignatius Felix (Area Sales PT SIS).

Apa dan bagaimana sih All New Ertiga Sport Series ini? Baca terus tulisan ini ya …


Menjawab Tantangan Pasar


Didesain khusus untuk keluarga milenial

Seri All New Ertiga Sport ini bukan diproduksi begitu saja. Semua untuk menjawab tantangan pasar, di mana masyarakat saat ini sangat menginginkan adanya mobil MPV yang pas untuk kalangan keluarga muda dari generasi milenial.

Bukan hanya mengutamakan kenyamanan, namun desain sporty-nya juga memastikan seri mobil ini memiliki tampilan kece dan sesuai dengan selera masyarakat muda.

Fitur Unggulan

Seri All New Ertiga Sport memiliki sejumlah fitur unggulan. Dijelaskan Arfani selaku Trainer Suzuki, seri terbaru Ertiga ini masih tetap mempertahankan keunggulan teknologi lamanya sekaligus menambahkan sejumlah fitur baru.

Performa maksimal untuk perjalanan malam hari

Suzuki All New Ertiga Sport menggunakan lampu Daytime Running Light dan Defogger alias penghalau kabut. “Fitur ini membantu pengemudi saat berkendara di malam hari sekaligus membantu di saat kondisi jarak pandang sempit karena cuaca buruk,” kata Arfani.

Selain itu, terdapat pula Rear Camera Parking yang berguna sekali saat memarkir mobil. Dari segi tampilan, baik eksterior dan interior sudah nggak perlu diragukan. Makin terlihat kece dengan hadirnya layar 6.8 inch di dashboard yang benar-benar sukses memberikan kesan mewah. Tersedia pula 3 varian warna yang bisa dipilih, yakni Cool Black, Metallic Magma Grey, dan Pearl Snow White.

Sudah cocok punya All New Ertiga Sport?

Soal harga, bohong kalau saya bilang murah. Kalau mau murah mah beli mobil-mobilan aja sana. Tapi dengan kualitas yang ditawarkan, harga Rp 257 juta untuk tipe manual dan Rp 269 juta untuk yang matic jelas besainglah ya. Ga bakal rugi kok memilikinya.

Jadi buat kalian, para keluarga millennial yang pengen punya mobil baru. Sudahlah, nggak usah kebanyakan mikir. All New Ertiga Sport Aja!

Terima kasih Ertiga yang udah bikin malam minggu kami ceria 😘


___________________________________________________

Mommy Ossas berterima kasih pada
Kak Ridho Arbain untuk foto-fotonya.
Dan Bimo Rafandha atas ajakannya 😘

7



Forum Merdeka Barat 9



Selain untuk pembangunan fisik, pemanfaatan Dana Desa banyak dialokasikan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam jangka waktu 2015-2018, tercatat sebanyak 37.830 unit BUMDes yang terbentuk lewat program kebijakan Dana Desa. Dengan demikian, per 21 Desember 2018, sebanyak 61% desa di Indonesia telah memiliki BUMDes. 

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi dalam gelaran diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk “Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa” di Griya Agung, Palembang, Senin (4/2) kemarin. Saya dan beberapa rekan dari Kompasianer Palembang berkesempatan hadir dalam acara ini.

“Anggaran dana desa yang pada tahun 2015 sebesar Rp 20,67 triliun, meningkat jadi Rp 60 triliun di 2018. Jika di awal pelaksanaannya dana ini banyak digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat saja, tahun-tahun terakhir mulai banyak dimanfaatkan untuk hal lain, salah satunya pembentukan BUMDes. Dari total 45.549 unit BUMDes yang ada, sebanyak 37.830 unit di antaranya terbentuk melalui program Dana Desa,” kata Anwar. 

Menariknya, keberadaan BUMDes tersebut tak hanya berdampak signifikan pada perekonomian desa, namun juga berhasil menyerap cukup banyak tenaga kerja. Sebanyak 1.074.754 orang tenaga telah terserap lewat keberadaan BUMDes. 

Disampaikan Anwar, hal itu berpengaruh terhadap menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) desa. TPT yang semula berada di angka 4,93% di tahun 2015, saat ini telah turun menjadi 3,72% di akhir 2018. “Sebanyak 1 juta lebih tenaga kerja berhasil terserap lewat keberadaan BUMDes ini. Dan dipastikan semuanya adalah tenaga kerja lokal,” jelas Anwar.  

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya yang turut hadir dalam forum tersebut menyambut baik penyerapan  tenaga kerja oleh BUMDes. Menurutnya, hal itu secara tidak langsung telah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Jangan sampai, tenaga kerja kita dieksploitasi untuk kepentingan negara lain. Dengan adanya BUMDes, artinya membuka peluang lapangan kerja di desa sendiri,” kata Mawardi.

Meski demikian, Mawardi mengakui, khusus untuk wilayah Sumatera Selatan, per akhir Oktober 2018 baru empat kabupaten/kota yang menerima kucuran dana desa tahap III. Keempat kabupaten/desa tersebut adalah Kota Prabumulih, Muara Enim, Musi Rawas, dan Banyuasin. Hal ini disebabkan karena sebagian besar desa belum menyerahkan laporan penggunaan dana desa tahap II. Di samping itu, masih ditemui sejumlah kasus penyelewengan terkait pemanfaatan dana desa di lapangan. 

Menanggapi hal ini, Anwar Sanusi mengatakan pihaknya telah menggandeng KPK untuk mengawasi penggunaan dana desa. Selain itu, diharapkan peran masyarakat pula untuk ikut melaporkan penyelewengan atau pelanggaran yang mungkin ditemui di lapangan. “Kita akui hal ini masih menjadi kendala kita. Namun kita sudah upayakan agar hal ini bisa ditekan, salah satunya dengan melibatkan KPK untuk mengawasi. Selain itu, masyarakat juga bisa berperan dengan melaporkan dugaan penyelewengan dana desa ke call center 1500040,” kata Anwar.

Anwar menambahkan, pihaknya berharap peran media untuk lebih menebarkan semangat penuh harapan ketimbang berita bohong. Banyak hal-hal positif yang bisa disampaikan terkait pencapaian pemanfaatan Dana Desa. “Misalnya saja, terdapat 145 BUMDes yang punya nilai omset di atas Rp 1 Miliar. Hal ini kan bisa menjadi contoh untuk diterapkan di BUMDes di tempat lain. Media berperan besar untuk menyebarkan hal seperti ini. Lebih baik menebar semangat hope ketimbang hoax,” demikian Anwar.  

Geng Kompal (Kompasianer Palembang)







0

Nobar dan Meet n Greet 3 Dara 2


Awal november kemarin, bersama kawan-kawan Blogger Palembang (Mbak Murni, Nindi, Bikcik Kartika, dan Bimo) dapat undangan nonton film 3 Dara 2 (Terima kasih Blogger Crony undangannya). Perjuangan tahu, karena lokasi nontonnya ternyata di OPI Mall yang berjarak 23 km dari kosan saya. Pffftt, iya... ujung ke ujung ini. Tak apalah, saya bisa sekalian nyobain naik LRT.

 Film ini merupakan sekuel dari 3 Dara yang rilis tahun 2015 lalu. Berkisah tentang tiga sahabat yakni Affandy (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan Richard (Tanta Ginting) yang mendadak mengalami kesulitan keuangan karena tertipu sebuah investasi bodong. Tak hanya uang miliaran, mereka juga harus kehilangan rumah, apartemen, dan kendaraan sehingga terpaksa harus numpang di rumah ibu mertua Affandy, Eyang Putri (Cut Mini).

Hal ini membuat geram ketiga istri mereka, yakni Aniek (Fanny Febriana), Grace (Ovi Dian), dan Kasih (Rania Putrisari). Alhasil, demi menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, mereka akhirnya bertukar peran. Para istri bekerja dan para suami dibebankan tanggung jawab mengurus rumah tangga. Dimulailah hari-hari kocak para suami yang terpaksa menjalankan tugas-tugas domestik rumah tangga seperti masak, mencuci, dan beres-beres rumah. Tugas-tugas yang semula dianggap remeh ketiganya mulai terasa seperti neraka. Bagaimana mereka keluar dari situasi sulit tersebut?

Bergenre komedi, film ini cukup sukses mengocok perut. Tora Sudiro jelas menunjukkan kelasnya. Namun yang tak kalah mencuri perhatian adalah  hadirnya sosok tangan kanan Eyang Putri yakni Jentu yang diperankan dengan apik oleh Soleh Solihun. Sosok ini benar-benar menyebalkan dan kemunculannya selalu berhasil mengundang gelak tawa di satu studio. Ceritanya ringan dan menghibur, dan sebetulnya enak dinikmati sampai akhir. Sayangnya, Bimo tanpa sengaja melontarkan prediksi yang sangat tepat terkait twist yang disiapkan film ini. Sehingga keasyikan menkmati film ini di akhir jadi sedikit berkurang (awas ya kamu, Bimo!!!)
Cast 3 Dara 2 | kapanlagi.com


Meski banyak adegan konyol yang mengocok perut, saya pribadi bisa menarik banyak pelajaran penting dan bisa dicatat untuk nanti kalau sudah berumah tangga. Antara lain, tentang bagaimana laki-laki dan perempuan yang memang memiliki peran berbeda namun harus saling mengerti dan memahami. Jangan merasa ingin menang sendiri. Selain itu, bagaimana peremuan juga  harus cerdas dan sigap dalam menghadapi badai rumah tangga di depan mata, khususnya yang terkait dengan masalah krisis finansial di mana faktor ini yang paling banyak jadi penyebab tingginya angka perceraian di negeri kita. Terakhir, meski pasangan bukanlah sosok sempurna dan ada kalanya penuh aib, adalah tugas kita untuk menutupi hal tersebut di depan orang lain. Adalah tugas kita membela belahan jiwa kita jika direndahkan oleh orang lain. (Well, saya benar-benar tersentuh dengan adegan Aniek, yang meski kesal setengah mati dengan Affandy, namun tetap membela suaminya itu di depan Eyang Putri).

Film ini bukan hanya cocok ditonton oleh pasangan yang sudah menikah, namun juga anak-anak muda yang ingin mendapat gambaran bagaimana kompleksnya kehidupan berumah tangga. Biar nggak cuma mikir enaknya saat resepsi doang. :D
Jangan kapok undang kami lagi ya :D

1


Prudential : Pasti dikasih Lebih | kucingdomestik.com

"Buat apa beli polis asuransi? Masih muda ini, masih sehat ini, masih jomblo single gini ... Ntar ajalah kalau udah nikah. Ntar ajalah kalau udah punya anak. Ntar ajalah kalau udah punya penghasilan tetap."

Sebagai anak muda yang hidup di era milenial seperti sekarang, pikiran semacam itu sering sekali mampir di kepala. Terutama kalau lagi disamperin Mbak-Mbak sales asuransi. Adaaa saja alasan untuk menolak atau menunda.Merasa tidak butuh begitu deh.

Tapi ..., benarkah anak muda tidak butuh asuransi?

Yang tepat itu justru sebaliknya lho. Pepatah bilang sedia payung sebelum hujan. Malah saat masih muda inilah seharusnya berani ambil langkah untuk proteksi diri di masa depan.

Mumpung masih muda, mumpung masih sehat, mumpung belum banyak kebutuhan atau tanggungan lain seperti halnya orang-orang yang sudah berkeluarga. Dengan demikian, tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang membutuhkan dana besar di masa mendatang. Semua sudah siap.

Selain itu, untuk menjadi nasabah asuransi tidak harus punya pekerjaan tetap kok. Selagi masih bisa menyisihkan pendapatan yang diterima setiap bulannya, anak muda pun bisa menjadi nasabah asuransi.

VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto | kucingdomestik.com

Hal itulah yang disampaikan VP Corporate Communications Prudential Indonesia, Widyananto Sutanto, Senin (24/9) lalu di Palembang. Kebetulan saya, dan beberapa teman-teman blogger berkesempatan menghadiri acara launching produk unit link terbaru Prudential, yakni PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru.

Menurut Widyananto, dua produk ini kemerupakan sebuah inovasi dari Prudential untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. “Kami terus meningkatkan keahlian kami, dan kali ini menawarkan kepada para nasabah dua inovasi produk unit link terbaru Prudential, yaitu PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru.”

Nah, buat kalian, generasi milenial yang mulai ingin berasuransi, boleh banget mencoba dua produk ini. Baik PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru, keduanya menawarkan fitur-fitur
inovatif dan unggulan, yaitu :

1. PRUbooster Investasi

Nasabah akan mendapatkan tambahan Alokasi Investasi yang diberikan sejak polis
terbit sebesar 5% dari Premi Berkala untuk 10 tahun pertama, dan untuk tahun polis selanjutnya akan diberikan sebesar 10% dari Premi Berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perdana di pasaran, di mana nasabah akan mendapatkan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya.

2. PRUbooster proteksi

merupakan pilihan meningkatkan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Dasar dan
Asuransi Tambahan PRUlink term (jika ada) sebesar 5% setiap tahunnya secara otomatis tanpa seleksi risiko kembali sampai dengan Tertanggung berusia 55 tahun.

3. Alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama

4. Memperoleh 2x nilai uang pertanggungan apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan.

5. Tidak ada biaya administrasi 

 Apabila menggunakan transaksi elektronik: e-policy, e-transaction statement
dan auto debet rekening bank dan autodebet rekening, sesuai syarat dan ketentuan.

6. Beragam pilihan manfaat tambahan (riders) 

termasuk 2 rider baru, PRUtotal dan permanent disablement dan PRUcritical hospital cover, yang keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi sesuai toleransi risiko nasabah.


sesi diskusi dengan perwakilan nasabah prudential


Wah, kalau dipikir-pikir, tidak ada ruginya memang untuk gabung dengan asuransi. Kita-kita yang masih muda ini jadi mulai bisa mengatur keuangan untuk persiapan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan, atau sekadar untuk investasi. Kalau bingung, ada tim Prudential yang selalu siap membantu kok, langsung konsultasi
saja.

“Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih,” jelas Widyananto.

“Dalam hal ini, produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi
kebutuhan di tahapan kehidupan berbeda.”

Generasi Milenial yang Siap untuk Proteksi Masa Depan

Kalau kita selalu punya uang untuk nonton bioskop, nongkrong di café, atau beli tiket konser artis kesayangan, kenapa tidak mulai menyisihkan sebagian uang kita untuk asuransi? Buat kalian yang ingin mulai memproteksi diri, ada promo free dua bulan premi untuk nasabah baru PRULink Generasi Baru dan PRULink Syariah Generasi Baru. Tapi harus cepet nih, berlakunya cuma sampai 31 Oktober 2018.

Jembatan Ampera tiangnya tinggi
Sungai Musi airnya berbuih
Ayo kalian, tunggu apa lagi?
Join Prudential, pasti dikasih lebih!

#PRUlinkGenerasiBaru
#PRUlinkSyariahGenerasiBaru
#PastiDikasihLebih


3

Baca juga

Mimpi 15.529 Km

Tulisan ini dibuat dengan rasa rindu yang sangat, pada sosok manusia paling kontradiktif yang pernah kukenal : Papa. Mimpi 15.529 km | kuc...